<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>thinkrooms &#187; Web Developer</title>
	<atom:link href="http://www.thinkrooms.com/tag/web-developer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.thinkrooms.com</link>
	<description>Web Developer, Web Designer, Internet Solution, Network  and System Integration</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 04:43:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Internet Explorer 6 PNG Fix Terbaik</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2009/04/07/internet-explorer-6-png-fix-terbaik/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2009/04/07/internet-explorer-6-png-fix-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 07:23:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Saya menemukan PNG fix untuk internet explorer 6 yang bukan berita baru lagi kalau internet explorer 6 merupakan mimpi buruk untuk web designer manapun. Tidak mendukung tranparansi PNG pada IE 6 dan dukungan terbatas pada IE 7 membuat web designer kudu extra hati-hati dalam membuat design web agar bisa ditampilkan di seluruh browser dengan baik. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya menemukan PNG fix untuk internet explorer 6 yang bukan berita baru lagi kalau internet explorer 6 merupakan mimpi buruk untuk web designer manapun. Tidak mendukung tranparansi PNG pada IE 6 dan dukungan terbatas pada IE 7 membuat web designer kudu extra hati-hati dalam membuat design web agar bisa ditampilkan di seluruh browser dengan baik.</p>
<p>Setelah mencoba berbagai hack yang ada makan saya menjatuhkan pilihan pada script yang saya dapat di <a title="DD Belated PNG fix for Internet explorer" href="http://www.dillerdesign.com/experiment/DD_belatedPNG" target="_blank">http://www.dillerdesign.com/experiment/DD_belatedPNG</a>. Kelebihan yang tidak dimiliki oleh beberapa script PNG hack lainnya adalah transparansi pada background yang berulang. Beberapa script lainnya yang memiliki fungsi yang sama kebanyakan tidak dapat memperbaiki masalah transparansi pada background yang berulang. Tapi script ini melakukannya dengan sempurna.</p>
<p>Cara penggunaannya juga cukup mudah. Cukup meng-include script javascript di halaman yang ingin kita perbaiki dan memanggil fungsi yang akan memperbaiki background dan image pada elemen DOM yang kita inginkan. Kodenya bisa seperti ini</p>
<pre>&lt;!--[if IE 6]&gt;
&lt;script src="DD_belatedPNG.js"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script&gt;
DD_belatedPNG.fix('.png_bg');
&lt;/script&gt;
&lt;![endif]--&gt;</pre>
<p>Kode diatas hanya akan dieksekusi bila browser terdeteksi sebagai Internet Explorer 6. Kita dapat memasukkan parameter pada fungsi fix sama dengan format CSS selector seperti contoh diatas yang akan melakukan perbaikan pada elemen denga CSS class .png_bg.</p>
<p>Saya kira solusi untuk masalah transparansi PNG di Internet Explorer bukan masalah lagi untuk para web designer untuk menciptakan web yang terlihat sama disemua browser. Selamat mencoba.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=137&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2009/04/07/internet-explorer-6-png-fix-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghadapi client yang juga teman</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2009/02/18/menghadapi-client-yang-juga-tema/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2009/02/18/menghadapi-client-yang-juga-tema/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 13:33:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[freelancer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin seorang teman designer datang bercerita bagaimana dia pusing menghadapi clientnya yang juga temannya. Temannya bisa dibilang gaptek dan kurang mengerti web design. Bagi orang awam macam clientnya itu warna norak, penuh animasi, dan tampilan web jaman dulu merupakan kriteria web yang bagus. Prototype tampilan design web yang dibuat oleh teman saya itu ingin diubah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin seorang teman designer datang bercerita bagaimana dia pusing menghadapi clientnya yang juga temannya. Temannya bisa dibilang gaptek dan kurang mengerti web design. Bagi orang awam macam clientnya itu warna norak, penuh animasi, dan tampilan web jaman dulu merupakan kriteria web yang bagus. Prototype tampilan design web yang dibuat oleh teman saya itu ingin diubah dan membuatnya lebih &#8220;menyala&#8221;. Teman saya pusing menjelaskan bagaimana biar temannya mengerti bahwa hasil akhirnya bakal tidak bagus.</p>
<p>Akhirnya teman saya memutuskan untuk mengikuti kemauannya dan mengiyakan perkataan client yang juga temannya itu. Dia mengatakan akan segera membuat design sesuai keinginan client dan kembali lagi dengan design baru. Dia bingung dan bertanya pada saya, betulkan tindakannya? Apa yang harus dilakukan? Menurut saya inilah yang harus dia lakukan untuk menghadapi client semacam itu yang juga teman dekat dia:</p>
<ol>
<li>Profesional, kerjaan dan teman tidak bisa terlalu dicampur adukkan. Tapi bukan berarti faktor pertemanan harus dilupakan. Jangan karena faktor pertemanan berakibat kita sebagai pekerja menjadi tersiksa bekerja dengan bayaran yang tidak sepadan.</li>
<li>Tegas, sistem kerja dan cakupan kerja harus dari awal ditegaskan. Dengan bayaran sekian maka kita akan memberikan hasil dengan cakupan sekian. Dari awal sebaiknya client dijelaskan bahwa sistem kerja misalnya kita akan membuatkan design sesuai dengan yang dia butuhkan dan punya hak untuk 3 kali  melakukan perubahan mayor, untuk perubahan minor mungkin bisa dilakukan sebanyak 5 kali. Dan untuk bayaran sekian kita hanya bisa membuatkan design web tanpa animasi flash dan cakupan hasil kerja lainnya. Dengan adanya kejelasan sistem kerja dan cakupan kerjaan maka diharapkan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.</li>
<li>Kita harus bisa menjelaskan kenapa kita membuatkan design seperti itu. Dasar pertimbangan pemilihan warna dan faktor lainnya harus dijelaskan agar dia mengerti. Walaupun misalnya dia tidak mengerti penjelasan kita paling tidak kita telah menyampaikan kewajiban kita.</li>
<li>Bila client meminta perubahan macam-macam yang menurut kita tidak sesuai dengan estetika dan mungkin hasilnya tidak bagus maka kita harus menegaskan bahwa semua perubahan akan masuk dalam hitungan revisi. Bila jumlah revisi atau perubahan melebihi batas maka biaya pengembangan juga akan bertambah.</li>
<li>Client harus mengerti bahwa setiap pengerjaan dan perubahan yang dilakukan membutuhkan tenaga, waktu, dan sumber daya lainnya pada kita. Sehingga teman yang baik pasti mengerti kesusahan kita sebagai seorang freelancer.</li>
</ol>
<p>Itulah menurut saya yang bisa dilakukan kepada client yang juga merupakan teman. Profesionalisme dan pertemanan memang susah untuk disatukan. Terkadang banyak terjadi perpecahan hubungan pertemanan karena masalah kerjaan. Teman yang baik pasti mengerti akan pekerjaan yang dilakoni temannya.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=131&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2009/02/18/menghadapi-client-yang-juga-tema/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Optimalisasi kode program PHP</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/07/08/optimalisasi-kode-program-php/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/07/08/optimalisasi-kode-program-php/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 03:28:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Kita sering menggunakan looping dalam aplikasi buatan kita seperti menggunakan for, while, foreach, dan sebagainya. Tahukan anda pemilihan penggunaan metode looping akan mempengaruhi kecepatan eksekusi aplikasi anda. Anda mungkintidak pernah memikirkan pentingnya optimalisasi kode program karena belum merasakan perbedaan berarti antara kode yang teroptimasi dan tidak. Namun bila anda telah merilis aplikasi anda dan digunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita sering menggunakan looping dalam aplikasi buatan kita seperti menggunakan for, while, foreach, dan sebagainya. Tahukan anda pemilihan penggunaan metode looping akan mempengaruhi kecepatan eksekusi aplikasi anda. Anda mungkintidak pernah memikirkan pentingnya optimalisasi kode program karena belum merasakan perbedaan berarti antara kode yang teroptimasi dan tidak. Namun bila anda telah merilis aplikasi anda dan digunakan oleh sangat banyak pengguna maka optimasi aplikasi pasti akan sangat diperlukan.</p>
<p>Resource server akan sangat terbebani oleh aplikasi yang kodenya tidak dioptimalisasi. Banyak orang yang mengatakan bahwa penggunaan framework akan membuat kinerja aplikasi akan berkurang dan resource yang digunakan akan sangat besar dibandingkan tanpa framework. Hal ini tidak 100% benar karena menurut saya performance suatu aplikasi tergantung optimalisasi yang dilakukan. Penggunaan framework memang akan lebih membebani server namun dengan optimalisasi aplikasi maka hal ini bukan suatu kendala. Misalnya penggunaan cache, dengan cache maka isu OOP yang dianut framework yang katanya butuh resource lebih besar hanya berlaku  pada saat awal loading. Load berikutnya resource yang digunakan akan sangat berkurang karena penggunaan cache.</p>
<p>Selain teknik optimalisasi cache ada beragam optimalisasi aplikasi yang dapat kita lakukan. Salah satunya optimalisasi kode program. Optimalisasi kode program akan membantu mengurangi beban server dalam eksekusi kode program pada saat menerima request yang berlebihan. Optimalisasi kode program PHP merupakan optimalisasi yang sangat dasar dalam perancangan aplikasi web. Setelah kode aplikasi di optimalisasi maka dapat kita lanjutkan ke optimalisasi database, dan web server. Berikut adalah beberapa panduan untuk mengoptimalkan kode PHP anda:</p>
<ul>
<li>Sebisa mungkin deklarasikan method dalam class sebagai statik</li>
<li>Gunakan echo dibandingkan print untuk mengirimkan output ke browser.</li>
<li>Gunakan
<pre>echo ‘a’;
echo ‘b’;
echo ‘c’;</pre>
<p>Dibandingkan menggunakan</p>
<pre>$string='a'.'b'.'c';
echo $string;</pre>
</li>
<li>Gunakan foreach dibanding menggunakan while untuk penelusuran.</li>
<li>Unset variable yang telah selesai digunakan terutama variable yang membutuhkan memori besar seperti array.</li>
<li>Hindari penggunakan magic seperti _get, _set, _autoload</li>
<li>Penggunaan require_once membutuhkan resource cukup besar, jadi pergunakan seperlunya.</li>
<li>Gunakan fullpath untuk include atau require karena bila menggunakan variable untuk path misalnya OS Path maka diperlukan waktu tambahan untuk parsing variable.</li>
<li>Hindari penggunaan regex bila masih bisa menggunakan function string seperti srncasecmp, strpbrk, stripos, dan lain-lain.</li>
<li>Untuk perbandingan variable, === akan lebih baik dibandingkan hanya ==.</li>
<li>Tutup koneksi database bila sudah selesai digunakan.</li>
<li>Hindari ouput error sebisa mungkin dalam aplikasi rilis sebaiknya hanya digunakan dalam debugging aplikasi;</li>
<li>Jangan menggunakan fungsi dalam statement loop misalnya for ($x=0; $x &lt; count($array); $x)  karena akan memanggil fungsi untuk setiap loop.</li>
<li>Gunakan kutip untuk mengakses array. row[’id’] is 7  lebih cepat dari $row[id].</li>
<li>Hindari penggunaan variable global.</li>
<li>Gunakan single kutip dibanding menggunakan double kutip karena penggunaan double kutip akan mengecek variable di dalam string. Misalnya echo ‘Isi A=’.$a; lebih cepat dibandingkan echo “Isi A=$a”;</li>
<li>echo $a,$b,$c lebih cepat daripada echo $a.$b.$c</li>
<li>Sebisa mungkin gunakan html dari pada php untuk ouput. Misalnya
<pre>&lt;?php if($a):?&gt;

   &lt;p&gt;A benar&lt;/p&gt;
&lt;?php else:?&gt;

   &lt;p&gt;A salah&lt;/p&gt;
&lt;?php endif; ?&gt;</pre>
<p>Lebih baik dibandingkan</p>
<pre>&lt;?php
if($a)
	echo '&lt;p&gt; A benar &lt;/p&gt;';
else
	echo '&lt;p&gt; B salah &lt;/p&gt;;
?&gt;</pre>
</li>
<li>Gunakan pengecekan variable sebelum mengecek tipe variable. Karena pengecekan tipe variable yang tidak ada akan memakan resource lebih banyak.</li>
<li>++$i lebih baik daripada $i++</li>
<li>gunakan lowercase karena true lebih baik dariTRUE false lebih baik dari FALSE dan null lebih baik dari NULL</li>
<li>$var===null lebih baik daripada  is_null($var)</li>
<li>Untuk memanggil fungsi dalam class maka sebaiknya gunakan reference operator &amp;
<pre>$a= new ClassA;
$b=&amp; $a-&gt;fungsiA();</pre>
<p>akan lebih baik dibandingkan</p>
<pre>$a= new ClassA;
$b=$a-&gt;fungsiA();</pre>
</li>
</ul>
<p>Daftar diatas bukan nilai mutlak dari performance aplikasi anda karena perkembangan PHP memungkinkan optimasi kode program akan lebih baik. Sebaiknya selalu gunakan PHP versi terakhir karena akan selalu ada peningkatan performance. Contohnya PHP5 lebih lebih cepat dibandingkan PHP4. Beberapa panduan diatas hanya sekedar referensi untuk optimalisasi saja, terkadang untuk memudahkan maka kita tidak mengikuti panduan diatas. Hal itu tergantung pilihan dan kebutuhan anda sebagai web developer.</p>
<h3>Referensi:</h3>
<p><a title="http://reinholdweber.com/?p=3" href="http://reinholdweber.com/?p=3">http://reinholdweber.com/?p=3</a></p>
<p><a title="http://www.phpbench.com/" href="http://www.phpbench.com/">http://www.phpbench.com/</a></p>
<p><a title="http://phplens.com/lens/php-book/optimizing-debugging-php.php" href="http://phplens.com/lens/php-book/optimizing-debugging-php.php">http://phplens.com/lens/php-book/optimizing-debugging-php.php</a></p>
<p><a title="http://www.pradosoft.com/wiki/index.php/Coding_Conventions_and_Guidelines" href="http://www.pradosoft.com/wiki/index.php/Coding_Conventions_and_Guidelines">http://www.pradosoft.com/wiki/index.php/Coding_Conventions_and_Guidelines</a></p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=69&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/07/08/optimalisasi-kode-program-php/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>12 Langkah Menjadi Seorang Web Developer</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/06/23/12-langkah-menjadi-seorang-web-developer/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/06/23/12-langkah-menjadi-seorang-web-developer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 16:06:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Tentu anda sudah mengenal apa web itu. Namun mungkin ada yang belum mengerti bagaimana sih membuat web tersebut. Apa yang harus dipelajari untuk menjadi web developer, dan bagaimana untuk hidup dari profesi web developer. Saya mencoba membuat daftar langkah-langkah yang dapat anda tempuh untuk menjadi seorang web developer berdasarkan pengalaman saya sebagai web developer. Semoga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tentu anda sudah mengenal apa web itu. Namun mungkin ada yang belum mengerti bagaimana sih membuat web tersebut. Apa yang harus dipelajari untuk menjadi web developer, dan bagaimana untuk hidup dari profesi web developer. Saya mencoba membuat daftar langkah-langkah yang dapat anda tempuh untuk menjadi seorang web developer berdasarkan pengalaman saya sebagai web developer. Semoga daftar ini dapat membantu anda untuk memulai karir sebagai web developer. Tidak panjang lebar inilah langkah-langkah menjadi seorang web developer: <span id="more-62"></span></p>
<ol>
<li>
<div><strong>Belajar bahasa pemrograman web</strong>, untuk memulainya tentu anda harus menguasai bahasa pemrograman web. Dan bahasa yang dikuasai tidak cukup 1 bahasa pemrograman saja karena web dibangun diatas beberapa faktor pendukung.  Bahasa yang sebaiknya anda pelajari untuk menjadi web developer adalah:</div>
<ul>
<li>HTML, merupakan bahasa pemrograman web paling dasar dan mutlak harus dikuasai. HTML adalah bahasa untuk menciptakan tampilan web yang anda lihat di browser. HTML membangun struktur tampilan web seperti header, content, footer, menu, dan sebagainya. Namun untuk menciptakan tampilan yang lebih baik tidak cukup dengan HTML saja masih diperlukan bahasa lain untuk menciptakan tampilan yang lebih baik.</li>
<li>CSS, inilah bahasa pelengkap HTML. Tanpa CSS kita tak akan dapat menciptakan tampilan yang indah. CSS adalah bahasa yang mengatur layout dan tampilan dari web tersebut misalnya warna background, tulisan, font, ukuran, dan sebagainya. Dengan kombinasi HTML dan CSS maka kita dapat menciptakan tampilan yang baik dan indah.</li>
<li>Bahasa scripting web misalnya PHP, ASP, ColdFusion, Python, dan lainnya. Bahasa pemrograman ini adalah bahasa yang akan kita gunakan untuk membangun aplikasi web. Kalau tadi HTML dan CSS merupakan pembangun tampilan dari web tersebut maka bahasa scripting ini adalah pengontrol logika aplikasi web. Bahasa ini menghubungkan aplikasi web kita dengan database dan mengolah input output dari aplikasi kita.  Sebaiknya anda memilih salah satu bahasa untuk didalami. Saya menyarankan menggunakan PHP karena bahasa inilah yang paling banyak digunakan untuk membuat aplikasi web. Dengan sifatnya yang terbuka dan bebas biaya maka kita dengan mudah mempelajari dan membuat aplikasi web dengan mudah. Kelengkapan dokumentasi dan tutorial PHP juga sangat banyak sehingga anda tidak akan kesulitan mempelajari bahasa yang satu ini.</li>
<li>SQL, merupakan bahasa scripting database. Database adalah aplikasi pengolah data yang menyimpan data untuk digunakan bersama aplikasi web kita. Database ada bermacam-macam misalnya MySQL, SQLite, Oracle, PostgreSQL, SQL Server, dan database lainnya. Sangat disarankan untuk memilih salah satu untuk didalami. Walaupun SQL merupakan standar bahasa scripting database namun dengan mempelajari salah satu scripting database yang ada maka kita akan dimudahkan dalam menyimpan, mengelola, dan memberikan output data dengan tersedianya fungsi-fungsi yang akan membantu anda bekerja dengan database.</li>
<li>Javascript, bahasa scripting yang berjalan di browser.  Bahasa ini tidak mutlak dipelajari, namun kalau anda ingin membuat web dengan efek animasi, dan web yang lebih interaktif maka javascript akan membantu anda. Dibandingkan dengan flash untuk membuat efek tertentu, saya lebih memilih Javascript. Kenapa, karena Flash masih memerlukan installasi plugin sedangkan Javascript sudah didukung secara default oleh browser modern.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Pelajari teknik penyelesaian kasus-kasus pemrograman web</strong>. Misalnya bagaimana pemrograman yang berhubungan dengan tanggal, bagaimana menghubungkan web dengan aplikasi lainnya, bagaimana mengakses database, dan beragam teknik lainnya. Dengan mengetahui teknik pemrograman dan penyelesaian kasus-kasus pemrograman web maka anda dapat lebih efektif dalam pemrograman aplikasi web anda.</li>
<li><strong>Pelajari metode pengembangan web yang baik</strong>. Ada banyak metode pengembangan seperti RUP, Agile, dan USDP tapi pada dasarnya mengfokuskan pada analisa, perancangan, pengembangan, dan pengujian. Lakukan pengembangan aplikasi dengan tahapan-tahapan diatas. Lakukan analisa apa yang diperlukan oleh aplikasi ini, kemudian rancang terlebih dahulu aplikasi anda sebelum melakukan coding, lakukan pengembangan atau coding, dan uji coba terlebih dahulu sebelum dirilis atau didelivery. Anda dapat kembali ketahap sebelumnya bila diperlukan. Yang penting, tentukan sendiri metode yang paling baik seusai dengan diri anda.</li>
<li><strong>Belajar mengolah gambar</strong>. Buat apa? Karena dengan gambar maka kita dapat memberikan informasi lebih cepat dan efektif dibandingkan dengan mendeskripsikan dalam text yang panjang. Cukup pelajari Adobe Photoshop atau Adobe Firework yang merupakan software paling umum untuk keperluan gambar web. Pelajari bagaimana membuat gambar seperti icon, background, patern, dan gambar lainnya. Sebenarnya bukan merupakan keharusan karena untuk menciptakan gambar untuk tampilan web karena hal ini lebih cenderung merupakan pekerjaan web designer. Namun bila anda bs membuat gambar untuk web maka akan lebih membantu dibandingkan anda harus meminta tolong teman anda untuk keperluan gambar web anda.</li>
<li><strong>Gunakan framework</strong>, framework merupakan sekumpulan fungsi dan library yang dapat memudahkan pemrograman anda. Gunakan framework sesuai dengan bahasa pemrograman anda. Misalnya ASP menggunakan .NET Framework. Ruby dengan Rails Framework, Python dengan Django Framework, dan PHP yang lebih banyak lagi seperti Prado, Symfony, CakePHP, dan framework lainnya. Lakukan riset dan tentukan pilihan anda framework mana yang akan anda gunakan dan dalami framework tersebut. Jangan terlalu banyak berpindah-pindah framework karena anda tidak akan memperoleh manfaat maksimal karena pemahaman yang terpecah-pecah. Jadi tentukan framework pilihan anda sesuai minat, dan teknik yang anda senangi.</li>
<li><strong>Pelajari teknik-teknik mengoptimalkan aplikasi anda</strong>. Agar aplikasi anda dapat berjalan lebih cepat dan responsif maka anda harus dapat melakukan tuning atau optimalisasi. Pelajari teknik pemrograman web yang baik, pemecahan masalah programming yang efektif, tuning dan optimalisasi database, serta optimasi web server.</li>
<li><strong>Pelajari web server</strong>, akan sangat bermanfaat bila anda mempelajari web server agar anda dapat mengetahui bagaimana menjalankan aplikasi anda di web server. Atau bagaimana cara mengoptimalkan aplikasi di web server. Misalnya penggunaan module caching seperti APC, eAccelerator, dan sebagainya. Atau penggunaan file .htaccess untuk menciptakan friendly URL atau URL yang lebih enak dibaca. Dengan mempelajari web server maka anda dapat mengoptimalkan dan menambahkan feature aplikasi anda di server.</li>
<li><strong>Pelajari penggunaan control panel hosting</strong>. Karena anda akan banyak berhubungan dengan control panel bila anda menyewa hosting untuk web anda. Control panel yang banyak digunakan antara lain Cpanel, Pleks, ISPConfig, dan sebagainya. Dengan memahami penggunaan control panel maka anda dapat mengoptimalkan aplikasi anda di provider hosting anda.</li>
<li><strong>Ikuti perkembangan teknologi web terbaru</strong>. Teknologi web selalu berkembang misalnya munculnya teknologi RSS, PODCasting, dan teknologi lainnya. Pelajari bagaimana membuat dan menggunakan teknologi tersebut di aplikasi anda. Karena aplikasi yang ketinggalan jaman akan ditinggalkan penggunanya juga.</li>
<li><strong>Pelajari manajemen proyek</strong>. Suatu pengembangan aplikasi merupakan suatu proyek yang harus di atur, direncanakan, dan dilakukan dengan baik. Dengan mempelajari manajemen proyek maka anda dapat melakukan kolaborasi dengan yang lain dalam mengembangkan aplikasi.  Anda juga dapat memperoleh efektifitas dan efisiensi waktu dalam menyelesaikan suatu proyek.</li>
<li><strong>Untuk meningkatkan kemampuan anda, selalu asah kemampuan anda dengan mengerjakan aplikasi web</strong>. Entah pekerjaan, atau proyek pribadi. Karena makin banyak aplikasi yang anda buat maka kemampuan anda akan makin baik. Kembangkan ide anda dan realisasikan menjadi suatu aplikasi.</li>
<li>Yang terakhir, jangan mau selalu menjadi web developer yang hanya mengerjakan proyek orang lain. <strong>Anda harus membuat suatu aplikasi yang dapat dijadikan produk atau layanan anda sebagai wujud kemampuan anda</strong>. Produk dan layanan ini dapat anda jual sehingga anda dapat memperoleh hasil dari kemampuan anda dan menikmati hasilnya. Dibandingkan dengan mengerjakan proyek orang lain secara terus-terusan dan dibayar per-proyek tentu akan lebih baik bila anda mengerjakan 1 produk namun anda memperoleh hasil terus-terusan dengan syarat produk anda memiliki nilai jual yang baik.</li>
</ol>
<p>Itulah langkah-langkah dasar untuk menjadi seorang web developer menurut pengalaman saya. Langkah diatas tidaklah cukup, hanya langkah dasar saja. Semoga daftar diatas dapat menjadi pembimbing anda dan bahkan dapat menjadikan anda web developer yang lebih baik lagi. Anda harus terus belajar dan berlatih terus serta selalu menerima perkembangan yang ada agar kemampuan anda terus terasah.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=62&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/06/23/12-langkah-menjadi-seorang-web-developer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemrograman ajax yang baik</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/05/28/pemrograman-ajax-yang-baik/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/05/28/pemrograman-ajax-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 15:53:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[ajax]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini terinspirasi dari tulisan saya di sini dimana salah satu pembaca berkomentar bahwa ajax tidaklah seperti yang saya katakan. Memang benar bahwa kita tidak dapat menilai bahwa suatu teknologi bermanfaat atau tidak hanya dengan melihat 2 hasil saja. Sebenarnya ditulias tersebut saya hanya menumpahkan kekesalan saya akan susahnya mengakses email saya di Yahoo dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini terinspirasi dari tulisan saya di <a href="http://thinkrooms.com/2008/04/02/web-20-malah-menyusahkan-pengguna-internet-lambat/">sini</a> dimana salah satu pembaca berkomentar bahwa ajax tidaklah seperti yang saya katakan. Memang benar bahwa kita tidak dapat menilai bahwa suatu teknologi bermanfaat atau tidak hanya dengan melihat 2 hasil saja. Sebenarnya ditulias tersebut saya hanya menumpahkan kekesalan saya akan susahnya mengakses email saya di Yahoo dan Gmail yang secara default mengarahkan penggunanya ke tampilan full ajax. Terima kasih banyak atas tanggapannya. Untuk itu saya ingin menuliskan pendapat saya mengenai penggunaan ajax yang baik.</p>
<p>Ajax merupakan teknologi web terbaru yang memungkinkan interaksi pengguna dan web lebih aktraktif dan juga lebih efisien dalam tranfer data Kenapa? Karena dengan ajax kita dapat me-refresh atau me-load sebagian konten yang perlu diupdate.dengan demikian bagian web lainnya seperti header, footer, sidebar, dan bagian lainnya tidak perlu di load ulang. Kita hanya meload konten yang berubah saja. Dengan demikian akan lebih efisien dalam transfer data, aplikasi lebih responsif, dan pengguna lebih mudah berinteraksi dengan web layaknya aplikasi desktop. Pada teknologi web sebelum ajax untuk menampilkan konten yang berubah kita harus meload halaman web secara keseluruhan tanpa peduli bahwa ada bagian web yang kontennya tidak berubah. Namun ada beberapa kekurangan teknologi ajax yang untuk dapat bekerja harus menggunakan browser dengan fungsi javascript yang di aktifkan. Tanpa javascript, ajax tidak akan berjalan. Kekurangan teknologi ajax tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>Konten yang ditampilkan dengan ajax tidak dapat dibaca oleh search engine. Hal ini karena javascript hanya aktif di browser, bot search engine tidak dapat menjalankan javascript.  Padahal kebanyakan web memperoleh pengunjung baru dari search engine. Akibatnya konten kita tidak dindex di search engine dan sulit untuk dicari dari search engine.</li>
<li>Hanya dapat berjalan di browser terbaru. Dulu saya membuat aplikasi dengan fitur ajax untuk digunakan internal di kantor saya bekerja. Ternyata banyak komputer kantor masih menggunakan Windows XP tanpa service pack 2. Hasilnya dengan Internet Explorer 6 yang belum mendukung ajax maka aplikasi saya tidak dapat digunakan di beberapa komputer. Melakukan instalasi service pack 2 atau firefox terbaru bukanlah pekerjaan mudah dengan jumlah komputer yang sangat banyak mencapai ratusan.</li>
<li>Web yang menggunakan ajax akan kesulitan untuk ditampilkan di perangkat mobile. Ada banyak pengguna internet menggunakan handphone untuk mengakses internet saat sedang santai. Browser handphone hampir 80% tidak mendukung javascript yang artinya ajax tidak dapat berfungsi bila ditampilkan pada browser handphone.</li>
</ul>
<p>Karena itu penggunaan ajax yang berlebihan dan tidak pada tempatnya akan merugikan kita para developer karena pengguna atau pengunjung web kita akan kesulitan mengakses dan menggunakan web yang kita kembangkan tersebut. Untuk itu inilah tips dan trik menggunakan ajax secara tepat pada aplikasi atau website anda:</p>
<ol>
<li>Pikirkan target pengguna anda, bila sasaran anda adalah pengguna handphone misalnya untuk berjualan konten mobile maka lupakan untuk menggunakan ajax. Karena pengguna atau pengunjung anda  tidak dapat mengaksesnya dengan baik. Apa gunanya anda mengembangkan aplikasi atau web anda tanpa ada pengguna.</li>
<li>Gunakan ajax hanya untuk konten yang betul-betul dinamis alias sangat sering berubah. Jangan gunakan pada konten yang jarang berubah misalnya konten pada blog. Tulisan pada blog biasanya sangat jarang diubah setelah diposting. Biasanya hanya update kecil untuk memperbaiki beberapa tulisan. Walaupun secara konsep, dengan template dan layout yang sama setiap posting maka memungkinkan penggunaan ajax namun dalam hal ini ajax merugikan anda. Karena konten blog anda tidak terbaca oleh search engine dan pengunjung akan kesulitan menemukan tulisan anda di search engine. Contoh konten yang sering berubah adalah tampilan livescore.com yang secara otomatis mereload hasil pertandingan olahraga secara berkala dalam rentang waktu tertentu. Hasilnya score dapat diupdate tanpa mereload tampilan website secara keseluruhan.</li>
<li>Penggunaan pada submit form atau upload file. Contohnya anda bisa menggunakan ajax misalnya pada pengisian komentar dan diload dengan ajax untuk menampilkan komentar yang baru anda submit. Atau upload file dengan ajax tanpa harus mereload keseluruhan website.</li>
<li>Pada aplikasi web biasanya tidak membutuhkan akses search engine, karena hanya ditujukan kepada pengguna aplikasi. Karena itu penggunaan ajax lebih flexibel. Anda dapat menggunakan ajax dimanapun pada aplikasi anda karena biasanya aplikasi web memiliki konten yang sangat dinamis. Selain itu aplikasi lebih memerlukan respon cepat dari interaksi pengguna yang bisa dilakukan dengan ajax. Namun yang perlu diingat, sebaiknya jangan melakukan load objek secara berlebihan yang kemudian kita dapat dengan mudah mengupdate kontennya dengan ajax dan menampilkannya dengan javascript seperti tulisan saya di <a href="http://thinkrooms.com/2008/04/02/web-20-malah-menyusahkan-pengguna-internet-lambat/">sebelumnya</a> mengenai gmail dan yahoo mail yang terlalu berat diakses pada akses awal. Perhatikan selalu ukuran halaman web anda, karena walaupun tampilan lebih responsif namun pada saat load awal akan memakan waktu yang cukup lama.</li>
<li>Gunakan selalu indikator loading atau status dari ajax. Ajax melakukan request atau biasa disebut callback tanpa memberikan indikator status dengan sendirinya. Programmer harus membuatnya agar mampu memberitahukan apakah request atau callback berhasil, sedang loading, atau gagal. Dengan demikian pengguna tidak melakukan klik atau request berlebihan karena tidak mengetahui apakah dia telah melakukan request atau belum dan juga pengguna tidak menunggu terlalu lama tanpa mengetahui hasilnya.</li>
</ol>
<p>Itulah pendapat saya mengenai pemrograman web dengan ajax. Ada yang tidak setuju? Atau mau menambahkan? Silakan berkomentar, saya tunggu agar artikel ini lebih baik lagi. Terima kasih.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=61&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/05/28/pemrograman-ajax-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial Pembuatan Login Dengan Prado Framework</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2007/11/16/tutorial-pembuatan-login-dengan-prado-framework/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2007/11/16/tutorial-pembuatan-login-dengan-prado-framework/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 04:30:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prado Framework]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Tutorial ini adalah cara authentikasi pada website dan mengatur hak akses per folder per level user. Contoh ini menggunakan kode program yang saya gunakan dalam aplikasi saya. Mudahan bisa membantu semuanya agar lebih mengerti cara pembuatan authentikasi atau sistem login pada website. Sebelum memulai coding di Prado berikut adalah requirement atau kebutuhan dari sistem yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tutorial ini adalah cara authentikasi pada website dan mengatur hak akses per folder per level user. Contoh ini menggunakan kode program yang saya gunakan dalam aplikasi saya. Mudahan bisa membantu semuanya agar lebih mengerti cara pembuatan authentikasi atau sistem login pada website.<span id="more-37"></span></p>
<ol>
<li>Sebelum memulai coding di Prado berikut adalah requirement atau kebutuhan dari sistem yang harus dibuat atau dilakukan:
<ul>
<li>Sistem login menggunakan database MySQL. Pada database terdapat tabel user yang menyimpan data user yang boleh menggunakan sistem ini. Tabel user minimal memiliki 3 kolom yaitu username, password, dan level. Tabel user menggunakan usernamae sebagai primary key. Untuk kolom level memiliki 2 default yaitu member dan admin. Level adalah hak akses dimana user pada suatu level hanya dapat mengakses folder yang dibolehkan.</li>
<li>Pada file konfigurasi aplikasi Prado yaitu file application.xml masukkan module database, auth manager, dan user. Berikut contoh dari file application.xml pada aplikasi saya:
<pre>&lt;?xml version="1.0" encoding="utf-8"?&gt;
&lt;application id="Help Desk" mode="Debug"&gt;
&lt;paths&gt;
&lt;alias id="page" path="pages" /&gt;
&lt;using namespace="page.*" /&gt;
&lt;using namespace="Application.modules.*"/&gt;
&lt;using namespace="Application.database.*" /&gt;
&lt;using namespace="System.Web.UI.ActiveControls.*"/&gt;
&lt;/paths&gt;
&lt;!-- modules configured and loaded for all services --&gt;
&lt;modules&gt;
<span class="xml-hl-brackets">&lt;</span><span class="xml-hl-reserved">module</span><span class="xml-hl-code"> </span><span class="xml-hl-var">class</span><span class="xml-hl-code">=</span><span class="xml-hl-quotes">"</span><span class="xml-hl-string">System.Data.ActiveRecord.TActiveRecordConfig</span><span class="xml-hl-quotes">"</span><span class="xml-hl-code"> </span><span class="xml-hl-var">EnableCache</span><span class="xml-hl-code">=</span><span class="xml-hl-quotes">"</span><span class="xml-hl-string">true</span><span class="xml-hl-quotes">"</span><span class="xml-hl-brackets">&gt;</span><span class="xml-hl-code">
</span><span class="xml-hl-brackets">&lt;</span><span class="xml-hl-reserved">database</span><span class="xml-hl-code"> </span><span class="xml-hl-var">ConnectionString</span><span class="xml-hl-code">=</span><span class="xml-hl-quotes">"my</span><span class="xml-hl-string">sql:host=localhost;dbname=test</span><span class="xml-hl-quotes">"</span><span class="xml-hl-code">
</span><span class="xml-hl-var">Username</span><span class="xml-hl-code">=</span><span class="xml-hl-quotes">"</span><span class="xml-hl-string">dbuser</span><span class="xml-hl-quotes">"</span><span class="xml-hl-code"> </span><span class="xml-hl-var">Password</span><span class="xml-hl-code">=</span><span class="xml-hl-quotes">"</span><span class="xml-hl-string">dbpass</span><span class="xml-hl-quotes">"</span><span class="xml-hl-code"> </span><span class="xml-hl-brackets">/&gt;</span><span class="xml-hl-code">
</span><span class="xml-hl-brackets">&lt;/</span><span class="xml-hl-reserved">module</span><span class="xml-hl-brackets">&gt;</span><span class="xml-hl-code">
</span>&lt;module id="auth"
class="System.Security.TAuthManager"
UserManager="users"
LoginPage="login" /&gt;
&lt;module id="users"
class="System.Security.TDbUserManager"
UserClass="Application.dbuser" /&gt;
&lt;/modules&gt;
&lt;services&gt;
&lt;!-- page service --&gt;
&lt;service id="page" class="TPageService" BasePath="Application.pages" DefaultPage="home"&gt;
&lt;!-- modules configured and loaded when page service is requested --&gt;
&lt;pages MasterClass="Application.layouts.mainlayout"/&gt;
&lt;/service&gt;
&lt;/services&gt;
&lt;/application&gt;</pre>
<p>Pada contoh file diatas yang perlu diperhatikan adalah pada bagian module yang menyimpan settingan database dan authentikasi. Juga pada bagian path dimana terdapat settingan untuk untuk meload class active record pada folder database di folder protected aplikasi.</li>
<li>Pada folder database di dalam folder protected kita membuat file class UserRecord untuk menyimpan konfigurasi tabel user di database. Berikut adalah contoh dari file UserRecord:
<pre>const TABLE='user';public $username;public $password;public $level;

public static function finder($className=__CLASS__)

{

return parent::finder($className);

}

}

?&gt;</pre>
</li>
<li>File class dbuser yang akan menghandle login ke database yang diturunkan dari class TDbUserManager berikut contoh kode class dbuser
<pre>* User Class mengatur data user yang disimpan di session*/class dbUser extends TDbUser{public function createUser($username)

{

// Gunakan Active Record pada tabel user untuk mencari primary key

// username berdasarkan username yang di input

// fungsi ini dipanggil bila login berhasil atau fungsi validate user dibawahnya menghasilkan nilai true

$userRecord=UserRecord::finder()-&gt;findByPk($username);

if($userRecord instanceof UserRecord) // if found

{

$user=new dbUser($this-&gt;Manager);

$user-&gt;Name=$username;  // set username

$user-&gt;Roles=$userRecord-&gt;level; // set role berdasarkan kolom level pada database tabel user

$user-&gt;IsGuest=false;   // the user is not a guest

return $user;

}

else

return null;

}

/**

* Fungsi pengecekan apakah input username dan password valid

* Fungsi ini dipanggil dari halaman login

* parameter string username

* parameter string password

* mengembalikan nilai boolean true bila user valid.

*/

public function validateUser($username,$password)

{

// gunakan UserRecord Active Record untuk mengecek username dan password pada tabel user.

return UserRecord::finder()-&gt;find('username = ? AND password = ?', array($username, $password))!==null;

}

/**

* fungsi pengecekan level user adalah admin

*/

public function getIsAdmin()

{

return $this-&gt;isInRole('admin');

}

/**

* fungsi pengecekan level user adalah member

*/

public function getIsMember(){

return $this-&gt;isInRole('member');

}

}

?&gt;</pre>
<p>Simpan kode di atas ke file dbuser.php dan tempatkan pada folder sesuai settingan pada file application.xml. Dari contoh saya karena saya mengeset lokasi file class dbuser di application yaitu folder protected maka saya menyimpannya pada folder protected di folder aplikasi yang saya buat. Penyimpanan password pada contoh menggunakan clear text untuk memudahkan pengertian. Disarankan untuk menggunakan hash pada password seperti MD5, SHA1, atau tipe hash lainnya.</li>
<li>Folder member dan admin yang diletakkan didalam folder page aplikasi Prado. Di dalam folder member dan admin kita membuat file dengan nama config.xml. File ini untuk mengatur hak akses ke dalam folder tersebut.Contohnya pada folder admin saya membuat file config.xml dengan isi sebagai berikut: File di atas hanya membolehkan folder tersebut diakses oleh user dengan level admin. Untuk folder member kita bisa menggunakan kode yang sama dengan mengganti allow roles menjadi member.</li>
</ul>
</li>
<li>Setelah file konfigurasi, database, dan class dbuser telah selesai maka kita tinggal membuat halaman login. Pada contoh yang saya gunakan saya menggunakan komponen active control sehingga halaman login saya menggunakan AJAX untuk verifikasi login. Anda tinggal mengganti dengan komponen standar yang bukan active control bila tidak ingin menggunakan feature AJAX. Halaman login memerlukan 2 file yaitu file template dan file controller PHP. Berikut adalah contoh file template halaman login:
<pre>&lt;com:TContent ID="right"&gt;&lt;h3&gt;Login&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;com:TLabel  ID="txtLoginStatus"/&gt; &lt;/p&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tr&gt;

&lt;td width="100px"&gt;User Name&lt;/td&gt;

&lt;td&gt;: &lt;com:TTextBox  ID="txtUser"/&gt;

&lt;com:TRequiredFieldValidator ControlToValidate="txtUser" ErrorMessage="Please provide your username." Display="Dynamic" /&gt;

&lt;/td&gt;

&lt;/tr&gt;

&lt;td&gt;Password&lt;/td&gt;

&lt;td&gt;: &lt;com:TTextBox ID="txtPass" TextMode="Password"/&gt;

&lt;/td&gt;

&lt;/table&gt;

&lt;com:TButton ID="btnLogin" OnCommand="checkLogin" Text="Login"/&gt;

&lt;/com:TContent&gt;</pre>
<p>Contoh diatas dengan asumsi bahwa pada file master template layout terdapat komponen TContentPlaceHolder dengan id right contohnya sebagai berikut:</p>
<pre class="code">&lt;com:tcontentplaceholder id="right"/&gt;</pre>
<p>Pada kode template diatas terdapat komponen validator yang mengharuskan user untuk mengisi textbox txtUser, bila tidak pada saat form di submit maka akan dimunculkan error bahwa textbox txtUser harus diisi. Bila tidak ada kesalahan maka pada saat button Login di klik maka akan memanggil function checkLogin pada file controller PHP.</li>
<li>Berikut merupakan contoh kode pada file controller PHP untuk memproses login:
<pre>
class login extends TPage{function checkLogin($sender,$param){

$authManager=$this-&gt;Application-&gt;getModule('auth'); //memanggil module auth atau class dbuser // mengecek username dan password dengan memanggil function login// yang akan menjalankan function validateUser pada class dbuser yang telah kita buat sebelumnya.

if($authManager-&gt;login($this-&gt;txtUser-&gt;Text,$this-&gt;txtPass-&gt;Text)) //if login success

//masukkan fungsi disini untuk menghandle status bila login sukses

if($this-&gt;user-&gt;isAdmin) //mengecek level user, bila admin maka di redirect ke halaman admin

$this-&gt;response-&gt;Redirect('index.php?page=admin.home');

else //bila bukan admin maka dianggap sebagai member dan di redirect ke halaman member

$this-&gt;response-&gt;Redirect('index.php?page=member.home');

else

$this-&gt;txtLoginStatus-&gt;Text="Login Fail"; //masukkan fungsi disini untuk menghandle status bila login gagal

}

public function onLoad($param){

parent::onLoad($param);

//Check apakah sesi user masih aktif bila iya arahkan ke folder sesuai level user

if(if($this-&gt;user-&gt;isMember)

this-&gt;response-&gt;Redirect('index.php?page=member.home');

else

$this-&gt;response-&gt;Redirect('index.php?page=admin.home');

}

}

?&gt;</pre>
<p>Contoh kode diatas akan memproses input username dan password dengan memanggil fungsi login yang juga menjalankan fungsi validateUser yang telah kita buat pada class dbUser. Bila sukses maka user akan didaftarkan pada session beserta level aksesnya kemudian akan diarahkan ke halaman yang telah ditentukan sesuai hak aksesnya.</li>
</ol>
<p>Itulah tutorial authentikasi pada Prado. Contoh diatas hanya contoh sederhana. Masih bisa ditambahkan atau di modifikasi sesuai kebutuhan. Semoga contoh ini bisa membantu dan memperkenalkan Prado pada para programmer web Indonesia. This is Prado Way..</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=37&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2007/11/16/tutorial-pembuatan-login-dengan-prado-framework/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.402 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-07-31 05:06:19 -->
