<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>thinkrooms &#187; ajax</title>
	<atom:link href="http://www.thinkrooms.com/tag/ajax/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.thinkrooms.com</link>
	<description>Web Developer, Web Designer, Internet Solution, Network  and System Integration</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 04:43:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Pemrograman ajax yang baik</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/05/28/pemrograman-ajax-yang-baik/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/05/28/pemrograman-ajax-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 15:53:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[ajax]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini terinspirasi dari tulisan saya di sini dimana salah satu pembaca berkomentar bahwa ajax tidaklah seperti yang saya katakan. Memang benar bahwa kita tidak dapat menilai bahwa suatu teknologi bermanfaat atau tidak hanya dengan melihat 2 hasil saja. Sebenarnya ditulias tersebut saya hanya menumpahkan kekesalan saya akan susahnya mengakses email saya di Yahoo dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini terinspirasi dari tulisan saya di <a href="http://thinkrooms.com/2008/04/02/web-20-malah-menyusahkan-pengguna-internet-lambat/">sini</a> dimana salah satu pembaca berkomentar bahwa ajax tidaklah seperti yang saya katakan. Memang benar bahwa kita tidak dapat menilai bahwa suatu teknologi bermanfaat atau tidak hanya dengan melihat 2 hasil saja. Sebenarnya ditulias tersebut saya hanya menumpahkan kekesalan saya akan susahnya mengakses email saya di Yahoo dan Gmail yang secara default mengarahkan penggunanya ke tampilan full ajax. Terima kasih banyak atas tanggapannya. Untuk itu saya ingin menuliskan pendapat saya mengenai penggunaan ajax yang baik.</p>
<p>Ajax merupakan teknologi web terbaru yang memungkinkan interaksi pengguna dan web lebih aktraktif dan juga lebih efisien dalam tranfer data Kenapa? Karena dengan ajax kita dapat me-refresh atau me-load sebagian konten yang perlu diupdate.dengan demikian bagian web lainnya seperti header, footer, sidebar, dan bagian lainnya tidak perlu di load ulang. Kita hanya meload konten yang berubah saja. Dengan demikian akan lebih efisien dalam transfer data, aplikasi lebih responsif, dan pengguna lebih mudah berinteraksi dengan web layaknya aplikasi desktop. Pada teknologi web sebelum ajax untuk menampilkan konten yang berubah kita harus meload halaman web secara keseluruhan tanpa peduli bahwa ada bagian web yang kontennya tidak berubah. Namun ada beberapa kekurangan teknologi ajax yang untuk dapat bekerja harus menggunakan browser dengan fungsi javascript yang di aktifkan. Tanpa javascript, ajax tidak akan berjalan. Kekurangan teknologi ajax tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>Konten yang ditampilkan dengan ajax tidak dapat dibaca oleh search engine. Hal ini karena javascript hanya aktif di browser, bot search engine tidak dapat menjalankan javascript.  Padahal kebanyakan web memperoleh pengunjung baru dari search engine. Akibatnya konten kita tidak dindex di search engine dan sulit untuk dicari dari search engine.</li>
<li>Hanya dapat berjalan di browser terbaru. Dulu saya membuat aplikasi dengan fitur ajax untuk digunakan internal di kantor saya bekerja. Ternyata banyak komputer kantor masih menggunakan Windows XP tanpa service pack 2. Hasilnya dengan Internet Explorer 6 yang belum mendukung ajax maka aplikasi saya tidak dapat digunakan di beberapa komputer. Melakukan instalasi service pack 2 atau firefox terbaru bukanlah pekerjaan mudah dengan jumlah komputer yang sangat banyak mencapai ratusan.</li>
<li>Web yang menggunakan ajax akan kesulitan untuk ditampilkan di perangkat mobile. Ada banyak pengguna internet menggunakan handphone untuk mengakses internet saat sedang santai. Browser handphone hampir 80% tidak mendukung javascript yang artinya ajax tidak dapat berfungsi bila ditampilkan pada browser handphone.</li>
</ul>
<p>Karena itu penggunaan ajax yang berlebihan dan tidak pada tempatnya akan merugikan kita para developer karena pengguna atau pengunjung web kita akan kesulitan mengakses dan menggunakan web yang kita kembangkan tersebut. Untuk itu inilah tips dan trik menggunakan ajax secara tepat pada aplikasi atau website anda:</p>
<ol>
<li>Pikirkan target pengguna anda, bila sasaran anda adalah pengguna handphone misalnya untuk berjualan konten mobile maka lupakan untuk menggunakan ajax. Karena pengguna atau pengunjung anda  tidak dapat mengaksesnya dengan baik. Apa gunanya anda mengembangkan aplikasi atau web anda tanpa ada pengguna.</li>
<li>Gunakan ajax hanya untuk konten yang betul-betul dinamis alias sangat sering berubah. Jangan gunakan pada konten yang jarang berubah misalnya konten pada blog. Tulisan pada blog biasanya sangat jarang diubah setelah diposting. Biasanya hanya update kecil untuk memperbaiki beberapa tulisan. Walaupun secara konsep, dengan template dan layout yang sama setiap posting maka memungkinkan penggunaan ajax namun dalam hal ini ajax merugikan anda. Karena konten blog anda tidak terbaca oleh search engine dan pengunjung akan kesulitan menemukan tulisan anda di search engine. Contoh konten yang sering berubah adalah tampilan livescore.com yang secara otomatis mereload hasil pertandingan olahraga secara berkala dalam rentang waktu tertentu. Hasilnya score dapat diupdate tanpa mereload tampilan website secara keseluruhan.</li>
<li>Penggunaan pada submit form atau upload file. Contohnya anda bisa menggunakan ajax misalnya pada pengisian komentar dan diload dengan ajax untuk menampilkan komentar yang baru anda submit. Atau upload file dengan ajax tanpa harus mereload keseluruhan website.</li>
<li>Pada aplikasi web biasanya tidak membutuhkan akses search engine, karena hanya ditujukan kepada pengguna aplikasi. Karena itu penggunaan ajax lebih flexibel. Anda dapat menggunakan ajax dimanapun pada aplikasi anda karena biasanya aplikasi web memiliki konten yang sangat dinamis. Selain itu aplikasi lebih memerlukan respon cepat dari interaksi pengguna yang bisa dilakukan dengan ajax. Namun yang perlu diingat, sebaiknya jangan melakukan load objek secara berlebihan yang kemudian kita dapat dengan mudah mengupdate kontennya dengan ajax dan menampilkannya dengan javascript seperti tulisan saya di <a href="http://thinkrooms.com/2008/04/02/web-20-malah-menyusahkan-pengguna-internet-lambat/">sebelumnya</a> mengenai gmail dan yahoo mail yang terlalu berat diakses pada akses awal. Perhatikan selalu ukuran halaman web anda, karena walaupun tampilan lebih responsif namun pada saat load awal akan memakan waktu yang cukup lama.</li>
<li>Gunakan selalu indikator loading atau status dari ajax. Ajax melakukan request atau biasa disebut callback tanpa memberikan indikator status dengan sendirinya. Programmer harus membuatnya agar mampu memberitahukan apakah request atau callback berhasil, sedang loading, atau gagal. Dengan demikian pengguna tidak melakukan klik atau request berlebihan karena tidak mengetahui apakah dia telah melakukan request atau belum dan juga pengguna tidak menunggu terlalu lama tanpa mengetahui hasilnya.</li>
</ol>
<p>Itulah pendapat saya mengenai pemrograman web dengan ajax. Ada yang tidak setuju? Atau mau menambahkan? Silakan berkomentar, saya tunggu agar artikel ini lebih baik lagi. Terima kasih.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=61&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/05/28/pemrograman-ajax-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Web 2.0 Malah Menyusahkan Pengguna Internet Lambat</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/04/02/web-20-malah-menyusahkan-pengguna-internet-lambat/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/04/02/web-20-malah-menyusahkan-pengguna-internet-lambat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 01:29:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[ajax]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2008/04/02/web-20-malah-menyusahkan-pengguna-internet-lembat/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak AJAX dikenal sekitar 3-4 tahun lalu para penyedia layanan di internet rame-rame mengubah web dan layanan mereka agar mendukung teknologi Web 2.0 seperti Ajax, dan user interface yang bercirikan Web 2.0. Dimulai dari raksasa internet Google yang meluncurkan produk-produk barunya kurang lebih 3 tahun yang lalu seperti Gmail, kemudian dilanjutkan dengan Google Reader, Google [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak AJAX dikenal sekitar 3-4 tahun lalu para penyedia layanan di internet rame-rame mengubah web dan layanan mereka agar mendukung teknologi Web 2.0 seperti Ajax, dan user interface yang bercirikan Web 2.0. Dimulai dari raksasa internet Google yang meluncurkan produk-produk barunya kurang lebih 3 tahun yang lalu seperti Gmail, kemudian dilanjutkan dengan Google Reader, Google Docs, dan layanan Google lainnya, raksasa internet lainnya Yahoo mengikuti langkah Google dengan mengubah tampilan web email mereka menjadi full Ajax dan mirip desktop UI. Sebenarnya hal ini sangat membantu dan memberi pengalaman interaksi komputer yang berbeda. Kita seperti menggunakan aplikasi desktop pada layanan web tersebut. Akses ke menu dan halaman-halaman menjadi lebih cepat, karena feature ajax yang tidak perlu mereload seluruh halaman untuk sekedar mengganti konten suatu halaman. Pengalaman internet berbeda dengan sebelumnya memberi sensasi kenyamanan internet yang baik.<span id="more-56"></span></p>
<p>Apakah sensasi itu dirasakan semua orang? Hmmm tidak, termasuk saya saat ini. Saya baru merasakan betapa teknologi baru justru akan malah menyusahkan bila tidak diimbangi dengan perkembangan pendukung teknologi tersebut. Sejak saya pulang kampung dari Bandung ke Sorowako, di kota tambang Nikel terbesar di Indonesia yang berlokasi di Sulawesi Selatan saya merasakan kesulitan akses internet yang sangat mengganggu saya. Rutinitas mengunjungi beberapa website menjadi sangat terbatas dikarenakan akses internet yang sangat parah. Akses internet di Sorowako hanya memiliki 2 cara yaitu dialup Telkomnet Instan dan GPRS Telkomsel atau Indosat. Saya sendiri memilih menggunakan GPRS Indosat karena tarif yang lebih murah dibanding penyedia layanan lainnya. Namun infrastruktur yang kurang seperti belum dicakup oleh 3G membuat akses internet saya hanya menggunakan GPRS. Itupun GPRS yang sangat lambat. Kalau di Bandung saya bisa memperoleh kecepatan akses hingga 5kbps namun disini paling cepat juga 2kbps. Itupun terkadang dibawah 1 kbps dan terkadang tidak bisa nyambung. Kondisi internet yang sangat tidak baik tersebut membuat saya tidak dapat merasakan sensasi yang sama ketika di Bandung berinternet dengan akses 3G XL dan HDSPA Indosat. Gmail? Saat ini saya lebih memilih menggunakan pop3 ketimbang harus membuka Gmail dari browser. Walaupun Gmail bisa diakses tanpa Ajax namun secara default Gmail diload dengan Ajax yang hasilnya kemudian pesan gagal dan diarahkan menggunakan webmail dengan HTML biasa. Apalagi Yahoo, dengan iklan-iklan yang bertebaran dan dukungan Ajax membuat akses webmail menjadi lebih lama dan terkadang gagal pada saat pertama kali membuka layanan web email dari Yahoo tersebut.</p>
<p>Kenapa bisa terjadi? Web dengan Ajax menjadi susah dibuka pada saat internet lambat? Hal ini dikarenakan untuk mendukung tampilan menyerupai desktop maka web-web tersebut meload hampir semua komponen walaupun komponen itu tidak ditampilkan pada saat pertama kali di load. Setelah diload semua baru kemudian kita dapat merasakan manfaat AJAX dan Javascript. Karena perpindahan antar bagian tidak perlu diload secara keseluruhan cukup dengan men-switch tampilan dengan Javascript dan meload isinya dengan Ajax. Hasilnya lebih cepat karena tidak perlu meload lagi panel yang ingin ditampilkan karena telah diload pada saat pertama kali diakses namun disembuyikan terlebih dahulu. Hasilnya untuk pengguna internet lambat seperti saya pada saat pertama kali membuka website dengan full AJAX tersebut maka semua komponen yang diload membutuhkan waktu sangat lama dan terkadang hingga melewati timeout akses pada web tersebut dan dinyatakan gagal mengakses. Hasilnya website yang kita inginkan tidak bisa dibuka. Dengan percobaan dan reload beberapa kali baru website full AJAX bisa ditampilkan. Sungguh pengalaman yang tidak nyaman buat saya, dan mungkin buat pengguna internet yang lambat lainnya.</p>
<p>Selain itu penggunaan Javascript yang berlebihan seperti meload content dari server dengan XML membuat website melakukan loading content dan data pada sisi client bukan pada sisi server. Hal ini membuat client akan menghabiskan proses dan mungkin bandwith lebih banyak dari sebelumnya. Seharusnya content dan data diload dan digenerate oleh server dan langsung ditampilkan sebagai HTML pada saat pertama kali dibuka. Bukannya diload sabagai XML dan baru kemudian ditampilkan dengan Javascript. Beberapa contoh penggunakan Jquery UI, ExtJS, dan framework Javascript lainnya yang berorientasi pada user interface menggunakan XML untuk meload data ke browser bukan digenerate server sebagai HTML. Akibatnya browser akan melakukan request yang lebih banyak untuk meload data XML dari server. Padahal makin sedikit request maka akses akan lebih cepat dan hemat.</p>
<p>Seharusnya kemunculan teknologi AJAX bukan dipandang sebagai suatu teknologi web yang yang diterapkan pada semua bagian web. Ada beberapa bagian yang memang sangat cocok menggunakan AJAX namun ada beberapa bagian web yang sebaiknya tidak menggunakan AJAX. Bukankan kenyamanan pengguna diatas segalanya, bukan seberapa canggih website kita? Selain itu perkembangan teknologi harusnya didukung dengan perkembangan teknologi pendukungnya, karena kita tidak dapat memandang pengguna internet secara berpetak-petak. Website untuk AJAX bukan hanya ditujukan untuk pengguna broadband saja tapi harus dapat dinikmati semua pihak.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=56&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/04/02/web-20-malah-menyusahkan-pengguna-internet-lambat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.355 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-07-31 05:14:00 -->
