<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>thinkrooms &#187; web app</title>
	<atom:link href="http://www.thinkrooms.com/tag/web-app/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.thinkrooms.com</link>
	<description>Web Developer, Web Designer, Internet Solution, Network  and System Integration</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 04:43:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Metodologi Pengembangan Aplikasi Web</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2009/06/09/metodologi-pengembangan-aplikasi-web/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2009/06/09/metodologi-pengembangan-aplikasi-web/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 08:08:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[IT Solution]]></category>
		<category><![CDATA[project management]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>
		<category><![CDATA[web app]]></category>
		<category><![CDATA[web develop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Metodologi adalah cara-cara yang digunakan oleh seseorang secara rutin dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Itu menurut pemahaman saya. Kata metodologi banyak digunakan dalam manajemen proyek. Karena kesuksesan proyek juga ditentukan oleh pemilihan metodologi yang akan digunakan dalam proyek itu. Demikian juga dalam proyek pengembangan aplikasi website kita memerlukan metodologi yang tepat agar dapat menghasilkan aplikasi web [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Metodologi adalah cara-cara yang digunakan oleh seseorang secara rutin dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Itu menurut pemahaman saya. Kata metodologi banyak digunakan dalam manajemen proyek. Karena kesuksesan proyek juga ditentukan oleh pemilihan metodologi yang akan digunakan dalam proyek itu. Demikian juga dalam proyek pengembangan aplikasi website kita memerlukan metodologi yang tepat agar dapat menghasilkan aplikasi web sesuai yang diinginkan.</p>
<p>Dalam dunia software engineering, metodologi paling klasik terdiri dari 5 fase yaitu:</p>
<ol>
<li>Fase requirement atau penelusuran kebutuhan, pada fase ini kita mencari tau sebenarnya apa sih yang dibutuhkan, tujuan dari suatu proyek pengembangan aplikasi, dan seperti apa hasil yang diinginkan.</li>
<li>Fase analisa, pada tahapan ini berdasarkan hasil penelusuran kebutuhan maka kita akan memutuskan seperti apa aplikasi yang ingin dibuat, feature apa saja yang diperlukan, masalah yang kemungkinan kita hadapi, apa saja yang kita perlukan dalam proses pengembangan, dsb.</li>
<li>Fase perancangan, pada tahapan ini kita akan membuat rencana atau rancangan mengenai aplikasi yang akan dibuat berdasarkan hasil analisa sebelumnya. Misalnya berdasarkan hasil analisa kita akan membuat aplikasi dengan beberapa feature, nah kita perlu merancang table database yang kira-kira diperlukan untuk feature tersebut. Selain itu sesuai dengan hasil analisa kita membuat tampilan dari aplikasi. Struktur aplikasi yang dibutuhkan kayak bagaimana, fungsi apa saja yang akan dibuat, dsb.</li>
<li>Fase pengembangan, tahapan implementasi hasil dari analisa dan perancangan. Pada tahap ini kita akan menulis kode program sesuai yang telah direncanakan sebelumnya pada fase perancangan. Pada tahapan ini juga dilakukan pengujian terhadap suatu fungsi apakah telah berjalan sesuai yang diinginkan.</li>
<li>Fase installasi, setelah memastikan bahwa semua fungsi telah berjalan baik dan telah memenuhi kriteria yang diinginkan pada fase requirement maka aplikasi akan si setup pada server atau komputer yang akan digunakan untuk menjalankan aplikasi ini.</li>
</ol>
<p>Fase diatas adalah fase standar yang bersifat dinamis. Tidak selamanya tiap fase yang dilewati akan ditinggalkan. Terkadang kita perlu kembali ke fase sebelumnya untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Beberapa fase juga ada yang digabungkan agar lebih sederhana atau dipisahkan agar lebih detail.</p>
<p>Itu tadi metodologi klasik dalam proyek pengembangan aplikasi. Bagaimana dengan proyek pengembangan aplikasi web. Pada dasarnya karena sama-sama mengembangkan aplikasi maka metodologi diatas juga dapat digunakan. Namun terkadang kita memerlukan metodologi khusus yang bagi kita lebih nyaman. Saya sendiri memiliki metode tersendiri dalam proses pengembangan aplikasi web. Namun sebenarnya mengadopsi metodologi diatas namun dengan beberapa perubahan atau hanya perubahan kata-kata agar cocok dengan cara saya.</p>
<p>Berikut adalah metodologi pengembangan web yang biasa saya gunakan:</p>
<ol>
<li>Fase requirement, sama dengan metodologi diatas. Pada fase ini saya mencoba mencari tahu beberapa pertanyaan berikut:
<ul>
<li>apa yang dibutuhkan?</li>
<li>apa tujuan dari aplikasi ini?</li>
<li>apa yang ingin dicapai?</li>
<li>apakah ada referensi atau contoh?</li>
<li>siapa sasaran penggunaan aplikasi ini?</li>
</ul>
<p>Setelah memperoleh jawaban dari pertanyaan itu maka saya baru memulai fase berikutnya.</li>
<li>Fase penentuan feature dan fungsi, pada tahapan ini berdasarkan hasil penelusuran kebutuhan dari aplikasi maka saya menentukan feature dan fungsi apa saja yang akan dibuat untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Feature dibagi menjadi feature utama atau bagian besar terlebih dahulu baru kemudian didefenisikan menjadi bagian yang lebih kecil. Misalnya pada aplikasi CMS salah satu feature utama adalah blog, kemudian feature blog didefenisikan seperti feature tagging, category, comment, dsb. Pada tahapan ini yang perlu diperhatikan adalah apakah daftar feature dan fungsi yang dibuat telah memenuhi kebutuhan yang diinginkan.</li>
<li>Fase pengumpulan data, konten, gambar, dan file lain yang dibutuhkan dalam pengembangan aplikasi. Berdasarkan daftar feature dan fungsi yang akan dikembangkan maka saya akan mengumpulkan data-data dan file yang diperlukan untuk feature dan fungsi tersebut.</li>
<li>Fase analisa dan perancangan, pada tahapan ini saya mencoba menganalisa data yang telah dikumpulkan pada tahapan sebelumnya dan menuangkan hasil analisa kedalam sebuah rancangan. Misalnya berdasarkan feature yang ada maka saya merancang tabel database yang dibutuhkan oleh tiap feature. Berdasarkan konten dan data  yang ada saya juga melakukan perancangan tampilan aplikasi. Selain itu saya juga menyusun struktur aplikasi seperti menu, sitemap, dsb.</li>
<li>Fase coding, pada tahapan ini saya memulai menulis kode program. Biasanya dimulai dengan mengubah template dari file image Firework ke html. Setelah itu membuat kerangka aplikasi seperti struktur folder dan file dan memulai pengembangan fungsi untuk tiap feature.</li>
<li>Fase setup and testing, pada tahapan ini saya melakukan setup di server dimana aplikasi web nanti akan akan dijalankan. Tentu setelah melakukan testing di komputer lokal terlebih dahulu dan memastikan bahwa semua fungsi berjalan baik. Pada server juga akan dilakukan testing untuk memastikan aplikasi dapat berjalan baik pada server tersebut. Pada tahapan ini juga akan dilakukan beta test dimana beberapa orang akan mencoba menggunakan aplikasi dan memberikan komentar atau feedback terkait dengan fungsi aplikasi.</li>
<li>Fase launching, pada fase ini setelah dipastikan aplikasi berjalan baik pada server maka saya akan melakukan sosialisasi baik di dunia nyata atau maya. Beberapa diantaranya adalah melakukan posting di forum, aplikasi social network seperti facebook, membuat posting di blog, dan sosialisasi lainnya.</li>
</ol>
<p>Itulah metodologi yang saya gunakan dalam pengembangan aplikasi web. Seperti sebelumnya tiap fase tidak bersifat mengikat tapi sebisa mungkin mengikuti alur yang ada. Sebenarnya metodologi diatas juga saya adaptasi dari salah satu metode <a title="Agile Software Development" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Agile_software_development" target="_blank">Agile Development</a> yaitu <a title="Feature Driven Development" href="http://www.featuredrivendevelopment.com/" target="_blank">Feature Driven Development(FDD)</a>. FDD merupakan metode pengembangan aplikasi yang mengfokuskan pada feature atau fungsi yang ingin dikembangkan.</p>
<p>Pada dasarnya metodologi dikembangkan untuk membuat hasil suatu pekerjaan menjadi lebih baik. Namun tentu metodologi yang anda gunakan harus sesuai dengan diri anda sendiri. Gunakan metodologi yang paling nyaman menurut anda dan lihat apakah hasil yang dicapai lebih baik. Bila tidak pertimbangkan metodologi lain namun tetap cocok dengan anda.</p>
<h3>Referensi:</h3>
<ul>
<li><a href="http://www.martinbauer.com/articles/fdd_web_development" target="_blank">http://www.martinbauer.com/articles/fdd_web_development</a></li>
<li><a href="http://www.sitepoint.com/article/successful-development/" target="_blank">http://www.sitepoint.com/article/successful-development/</a></li>
<li><a href="http://www.greynium.com/services/web-development-methodology.html" target="_blank">http://www.greynium.com/services/web-development-methodology.html</a></li>
</ul>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=143&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2009/06/09/metodologi-pengembangan-aplikasi-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bikin komik dengan aplikasi web 2.0 di pixton.com</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/10/28/bikin-komik-dengan-aplikasi-web-20-di-pixtoncom/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/10/28/bikin-komik-dengan-aplikasi-web-20-di-pixtoncom/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 14:20:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Review]]></category>
		<category><![CDATA[Flash]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[web app]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/2008/10/28/bikin-komik-dengan-aplikasi-web-20-di-pixtoncom/</guid>
		<description><![CDATA[Komik adalah cerita bergambar 2 dimensi yang biasanya digambar dengan tangan atau dengan bantuan aplikasi komputer seperti Corel Draw, Adobe Photoshop, atau aplikasi grafis lainnya. Kalau sekarang sih biasanya komik digambar sketsanya di kertas dulu kemudian di scan, dan diberi warna di Adobe Photoshop atau aplikasi sejenis. Tapi pernah kepikiran gak bikin komik instan cuma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Komik adalah cerita bergambar 2 dimensi yang biasanya digambar dengan tangan atau dengan bantuan aplikasi komputer seperti Corel Draw, Adobe Photoshop, atau aplikasi grafis lainnya. Kalau sekarang sih biasanya komik digambar sketsanya di kertas dulu kemudian di scan, dan diberi warna di Adobe Photoshop atau aplikasi sejenis. Tapi pernah kepikiran gak bikin komik instan cuma dalam waktu 10 menit dan gak butuh sketsa atau aplikasi grafis. Cukup dengan klik, drag, dan ketik teks jadi deh komiknya.</p>
<p>Adalah <a title="Pixton" href="http://pixton.com" target="_blank">pixton.com</a> yang membuat aplikasi web 2.0 berbasis Adobe Flash yang memungkinkan kita membuat komik secara instan. Tekniknya cukup menarik dan memudahkan kita dalam membuat komik. Orang yang tidak kenal dunia pembuatan komik juga dengan mudah memahami cara penggunaan aplikasi ini. Berikut adalah cara membuat komik dengan aplikasi <a title="Pixton" href="http://pixton.com" target="_blank">pixton.com</a>:</p>
<ol>
<li>Untuk memulai kita diberi pilihan apakah ingin membuat komik dari template atau membuatnya dari awal. Membuat komik dari templete lebih mudah karena kita tinggal mengedit template komik yang telah ada. Kita tinggal memilih template yang mana yang kira-kira mirip dengan cerita kita. Namun bila cerita template tidak ada yang mirip atau kita ingin membuatnya dari awal maka pilih metode advance dimana kita akan membuat komik dari awal.</li>
<li>Konsep membuat dari awal sangat sederhana. Kita akan membuat komik scene demi scene. Scene adalah satu gambar yang merupakan bagian dari cerita kita. Untuk memulai terlebih dahulu kita memilih background. Kita dapat memilih beragam background sesuai cerita kita misalnya background di kamar, di taman, di kantor, di ruang tamu, dan background lainnya.</li>
<li>Selanjutnya adalah memasukkan karakter atau tokoh. Ada 2 karakter dasar yang tersedia yaitu manusia dan binatang. Untuk manusia kita dapat memilih manusia yang biasanya secara default atau standar berupa laki-laki. Namun bila kita dapat mengubah karakter manusia ini sesuai keinginan. Misalnya untuk mengubahnya menjadi perempuan cukup mengubah model rambut, bentuk badan, dan lain-lain. Kita juga dapat menambahkan asesoris seperti topi, kacamata, sepatu, dan lain-lain.</li>
<li>Setelah karakter tersebut masuk kita bisa memilih gaya atau posisi tubuh dari karakter tersebut. Apakah duduk, berdiri, lari, tidur, dan posisi lainnya.</li>
<li>Kita juga dapat menambahkan beberapa benda lainnya untuk menambah detail dari komik kita.</li>
<li>Yang terakhir adalah memasukkan teks. Teks ada 3 macam yaitu teks yang menandakan karakter kita berbicara, berpikir, dan keterangan singkat komik. Seperti komik biasa bentuknya adalah lingkaran, atau gelembung.</li>
</ol>
<p>Berikut adalah contoh komik buatan saya di <a title="Pixton" href="http://pixton.com" target="_blank">pixton.com</a></p>
<p><a href="http://pixton.com/comic/rtlzbk1k" target="_blank"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" title="tersesat di jakarta" src="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/tersesatdijakarta.png" border="0" alt="tersesat di jakarta" width="594" height="408" /></a></p>
<p>Ini lebih jelas silakan klik pada gambar diatas. Sekarang dengan adanya kemudahan dalam membuat komik, tinggal kreatifitas anda untuk berkarya dan menciptakan karya dan cerita yang unik dan menarik. Anda bisa melihat komik karya pengguna pixton lainnya di web pixton. Selamat mencoba</p>
<h3>Link:</h3>
<p><a href="http://pixton.com">http://pixton.com</a></p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=99&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/10/28/bikin-komik-dengan-aplikasi-web-20-di-pixtoncom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Plurk, microblogging untuk mencatat  dan berbagi aktifitas anda</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/07/11/plurk-microblogging-untuk-mencatat-dan-berbagi-aktifitas-anda/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/07/11/plurk-microblogging-untuk-mencatat-dan-berbagi-aktifitas-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 04:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Review]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[web app]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin anda sudah pernah mencoba twitter atau layanan sejenis lokal yaitu kronologger. Pada intinya mereka memberikan layanan untuk mencatat kegiatan dan aktifitas penggunanya dan bisa dipublish agar dapat diakses oleh pengguna lainnya. Biasanya layanan ini cocok digunakan oleh para selebritis dan publik figur lainnya dimana para penggemarnya dapat mengikuti aktifitas harian dari sang publik figur. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin anda sudah pernah mencoba <a title="twitter" href="http://www.twitter.com" target="_blank">twitter</a> atau layanan sejenis lokal yaitu <a title="kronologger" href="http://kronologger.com/" target="_blank">kronologger</a>. Pada intinya mereka memberikan layanan untuk mencatat kegiatan dan aktifitas penggunanya dan bisa dipublish agar dapat diakses oleh pengguna lainnya. Biasanya layanan ini cocok digunakan oleh para selebritis dan publik figur lainnya dimana para penggemarnya dapat mengikuti aktifitas harian dari sang publik figur.</p>
<p>Salah satu layanan yang mirip dengan <a title="twitter" href="http://www.twitter.com" target="_blank">twitter</a> dan <a title="kronologger" href="http://kronologger.com/" target="_blank">kronologger</a> adalah <a title="plurk" href="http://www.plurk.com" target="_blank">Plurk</a>. Plurk memberikan layanan yang sama untuk mencatat aktifitas harian dari penggunanya. Untuk mengupdate aktifitas bisa dilakukan dengan beragam cara seperti melalui website, IM, dan SMS. Namun berbeda dengan layanan lainnya adalah Plurk memberikan tampilan aktifitas penggunanya dalam bentuk timeline. Timeline adalah semacam horizontal list yang menampilkan data secara horizontal  sesuai dengan waktu dari aktifitas tersebut. Timeline ini bisa digeser dari kiri ke kanan dan sebaliknya sehingga memudahkan untuk membacanya walaupun aktifitas yang ditampilkan cukup banyak. Bila scrolling ke kanan memiliki data aktifitas yang belum di load maka Plurk akan meloadnya dengan AJAX sehingga data akan ditampilkan tanpa me-refresh seluruh halaman web.</p>
<p><a href="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/plurk.jpg"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" title="plurk timeli" src="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/plurk-thumb.jpg" border="0" alt="plurk timeli" width="548" height="196" /></a></p>
<p>Berbeda dengan twitter dan kronologger yang menampilkan daftar aktifitas dalam bentuk vertical list. dimana daftar aktifitas diurut dari atas ke bawah berdasarkan waktu aktifitas. Dengan bentuk horizontal list yang bisa digeser akan membantu kita dalam melacak aktifitas harian yang ditampilkan. Plurk juga memiliki feature social networking dasar yaitu menambahkan teman ke account kita. Kita juga dapat mengeset account kita apakah bersifat publik atau privat dimana bila bersifat privat akan mencegah pengguna lain untuk melihat aktifitas kita. Yang menarik juga adalah teman kita dapat berkomentar pada aktifitas kita sehingga kita dapat mengetahui respon teman kita untuk tiap aktifitas yang kita publish.</p>
<p>Untuk membagi aktifitas kedalam kategori maka Plurk memiliki feature yang disebut Qualifiers yaitu color code yang akan menampilkan warna aktifitas yang berbeda untuk tiap aktifitas yang termasuk dalam feels, thinks, loves, atau was. Feature ini memudahkan kita membaca aktifitas yang dilakukan termasuk kategori mana.</p>
<p>Layanan plurk bersifat gratis seperti kebanyakan layanan web 2.0 lainnya. Sehingga dengan mudah kita mencoba dan membandingkan dengan layanan sejenis. Dengan perbedaan feature dan layanan maka tergantung anda memilih menggunakan yang mana. Karena akan merepotkan bila kita harus menggunakan banyak layanan yang sejenis.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=72&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/07/11/plurk-microblogging-untuk-mencatat-dan-berbagi-aktifitas-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengirimkan pesan rahasia yang akan hilang bila sudah terbaca dengan Privnote</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/07/06/mengirimkan-pesan-rahasia-yang-akan-hilang-bila-sudah-terbaca-dengan-privnote/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/07/06/mengirimkan-pesan-rahasia-yang-akan-hilang-bila-sudah-terbaca-dengan-privnote/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 06:49:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Web Review]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[web app]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Anda sudah pernah menonton Mission Impossible 2 dimana Keanu Reeves menerima pesan visual di kacamata Oaklay namun beberapa detik setelah terbaca kacamata tersebut hancur dengan sendirinya untuk menghilangkan isi dari pesan visual itu. Dengan demikian kita mengambil kesimpulan bahwa pesan tersebut sangat berbahaya bila sampai jatuh di pihak lain. Menurut anda apakah kita punya pesan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda sudah pernah menonton Mission Impossible 2 dimana Keanu Reeves menerima pesan visual di kacamata Oaklay namun beberapa detik setelah terbaca kacamata tersebut hancur dengan sendirinya untuk menghilangkan isi dari pesan visual itu. Dengan demikian kita mengambil kesimpulan bahwa pesan tersebut sangat berbahaya bila sampai jatuh di pihak lain. Menurut anda apakah kita punya pesan yang begitu rahasia sehingga harus dihancurkan atau dihilangkan bila sudah terbaca?</p>
<p>Bagaimana ya bila kita punya pesan rahasia seperti itu? Kalau anda mengirimkan pesan rahasia melalui sms, email, apalagi surat kertas maka dapat dipastikan bahwa pesan tersebut tidak akan menjadi rahasia karena masih ada banyak kemungkinan pesan tersebut jatuh ke pihak lain yang tidak kita inginkan. Walaupun kita memberi tahu penerima pesan agar segera menghilangkan pesan tersebut namun tidak menjamin karena kelalaian adalah bagian dari sifat manusia. Apakah ada cara lain?</p>
<p><a href="https://privnote.com">Privnote</a> memberi jawaban. Salah satu layanan web yang bisa dikategorikan layanan Web 2.0 ini memberikan layanan kepada penggunanya untuk mengirimkan pesan ke pengguna internet lainnya dengan cara yang mirip dengan pesan yang diterima Keanu Reeves di Mission Impossible 2. Pesan akan hilang dengan sendirinya sesaat setelah terbaca. Berikut adalah tampilan dari <a href="https://privnote.com">Privnote</a></p>
<p><a href="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/2008/07/privnote.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-68" title="privnote" src="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/2008/07/privnote-300x188.jpg" alt="privnote screenshot" width="300" height="188" /></a></p>
<p>Seperti anda lihat pada gambar diatas bahwa cara kerjanya sangatlah sederhana. Yaitu cukup menulis pesan rahasia di inputan yang disediakan dan anda akan diberikan link yang hanya dibaca oleh orang yang anda berikan. Kemungkinan link tersebut terbaca oleh orang lain adalah mungkin, oleh karena itu segeralah kirimkan link tersebut ke orang yang anda inginkan. Sebaiknya menggunakan sms karena akan lebih cepat terbaca oleh rekan anda.  Setelah rekan anda membuka link tersebut dan  membaca pesan didalamnya maka segera pesan tersebut akan terhapus dari sistem secara otomatis. Atau bila anda ingin menghapus pesan tersebut sebelum terbaca oleh penerima link maka buka saja sendiri link tersebut dan segera akan terhapus sebelum si penerima link membuka pesan anda. Hasilnya walaupun link tersebut bocor ke orang lain namun pesan tersebut tidak dapat dibaca isinya karena telah terhapus dari sistem. Aman bukan? Sungguh menarik digunakan untuk pesan-pesan yang sifatnya sangat rahasia. Dan satu lagi seperti layanan Web 2.0 lainnya, layanan ini bersifat gratis.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=67&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/07/06/mengirimkan-pesan-rahasia-yang-akan-hilang-bila-sudah-terbaca-dengan-privnote/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.335 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-07-31 05:13:55 -->
