<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>thinkrooms &#187; tips</title>
	<atom:link href="http://www.thinkrooms.com/tag/tips/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.thinkrooms.com</link>
	<description>Web Developer, Web Designer, Internet Solution, Network  and System Integration</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 04:43:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Konsep kantor untuk freelancer</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2009/11/08/konsep-kantor-untuk-freelancer/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2009/11/08/konsep-kantor-untuk-freelancer/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 04:43:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Freelance]]></category>
		<category><![CDATA[freelancer]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Freelancer kebanyakan tidak punya kantor tetap. Mereka biasanya bekerja di rumah atau berpindah-pindah tempat seperti kafe atau tempat yang bisa untuk bekerja. Kebebasan ini memang merupakan salah satu daya tarik menjadi freelancer. Karena dengan demikian kita tidak mudah jenuh dengan pekerjaan karena tiap hari bisa memilih tempat kerja yang kita inginkan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Freelancer kebanyakan tidak punya kantor tetap. Mereka biasanya bekerja di rumah atau berpindah-pindah tempat seperti kafe atau tempat yang bisa untuk bekerja. Kebebasan ini memang merupakan salah satu daya tarik menjadi freelancer. Karena dengan demikian kita tidak mudah jenuh dengan pekerjaan karena tiap hari bisa memilih tempat kerja yang kita inginkan.</p>
<p>Tapi hal ini terkadang membuat seorang freelancer menjadi kurang produktif. Tidak adanya tempat khusus untuk nyaman dan fokus untuk bekerja membuat seorang freelancer tidak mencapai produktifitas maksimalnya. Contohnya, bila bekerja di rumah gangguan dari keluarga terkadang menyita waktu freelancer. Asumsi anggota keluarga yang melihat kita ada di rumah terkadang menganggap freelancer bisa dimintai tolong ini itu. Apakah kita tega menolak orang tua yang meminta tolong untuk membelikan sesuatu di luar rumah pada saat panas terik pada siang hari? Kalau saya tidak bisa, entah dengan anda. Atau godaan untuk bermalas-malasan dan melakukan hal lain diluar pekerjaan yang sangat besar ada dirumah. Kasur dan sofa empuk sangat menggoda dibandingkan kursi kerja. TV dan game terkadang lebih memanggil dibandingkan dengan Netbeans dan Adobe Firework untuk membuat website. Bekerja di kafe juga memiliki waktu terbatas, saya paling lama betah di kafe sendiri kisaran 4-5 jam atau sampai MacBook Unibody padam karena kehabisan power. Terkadang pengunjung yang rame juga mengganggu konsentrasi pada saat kita sedang fokus. Saya juga tidak nyaman meninggalkan laptop dan tas sendiri untuk ke toilet.</p>
<p>Berawal dari gambaran diatas terpikirlah ide kenapa kita tidak mempunyai kantor seperti pegawai yang lainnya. Kantor dimana kitalah yang menjadi bos. Konsepnya adalah adanya rumah yang disetup menjadi kantor lengkap dengan furniture kantoran seperti meja, laci, kursi, dan komputer. Meja kantor disetup menjadi kubikel yang masih memberikan kesan luas namun tetap ada privasi. Dalam satu rumah kantor mungkin disediakan 10 meja yang digunakan oleh freelancer namun para freelancer ini tidak harus mempunyai hubungan kerja walaupun dalam satu kantor. Jadi mereka akan sibuk dengan pekerjaan masing-masing di meja sendiri tanpa mengganggu para freelancer lainnya.</p>
<p>Kantor ini juga akan dilengkapi fasilitas kantor seperti ac, internet 24 jam, air mineral, dan ruang refreshing serta office boy yang siap melayani para freelancer. Ruang refreshing adalah ruang dimana pekerja bisa bersantai melepaskan penat atau beristirahat sejenak mencari ispirasi ini. Ruang refreshing bisa dilengkapi dengan TV, sofa empuk, kopi, atau bahkan game console seperti Playstation atau Wii. Para freelancer tetap bertanggung jawab terhadap pekerjaan masing-masing tanpa mengganggap ruang refreshing sebagai godaan untuk meninggalkan pekerjaan.</p>
<p>Konsep ini akan membantu para freelancer meningkatkan produktifitas mereka karena mereka akan lebih fokus dalam pekerjaan. Meminimalisasi gangguan dari orang lain, mengurangi godaan bermalas-malasan, bekerja selama 8 jam perhari atau lebih merupakan hal-hal yang dapat membantu seorang freelancer mencapai produktifitas maksimal. Dan hasilnya penghasilan lebih. Bukankah freelancer yang bekerja dengan sistem proyek akan berpenghasilan lebih kalau dia mampu lebih produktif? Berbeda dengan pegawai bergajian bulanan yang sekeras apapun dia bekerja gaji bulanan tetap berjumlah demikian, mungkin ditambah lembur yang tentu nilainya tidak melebihi gaji bulanan.</p>
<p>Berapa biaya yang diperlukan? Tentu untuk meng-setup kantor dengan furniture kantor yang bagus dan komputer yang nyaman digunakan butuh biaya tidak murah. Belum biaya kontrak rumah yang tidak sedikit. Untuk satu meja saja mungkin bisa memakan biaya sekitar 3-5 juta. Belum komputernya yang mungkin berharga kisaran 4-5 juta. Jadi misalnya untuk membuat 10 meja kerja dalam 1 rumah mungkin akan membutuhkan biaya sekitar 70-100 juta. Belum termasuk sewa rumah dan biaya operasional tiap bulan seperti air, listrik, gaji office boy dan koneksi internet. Sewa rumah setahun sekitar 15-20juta di Bandung dan untuk air listrik bisa sekitar 1,2juta perbulan yang kalau rata-rata selama setahun membutuhkan biaya kasar sekitar 3-5juta per bulan. Dengan demikian untuk 1 rumah kalau diperkirakan 1 juta per freelancer tiap bulan akan mampu mengembalikan modal dalam 1,5 tahun. Namun untuk jangka panjang mungkin tanpa terlalu memperhitungkan modal furniture dan komputer biaya sekitar 500-800 ribu per freelancer tiap bulannya cukup untuk mengembalikan modal untuk tahun ke 3 atau ke 4. Selanjutnya bisa untung sekitar 3 &#8211; 6 juta per bulan untuk 1 rumah.</p>
<p>Kalau menurut saya sih biaya 500 &#8211; 800 ribu cukup untuk meningkatkan produktifitas saya 100% dibandingkan kerja di rumah atau di kafe. Toh kalau tidak ada kendala hasil mungkin bisa ikut meningkat hingga 100% juga. Karena kalau dibandingkan saya harus bekerja di kafe dan membayar 50.000 per hari untuk 4-5 jam kerja dan dikalkulai 20 hari kerja dalam sebulan toh biaya juga mencapai 1 juta rupiah. Sama saja bukan tapi tingkat produktifitas yang berbeda.</p>
<p>Untuk merealisasikan hal ini tentu butuh dukungan para investor dan freelancer yang siap menjadi konsumen, apakah mereka tertarik dengan konsep kantor freelancer ini? Kalau anda freelancer dan tertarik untuk bekerja di kantor dengan konsep seperti di atas mohon komentarnya agar kita dapat merealisasikan ide ini. Terima kasih.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=155&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2009/11/08/konsep-kantor-untuk-freelancer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips memulai karir sebagai freelancer</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/10/31/tips-memulai-karir-sebagai-freelancer/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/10/31/tips-memulai-karir-sebagai-freelancer/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 07:17:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[freelancer]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Saya memulai karir sebagai full freelancer kurang lebih sekitar 1 tahun lalu. Hasilnya bisa dibilang cukup untuk usaha saya. Pada dasarnya saya tidak terlalu giat mencari proyek dan terkadang dalam sebulan malah sibuk dengan proyek pribadi. Namun buat saya start awal menjadi freelancer cukup membuat saya puas karena dalam sebulan saya mendapat beberapa client bahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya memulai karir sebagai full freelancer kurang lebih sekitar 1 tahun lalu. Hasilnya bisa dibilang cukup untuk usaha saya. Pada dasarnya saya tidak terlalu giat mencari proyek dan terkadang dalam sebulan malah sibuk dengan proyek pribadi. Namun buat saya start awal menjadi freelancer cukup membuat saya puas karena dalam sebulan saya mendapat beberapa client bahkan ada yang cukup loyal. Karena itu saya ingin berbagi tips agar bisa memulai karir freelance dengan baik. Berikut tips saya:</p>
<ol>
<li>Sebelum memulai ada beberapa kriteria yang yang sebaiknya anda penuhi agar mempermudah karir anda sebagai freelancer. Bukan syarat mutlak namun sangat berpengaruh akan kemajuan karir freelancer anda. Syarat tersebut antara lain:
<ul>
<li>Menguasai bahasa Inggris, minimal baca tulis. Kalau tidak anda akan kesulitan untuk berkomunikasi dengan client anda.</li>
<li>Memiliki skill yang cukup untuk bersaing dengan freelancer lainnya. Anda harus mempunyai kemampuan yang dapat diandalkan sebelum masuk ke dunia freelancer karena bila anda mengecewakan klien maka akan berdampak pada reputasi anda seterusnya.</li>
<li>Akses internet yang lancar karena semua pekerjaan dan komunikasi melalui internet maka hampir dipastikan syarat ini harus dipenuhi.</li>
<li>Memiliki website sendiri sebagai portofolio anda sehingga klien dengan mudah mengetahui siapa anda. Tidak mutlak tapi sangat membantu untuk meyakinkan klien bahwa anda adalah orang yang dia cari.</li>
</ul>
</li>
<li>Daftar ke website penyedia project. Daftar web yang bisa dicoba bisa lihat di tulisan saya sebelumnya <a href="http://www.thinkrooms.com/2008/10/21/website-untuk-para-creative-freelancer/" target="_blank">“Website untuk para creative freelancer”</a>. Untuk permulaan saya menyarankan menggunakan getafreelancer.com(GAF) karena banyak proyek kecil yang bisa anda coba ikuti. Selain ga ribet harus test, bikin proposal, dan prosedur lainnya yang banyak digunakan di website lain GAF juga tidak terlalu membatasi freelancer dalam jumlah mengikuti penawaran proyek. Tidak seperti website lain yang sangat membatasi jumlah keikutsertaan dalam penawaran proyek untuk account gratis. Untuk memiliki kesempatan lebih ikut dalam penawaran anda harus membayar sekian dollar untuk website lainnya.</li>
<li>Setelah mendaftar, silakan cari proyek yang anda ingin ikuti. Berikut adalah saran dalam memilih proyek:
<ul>
<li>Pilih proyek yang pasti bisa anda selesaikan. Kalau perlu lakukan riset terlebih dahulu sebelum mengikuti penawaran.</li>
<li>Jangan tamak dan langsung ikut menawar pada proyek bernilai besar. Mulailah dengan proyek kecil dengan tujuan mengumpulkan review dan feedback dari client sebanyak mungkin.</li>
<li>Baca secara detail requirement proyek dan pastikan anda memahami apa yang diinginkan oleh pemilik proyek.</li>
<li>Sebaiknya anda memilih spesialis anda, misalnya anda spesialis WordPress, Drupal, atau CMS lainnya. Dengan demikian anda memiliki feedback yang sesuai dengan spesialis anda dan lebih meyakinkan klien lain bila anda menawar proyek serupa yang pernah anda kerjakan sebelumnya.</li>
</ul>
</li>
<li>Setelah memilih proyek, saatnya membujuk klien anda agar memilih anda dalam mengerjakan proyek miliknya. Caranya bisa seperti berikut:
<ul>
<li>Perkenalkan secara singkat diri anda dan kemampuan anda.</li>
<li>Yakinkan klien bahwa anda mengerti apa yang klien anda inginkan.</li>
<li>Berikan saran atau ide yang dapat membuat proyek klien jadi lebih baik.</li>
<li>Tunjukkan apa yang pernah anda buat sebelumnya, sebaiknya tunjukkan karya anda yang kira-kira mirip dengan proyek yang anda tawar.</li>
</ul>
</li>
<li>Bila klien anda tertarik dan membalas pesan anda. Jangan sia-siakan kesempatan. Bujuk rayu dan yakinkan klien bahwa anda tidak akan mengecewakan klien. Namun pastikan requirement, prosedur pengerjaan, biaya, dan pembayaran telah jelas sebelum anda deal dengan klien anda.</li>
<li>Selamat, anda terpilih untuk mengerjakan proyek ini. Bila email pemberitahuan telah sampai di inbox anda, anda harus segera menyiapkan segala sesuatunya untuk memulai proyek anda. Anda bisa menggunakan beberapa tool kolaborasi untuk memudahkan komunikasi dengan klien anda.</li>
<li>Selama pengerjaan proyek, pastikan klien anda mengetahui apa yang anda sedang kerjakan. Minimal 3 hari sekali anda memberikan laporan kepada klien anda. Makin sering makin baik, misalya sehari sekali.</li>
<li>Minta review dan komentar klien anda untuk proyek yang sedang anda kerjakan. Misalnya selesai bagian tampilan, tanyakan komentarnya agar bila ada perubahan tidak perlu dilakukan perubahan besar-besaran bila hal ini anda lakukan di akhir proyek.</li>
<li>Pastikan permintaan klien selama pengerjaan proyek tidak melenceng dari requirement proyek. Bila hanya perubahan kecil maka bisa saja anda penuhi, namun bila perubahan termasuk besar mungkin anda bisa mengajukan perubahan anggaran biaya proyek.</li>
<li>Pastikan klien anda puas dengan pekerjaan anda dengan menyelesaikan proyek tepat waktu dan sesuai dengan requirement proyek. Karena besar kemungkinan klien anda akan meminta anda melakukan pekerjaan lain bila ia puas dengan pekerjaan anda.</li>
</ol>
<p>Demikianlah tips dari saya dalam memulai karir freelance anda. Karena besar kemungkinan bila anda tidak memulai dengan baik dan anda merasakan kegagalan dengan freelance maka anda dapat saja trauma dan tidak ingin melakukannya lagi. Padahal bisa saja kegagalan tersebut bukan karena ketidakmampuan anda, akan tetapi hanya karena kekurangtauan anda bagaimana memulainya dengan baik. Selamat mencoba.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=109&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/10/31/tips-memulai-karir-sebagai-freelancer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.308 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-07-31 04:43:55 -->
