<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>thinkrooms &#187; IT Solution</title>
	<atom:link href="http://www.thinkrooms.com/tag/it-solution/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.thinkrooms.com</link>
	<description>Web Developer, Web Designer, Internet Solution, Network  and System Integration</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 04:43:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Metodologi Pengembangan Aplikasi Web</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2009/06/09/metodologi-pengembangan-aplikasi-web/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2009/06/09/metodologi-pengembangan-aplikasi-web/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 08:08:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[IT Solution]]></category>
		<category><![CDATA[project management]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>
		<category><![CDATA[web app]]></category>
		<category><![CDATA[web develop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Metodologi adalah cara-cara yang digunakan oleh seseorang secara rutin dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Itu menurut pemahaman saya. Kata metodologi banyak digunakan dalam manajemen proyek. Karena kesuksesan proyek juga ditentukan oleh pemilihan metodologi yang akan digunakan dalam proyek itu. Demikian juga dalam proyek pengembangan aplikasi website kita memerlukan metodologi yang tepat agar dapat menghasilkan aplikasi web [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Metodologi adalah cara-cara yang digunakan oleh seseorang secara rutin dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Itu menurut pemahaman saya. Kata metodologi banyak digunakan dalam manajemen proyek. Karena kesuksesan proyek juga ditentukan oleh pemilihan metodologi yang akan digunakan dalam proyek itu. Demikian juga dalam proyek pengembangan aplikasi website kita memerlukan metodologi yang tepat agar dapat menghasilkan aplikasi web sesuai yang diinginkan.</p>
<p>Dalam dunia software engineering, metodologi paling klasik terdiri dari 5 fase yaitu:</p>
<ol>
<li>Fase requirement atau penelusuran kebutuhan, pada fase ini kita mencari tau sebenarnya apa sih yang dibutuhkan, tujuan dari suatu proyek pengembangan aplikasi, dan seperti apa hasil yang diinginkan.</li>
<li>Fase analisa, pada tahapan ini berdasarkan hasil penelusuran kebutuhan maka kita akan memutuskan seperti apa aplikasi yang ingin dibuat, feature apa saja yang diperlukan, masalah yang kemungkinan kita hadapi, apa saja yang kita perlukan dalam proses pengembangan, dsb.</li>
<li>Fase perancangan, pada tahapan ini kita akan membuat rencana atau rancangan mengenai aplikasi yang akan dibuat berdasarkan hasil analisa sebelumnya. Misalnya berdasarkan hasil analisa kita akan membuat aplikasi dengan beberapa feature, nah kita perlu merancang table database yang kira-kira diperlukan untuk feature tersebut. Selain itu sesuai dengan hasil analisa kita membuat tampilan dari aplikasi. Struktur aplikasi yang dibutuhkan kayak bagaimana, fungsi apa saja yang akan dibuat, dsb.</li>
<li>Fase pengembangan, tahapan implementasi hasil dari analisa dan perancangan. Pada tahap ini kita akan menulis kode program sesuai yang telah direncanakan sebelumnya pada fase perancangan. Pada tahapan ini juga dilakukan pengujian terhadap suatu fungsi apakah telah berjalan sesuai yang diinginkan.</li>
<li>Fase installasi, setelah memastikan bahwa semua fungsi telah berjalan baik dan telah memenuhi kriteria yang diinginkan pada fase requirement maka aplikasi akan si setup pada server atau komputer yang akan digunakan untuk menjalankan aplikasi ini.</li>
</ol>
<p>Fase diatas adalah fase standar yang bersifat dinamis. Tidak selamanya tiap fase yang dilewati akan ditinggalkan. Terkadang kita perlu kembali ke fase sebelumnya untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Beberapa fase juga ada yang digabungkan agar lebih sederhana atau dipisahkan agar lebih detail.</p>
<p>Itu tadi metodologi klasik dalam proyek pengembangan aplikasi. Bagaimana dengan proyek pengembangan aplikasi web. Pada dasarnya karena sama-sama mengembangkan aplikasi maka metodologi diatas juga dapat digunakan. Namun terkadang kita memerlukan metodologi khusus yang bagi kita lebih nyaman. Saya sendiri memiliki metode tersendiri dalam proses pengembangan aplikasi web. Namun sebenarnya mengadopsi metodologi diatas namun dengan beberapa perubahan atau hanya perubahan kata-kata agar cocok dengan cara saya.</p>
<p>Berikut adalah metodologi pengembangan web yang biasa saya gunakan:</p>
<ol>
<li>Fase requirement, sama dengan metodologi diatas. Pada fase ini saya mencoba mencari tahu beberapa pertanyaan berikut:
<ul>
<li>apa yang dibutuhkan?</li>
<li>apa tujuan dari aplikasi ini?</li>
<li>apa yang ingin dicapai?</li>
<li>apakah ada referensi atau contoh?</li>
<li>siapa sasaran penggunaan aplikasi ini?</li>
</ul>
<p>Setelah memperoleh jawaban dari pertanyaan itu maka saya baru memulai fase berikutnya.</li>
<li>Fase penentuan feature dan fungsi, pada tahapan ini berdasarkan hasil penelusuran kebutuhan dari aplikasi maka saya menentukan feature dan fungsi apa saja yang akan dibuat untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Feature dibagi menjadi feature utama atau bagian besar terlebih dahulu baru kemudian didefenisikan menjadi bagian yang lebih kecil. Misalnya pada aplikasi CMS salah satu feature utama adalah blog, kemudian feature blog didefenisikan seperti feature tagging, category, comment, dsb. Pada tahapan ini yang perlu diperhatikan adalah apakah daftar feature dan fungsi yang dibuat telah memenuhi kebutuhan yang diinginkan.</li>
<li>Fase pengumpulan data, konten, gambar, dan file lain yang dibutuhkan dalam pengembangan aplikasi. Berdasarkan daftar feature dan fungsi yang akan dikembangkan maka saya akan mengumpulkan data-data dan file yang diperlukan untuk feature dan fungsi tersebut.</li>
<li>Fase analisa dan perancangan, pada tahapan ini saya mencoba menganalisa data yang telah dikumpulkan pada tahapan sebelumnya dan menuangkan hasil analisa kedalam sebuah rancangan. Misalnya berdasarkan feature yang ada maka saya merancang tabel database yang dibutuhkan oleh tiap feature. Berdasarkan konten dan data  yang ada saya juga melakukan perancangan tampilan aplikasi. Selain itu saya juga menyusun struktur aplikasi seperti menu, sitemap, dsb.</li>
<li>Fase coding, pada tahapan ini saya memulai menulis kode program. Biasanya dimulai dengan mengubah template dari file image Firework ke html. Setelah itu membuat kerangka aplikasi seperti struktur folder dan file dan memulai pengembangan fungsi untuk tiap feature.</li>
<li>Fase setup and testing, pada tahapan ini saya melakukan setup di server dimana aplikasi web nanti akan akan dijalankan. Tentu setelah melakukan testing di komputer lokal terlebih dahulu dan memastikan bahwa semua fungsi berjalan baik. Pada server juga akan dilakukan testing untuk memastikan aplikasi dapat berjalan baik pada server tersebut. Pada tahapan ini juga akan dilakukan beta test dimana beberapa orang akan mencoba menggunakan aplikasi dan memberikan komentar atau feedback terkait dengan fungsi aplikasi.</li>
<li>Fase launching, pada fase ini setelah dipastikan aplikasi berjalan baik pada server maka saya akan melakukan sosialisasi baik di dunia nyata atau maya. Beberapa diantaranya adalah melakukan posting di forum, aplikasi social network seperti facebook, membuat posting di blog, dan sosialisasi lainnya.</li>
</ol>
<p>Itulah metodologi yang saya gunakan dalam pengembangan aplikasi web. Seperti sebelumnya tiap fase tidak bersifat mengikat tapi sebisa mungkin mengikuti alur yang ada. Sebenarnya metodologi diatas juga saya adaptasi dari salah satu metode <a title="Agile Software Development" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Agile_software_development" target="_blank">Agile Development</a> yaitu <a title="Feature Driven Development" href="http://www.featuredrivendevelopment.com/" target="_blank">Feature Driven Development(FDD)</a>. FDD merupakan metode pengembangan aplikasi yang mengfokuskan pada feature atau fungsi yang ingin dikembangkan.</p>
<p>Pada dasarnya metodologi dikembangkan untuk membuat hasil suatu pekerjaan menjadi lebih baik. Namun tentu metodologi yang anda gunakan harus sesuai dengan diri anda sendiri. Gunakan metodologi yang paling nyaman menurut anda dan lihat apakah hasil yang dicapai lebih baik. Bila tidak pertimbangkan metodologi lain namun tetap cocok dengan anda.</p>
<h3>Referensi:</h3>
<ul>
<li><a href="http://www.martinbauer.com/articles/fdd_web_development" target="_blank">http://www.martinbauer.com/articles/fdd_web_development</a></li>
<li><a href="http://www.sitepoint.com/article/successful-development/" target="_blank">http://www.sitepoint.com/article/successful-development/</a></li>
<li><a href="http://www.greynium.com/services/web-development-methodology.html" target="_blank">http://www.greynium.com/services/web-development-methodology.html</a></li>
</ul>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=143&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2009/06/09/metodologi-pengembangan-aplikasi-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trellis Desk, aplikasi web untuk help desk dan technical support</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/12/17/trellis-desk-aplikasi-web-untuk-help-desk-dan-technical-support/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/12/17/trellis-desk-aplikasi-web-untuk-help-desk-dan-technical-support/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 05:34:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT Solution]]></category>
		<category><![CDATA[help desk]]></category>
		<category><![CDATA[web application]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Dalam perusahaan besar dimana terdapat puluhan atau lebih pegawai maka mutlak dibutuhkan technical support atau help desk yang menangani bagian-bagian tertentu. Sistem manual dimana permintaan dukungan melalui telepon dan kemudian dicatat di form akan menambah beban kerja bagian dukungan teknis. Diperlukan aplikasi yang dapat meng-otomatisasi pekerjaan bagian dukungan teknis untuk menerima permintaan dan penelusuran dukungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam perusahaan besar dimana terdapat puluhan atau lebih pegawai maka mutlak dibutuhkan technical support atau help desk yang menangani bagian-bagian tertentu. Sistem manual dimana permintaan dukungan melalui telepon dan kemudian dicatat di form akan menambah beban kerja bagian dukungan teknis. Diperlukan aplikasi yang dapat meng-otomatisasi pekerjaan bagian dukungan teknis untuk menerima permintaan dan penelusuran dukungan teknis atau lebih populer dengan technical support. Salah satu aplikasi yang cukup baik adalah <a href="http://www.accord5.com/trellis" target="_blank">Trelis Desk</a> keluaran <a href="http://www.accord5.com/" target="_blank">Accord5</a>.</p>
<h3>Feature</h3>
<p>Trelis Desk memiliki feature yang cukup lengkap sebagai aplikasi help desk yang dapat membantu mempermudah pekerjaan bagian technical support. Berikut adalah beberapa feature dari aplikasi Trelis Desk:</p>
<ul>
<li>Pembagian tiket berdasarkan departement<br />
<a href="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/image2.png"><img style="border: 0pt none;" title="Trelis Desk multi departement feature" src="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/image-thumb2.png" border="0" alt="Trelis Desk multi departement feature" width="519" height="90" align="center" /></a> Dengan feature ini maka semua departement dapat menerima permintaan dukungan dan tidak tertutup untuk bagian IT saja. Misalnya departement Supply Chain Management yang menangani masalah inventaris barang dan sirkulasi barang dapat menggunakan aplikasi ini untuk menangani permintaan barang dari departement atau cabang kantor lain.</li>
<li>Prioritas tiket<br />
Tiket dapat dibuat dan diberikan prioritas apakah tiket tersebut bersifat penting atau biasa saja. Dengan demikian bagian yang menerima tiket dapat memberikan dukungan dengan tepat sesuai prioritas tingkat kepentingan.</li>
<li>Pengalihan tiket<br />
Tiket dapat dialihkan kepada staff tertentu sehingga tiket tersebut dapat ditangani oleh staff tersebut dan bertanggung jawab atas penyelesaian tiket tersebut.</li>
<li>Pengaturan hak akses berdasarkan group<br />
Aplikasi ini memiliki tingkat akses berlevel yang dibagi berdasarkan group sehingga memiliki tingkat keamanan penggunaan yang baik</li>
<li>RSS tiket<br />
Kita dengan mudah membuat RSS feed pada tiket yang menjadi tanggung jawab kita. Dengan demikian kita dengan mudah mengecek apakah ada tiket baru yang ditujukan pada kita dengan cepat.</li>
<li>Multi Language<br />
Secara default aplikasi ini memiliki tampilan dengan bahasa Inggris. Namun dengan mudah kita dapat menerjemahkan aplikasi ini ke bahasa lain yang kita inginkan. Cukup dengan mengisi terjemahan dari kalimat-kalimat yang digunakan dalam aplikasi.</li>
<li>Knowledge Base<br />
<a href="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/image3.png"><img class="alignleft" style="border: 0pt none;" title="Trelis Desk knowledge base feature" src="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/image-thumb3.png" border="0" alt="Trelis Desk knowledge base feature" width="535" height="92" align="center" /></a> Memiliki knowledge base atau basis pengetahuan yang terintegrasi. Hal ini memudahkan kita dalam mencari langkah penyelesaian sebelum memasukkan tiket. Dengan feature yang memberikan saran solusi yang tersedia sebelum kita memasukkan tiket akan membantu meningkatkan efisiensi kerja karena mengurangi frekuasi dalam menangani masalah yang sama.</li>
</ul>
<p>Fitur yang cukup lengkap sebagai aplikasi help desk menjadikan Trelis Desk dapat diandalkan menjadi aplikasi help desk diperusahaan anda. Dan yang menarik dengan kelengkapan feature tersebut biaya yang dikeluarkan adalah nol alias gratis. Jadi kenapa anda tidak mencoba mengimplementasikan aplikasi ini di perusahaan anda.</p>
<h3>Link</h3>
<p><a title="http://www.accord5.com/" href="http://www.accord5.com/">http://www.accord5.com/</a></p>
<p><a title="http://www.accord5.com/trellis" href="http://www.accord5.com/trellis">http://www.accord5.com/trellis</a></p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=122&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/12/17/trellis-desk-aplikasi-web-untuk-help-desk-dan-technical-support/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuliah, Kursus, dan Profesionalisme</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2007/11/22/kuliah-kursus-dan-profesionalisme/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2007/11/22/kuliah-kursus-dan-profesionalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Nov 2007 06:19:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[IT Solution]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2007/11/22/kuliah-kursus-dan-profesionalisme/</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang lagi banyak diperbincangkan apakah profesional IT memerlukan kuliah di bidang IT. Contoh kuliah IT seperti jurusan Informatika, Sistem Informasi, Komputer, dan jurusan-jurusan IT lainnya. Bahkan hingga dibahas di suatu acara TV swasta dimana disitu menyinggung masalah tidak berperannya kuliah dalam dunia nyata profesional IT. Kalau demikian buat menghabiskan waktu 3-7 tahun untuk memperoleh gelar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang lagi banyak diperbincangkan apakah profesional IT memerlukan kuliah di bidang IT. Contoh kuliah IT seperti jurusan Informatika, Sistem Informasi, Komputer, dan jurusan-jurusan IT lainnya. Bahkan hingga dibahas di suatu acara TV swasta dimana disitu menyinggung masalah tidak berperannya kuliah dalam dunia nyata profesional IT. Kalau demikian buat menghabiskan waktu 3-7 tahun untuk memperoleh gelar yang katanya tidak ada gunanya. Sebagian orang berpendapat bahwa profesional IT hanyalah berdasarkan skill saja. Bila orang punya kemampuan programming hebat, bisa membangun jaringan skala besar, dan merancang database berkapasitas raksasa maka mereka sudah pantas dipandang sebagai profesional IT. Semua kemampuan itu bisa didapat dari kursus singkat yang paling lama ditempuh selama setahun. Bila demikian kenyataan buat apa kuliah?<span id="more-40"></span></p>
<p>Buat saya hal di atas salah. Pandangan orang bahwa profesionalisme bisa didapat  hanya dari kursus sangatlah salah. Ingin jadi profesional IT tapi  cuma bermodalkan kemampuan super di bidang programming, networking, atau database tidaklah cukup. Kenapa karena hanya dengan bermodalkan kemampuan hebat maka kita cuman bisa jadi seorang pekerja suruhan atau hanya seorang engineer yang melakukan pekerjaan sesuai apa yang diberikan atau diminta. Buat saya orang berjiwa profesionalisme adalah  seseorang yang memiliki sikap, kemampuan, dan keinginan untuk memberikan yang terbaik dari dirinya. Ia berjiwa mandiri, berinisiatif, mampu mengambil keputusan terbaik, dan bertanggung jawab. Semua itu tidak mungkin didapat dari kursus setahun. Semua itu bisa didapat dari proses pembelajaran dan pengalaman dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal-hal inilah yang dapat diperoleh di bangku kuliah.</p>
<p>Anda mau cuma jadi pesuruh dan seumur hidup anda bekerja sesuai kenginan orang lain bukan keinginan anda? Buat sebagian orang hal tersebut bukanlah masalah, sepanjang kebutuhan hidupnya terpenuhi. Tapi menurut saya melakukan hal yang betul-betul merupakan keinginan diri sendiri bukan keinginan orang lain adalah hal terbaik dalam menjalani hidup ini. Tapi ingat bukan berarti semua keinginan itu harus diwujudkan, bila itu merupakan hal yang baik kenapa tidak?</p>
<p>Pengalaman saya dalam dunia programming memang belum seberapa, tapi di jalan saya yang masih pendek ini saya sudah dapat merasakan manfaat kuliah di IT. Di kuliah bukan kemampuan programming yang saya dapat, tapi dasar yang sangat baik, kemampuan mandiri, menghadapi masalah, menganalisa, dan mengambil keputusan yang baik. Kita belajar bertanggung jawab dalam menjalani perkuliahan. Di kursus programming sebagian besar tidak mengajarkan bagaimana membangun aplikasi yang optimal, mudah digunakan, aman, tampilan mudah dipahami, dan mudah dikembangkan lebih lanjut. Kebanyakan hanya mengajarkan bagaimana menggunakan bahasa pemrograman, dan bagaimana menyelesaikan suatu masalah dengan programming. Kenapa, karena untuk mempelajari itu semua tidak cukup dalam waktu singkat seperti pada kursus-kursus IT. Hal inilah yang dapat diperoleh dari kuliah. Di kuliah kita diberikan dasar  dan pemahaman yang kuat, serta di latih untuk mengembangkan kemampuan sesuai dasar yang telah diberikan.<br />
Istilahnya klo kita masak kita tuh diberikan bahan, alat masak, dan resep bagaimana membuat makanan yang enak. Sedangkan di kursus kita diberi mie instant yang penting dimakan bisa membuat kenyang.</p>
<p>Tapi semuanya kembali lagi ke diri masing-masing. Bila tidak punya keinginan untuk menjadi profesional IT hal diatas akan menjadi percuma. Kita juga harus mampu mandiri tanpa bisa menunggu diberi dan harus dapat mengembangkan diri tanpa tergantung pada hal lain atau orang lain. Bila kita punya modal (bukan uang) banyak  seperti kemampuan, tanggung jawab, keinginan, dan lain-lain maka kita dapat menjadi penolong buat yang lain, bukan ditolong. Kita bisa menjadi bos, bukan anak buah. Kita bisa memberi, bukan diberi. Kita bisa mandiri, tidak tergantung pada yang lain. Dan banyak lagi. Jadi carilah ilmu kemanapun. Jangan sia-siakan waktu selama kuliah tanpa memperoleh apa-apa. Karena jalan kita ditentukan oleh diri kita sendiri, bukan orang tua, teman, pacar atau orang lain.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=40&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2007/11/22/kuliah-kursus-dan-profesionalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.339 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-07-31 04:53:57 -->
