<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>thinkrooms &#187; Recommended</title>
	<atom:link href="http://www.thinkrooms.com/category/recommended/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.thinkrooms.com</link>
	<description>Web Developer, Web Designer, Internet Solution, Network  and System Integration</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 04:43:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Metodologi Pengembangan Aplikasi Web</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2009/06/09/metodologi-pengembangan-aplikasi-web/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2009/06/09/metodologi-pengembangan-aplikasi-web/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 08:08:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[IT Solution]]></category>
		<category><![CDATA[project management]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>
		<category><![CDATA[web app]]></category>
		<category><![CDATA[web develop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Metodologi adalah cara-cara yang digunakan oleh seseorang secara rutin dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Itu menurut pemahaman saya. Kata metodologi banyak digunakan dalam manajemen proyek. Karena kesuksesan proyek juga ditentukan oleh pemilihan metodologi yang akan digunakan dalam proyek itu. Demikian juga dalam proyek pengembangan aplikasi website kita memerlukan metodologi yang tepat agar dapat menghasilkan aplikasi web [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Metodologi adalah cara-cara yang digunakan oleh seseorang secara rutin dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Itu menurut pemahaman saya. Kata metodologi banyak digunakan dalam manajemen proyek. Karena kesuksesan proyek juga ditentukan oleh pemilihan metodologi yang akan digunakan dalam proyek itu. Demikian juga dalam proyek pengembangan aplikasi website kita memerlukan metodologi yang tepat agar dapat menghasilkan aplikasi web sesuai yang diinginkan.</p>
<p>Dalam dunia software engineering, metodologi paling klasik terdiri dari 5 fase yaitu:</p>
<ol>
<li>Fase requirement atau penelusuran kebutuhan, pada fase ini kita mencari tau sebenarnya apa sih yang dibutuhkan, tujuan dari suatu proyek pengembangan aplikasi, dan seperti apa hasil yang diinginkan.</li>
<li>Fase analisa, pada tahapan ini berdasarkan hasil penelusuran kebutuhan maka kita akan memutuskan seperti apa aplikasi yang ingin dibuat, feature apa saja yang diperlukan, masalah yang kemungkinan kita hadapi, apa saja yang kita perlukan dalam proses pengembangan, dsb.</li>
<li>Fase perancangan, pada tahapan ini kita akan membuat rencana atau rancangan mengenai aplikasi yang akan dibuat berdasarkan hasil analisa sebelumnya. Misalnya berdasarkan hasil analisa kita akan membuat aplikasi dengan beberapa feature, nah kita perlu merancang table database yang kira-kira diperlukan untuk feature tersebut. Selain itu sesuai dengan hasil analisa kita membuat tampilan dari aplikasi. Struktur aplikasi yang dibutuhkan kayak bagaimana, fungsi apa saja yang akan dibuat, dsb.</li>
<li>Fase pengembangan, tahapan implementasi hasil dari analisa dan perancangan. Pada tahap ini kita akan menulis kode program sesuai yang telah direncanakan sebelumnya pada fase perancangan. Pada tahapan ini juga dilakukan pengujian terhadap suatu fungsi apakah telah berjalan sesuai yang diinginkan.</li>
<li>Fase installasi, setelah memastikan bahwa semua fungsi telah berjalan baik dan telah memenuhi kriteria yang diinginkan pada fase requirement maka aplikasi akan si setup pada server atau komputer yang akan digunakan untuk menjalankan aplikasi ini.</li>
</ol>
<p>Fase diatas adalah fase standar yang bersifat dinamis. Tidak selamanya tiap fase yang dilewati akan ditinggalkan. Terkadang kita perlu kembali ke fase sebelumnya untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Beberapa fase juga ada yang digabungkan agar lebih sederhana atau dipisahkan agar lebih detail.</p>
<p>Itu tadi metodologi klasik dalam proyek pengembangan aplikasi. Bagaimana dengan proyek pengembangan aplikasi web. Pada dasarnya karena sama-sama mengembangkan aplikasi maka metodologi diatas juga dapat digunakan. Namun terkadang kita memerlukan metodologi khusus yang bagi kita lebih nyaman. Saya sendiri memiliki metode tersendiri dalam proses pengembangan aplikasi web. Namun sebenarnya mengadopsi metodologi diatas namun dengan beberapa perubahan atau hanya perubahan kata-kata agar cocok dengan cara saya.</p>
<p>Berikut adalah metodologi pengembangan web yang biasa saya gunakan:</p>
<ol>
<li>Fase requirement, sama dengan metodologi diatas. Pada fase ini saya mencoba mencari tahu beberapa pertanyaan berikut:
<ul>
<li>apa yang dibutuhkan?</li>
<li>apa tujuan dari aplikasi ini?</li>
<li>apa yang ingin dicapai?</li>
<li>apakah ada referensi atau contoh?</li>
<li>siapa sasaran penggunaan aplikasi ini?</li>
</ul>
<p>Setelah memperoleh jawaban dari pertanyaan itu maka saya baru memulai fase berikutnya.</li>
<li>Fase penentuan feature dan fungsi, pada tahapan ini berdasarkan hasil penelusuran kebutuhan dari aplikasi maka saya menentukan feature dan fungsi apa saja yang akan dibuat untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Feature dibagi menjadi feature utama atau bagian besar terlebih dahulu baru kemudian didefenisikan menjadi bagian yang lebih kecil. Misalnya pada aplikasi CMS salah satu feature utama adalah blog, kemudian feature blog didefenisikan seperti feature tagging, category, comment, dsb. Pada tahapan ini yang perlu diperhatikan adalah apakah daftar feature dan fungsi yang dibuat telah memenuhi kebutuhan yang diinginkan.</li>
<li>Fase pengumpulan data, konten, gambar, dan file lain yang dibutuhkan dalam pengembangan aplikasi. Berdasarkan daftar feature dan fungsi yang akan dikembangkan maka saya akan mengumpulkan data-data dan file yang diperlukan untuk feature dan fungsi tersebut.</li>
<li>Fase analisa dan perancangan, pada tahapan ini saya mencoba menganalisa data yang telah dikumpulkan pada tahapan sebelumnya dan menuangkan hasil analisa kedalam sebuah rancangan. Misalnya berdasarkan feature yang ada maka saya merancang tabel database yang dibutuhkan oleh tiap feature. Berdasarkan konten dan data  yang ada saya juga melakukan perancangan tampilan aplikasi. Selain itu saya juga menyusun struktur aplikasi seperti menu, sitemap, dsb.</li>
<li>Fase coding, pada tahapan ini saya memulai menulis kode program. Biasanya dimulai dengan mengubah template dari file image Firework ke html. Setelah itu membuat kerangka aplikasi seperti struktur folder dan file dan memulai pengembangan fungsi untuk tiap feature.</li>
<li>Fase setup and testing, pada tahapan ini saya melakukan setup di server dimana aplikasi web nanti akan akan dijalankan. Tentu setelah melakukan testing di komputer lokal terlebih dahulu dan memastikan bahwa semua fungsi berjalan baik. Pada server juga akan dilakukan testing untuk memastikan aplikasi dapat berjalan baik pada server tersebut. Pada tahapan ini juga akan dilakukan beta test dimana beberapa orang akan mencoba menggunakan aplikasi dan memberikan komentar atau feedback terkait dengan fungsi aplikasi.</li>
<li>Fase launching, pada fase ini setelah dipastikan aplikasi berjalan baik pada server maka saya akan melakukan sosialisasi baik di dunia nyata atau maya. Beberapa diantaranya adalah melakukan posting di forum, aplikasi social network seperti facebook, membuat posting di blog, dan sosialisasi lainnya.</li>
</ol>
<p>Itulah metodologi yang saya gunakan dalam pengembangan aplikasi web. Seperti sebelumnya tiap fase tidak bersifat mengikat tapi sebisa mungkin mengikuti alur yang ada. Sebenarnya metodologi diatas juga saya adaptasi dari salah satu metode <a title="Agile Software Development" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Agile_software_development" target="_blank">Agile Development</a> yaitu <a title="Feature Driven Development" href="http://www.featuredrivendevelopment.com/" target="_blank">Feature Driven Development(FDD)</a>. FDD merupakan metode pengembangan aplikasi yang mengfokuskan pada feature atau fungsi yang ingin dikembangkan.</p>
<p>Pada dasarnya metodologi dikembangkan untuk membuat hasil suatu pekerjaan menjadi lebih baik. Namun tentu metodologi yang anda gunakan harus sesuai dengan diri anda sendiri. Gunakan metodologi yang paling nyaman menurut anda dan lihat apakah hasil yang dicapai lebih baik. Bila tidak pertimbangkan metodologi lain namun tetap cocok dengan anda.</p>
<h3>Referensi:</h3>
<ul>
<li><a href="http://www.martinbauer.com/articles/fdd_web_development" target="_blank">http://www.martinbauer.com/articles/fdd_web_development</a></li>
<li><a href="http://www.sitepoint.com/article/successful-development/" target="_blank">http://www.sitepoint.com/article/successful-development/</a></li>
<li><a href="http://www.greynium.com/services/web-development-methodology.html" target="_blank">http://www.greynium.com/services/web-development-methodology.html</a></li>
</ul>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=143&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2009/06/09/metodologi-pengembangan-aplikasi-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips memulai karir sebagai freelancer</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/10/31/tips-memulai-karir-sebagai-freelancer/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/10/31/tips-memulai-karir-sebagai-freelancer/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 07:17:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[freelancer]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Saya memulai karir sebagai full freelancer kurang lebih sekitar 1 tahun lalu. Hasilnya bisa dibilang cukup untuk usaha saya. Pada dasarnya saya tidak terlalu giat mencari proyek dan terkadang dalam sebulan malah sibuk dengan proyek pribadi. Namun buat saya start awal menjadi freelancer cukup membuat saya puas karena dalam sebulan saya mendapat beberapa client bahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya memulai karir sebagai full freelancer kurang lebih sekitar 1 tahun lalu. Hasilnya bisa dibilang cukup untuk usaha saya. Pada dasarnya saya tidak terlalu giat mencari proyek dan terkadang dalam sebulan malah sibuk dengan proyek pribadi. Namun buat saya start awal menjadi freelancer cukup membuat saya puas karena dalam sebulan saya mendapat beberapa client bahkan ada yang cukup loyal. Karena itu saya ingin berbagi tips agar bisa memulai karir freelance dengan baik. Berikut tips saya:</p>
<ol>
<li>Sebelum memulai ada beberapa kriteria yang yang sebaiknya anda penuhi agar mempermudah karir anda sebagai freelancer. Bukan syarat mutlak namun sangat berpengaruh akan kemajuan karir freelancer anda. Syarat tersebut antara lain:
<ul>
<li>Menguasai bahasa Inggris, minimal baca tulis. Kalau tidak anda akan kesulitan untuk berkomunikasi dengan client anda.</li>
<li>Memiliki skill yang cukup untuk bersaing dengan freelancer lainnya. Anda harus mempunyai kemampuan yang dapat diandalkan sebelum masuk ke dunia freelancer karena bila anda mengecewakan klien maka akan berdampak pada reputasi anda seterusnya.</li>
<li>Akses internet yang lancar karena semua pekerjaan dan komunikasi melalui internet maka hampir dipastikan syarat ini harus dipenuhi.</li>
<li>Memiliki website sendiri sebagai portofolio anda sehingga klien dengan mudah mengetahui siapa anda. Tidak mutlak tapi sangat membantu untuk meyakinkan klien bahwa anda adalah orang yang dia cari.</li>
</ul>
</li>
<li>Daftar ke website penyedia project. Daftar web yang bisa dicoba bisa lihat di tulisan saya sebelumnya <a href="http://www.thinkrooms.com/2008/10/21/website-untuk-para-creative-freelancer/" target="_blank">“Website untuk para creative freelancer”</a>. Untuk permulaan saya menyarankan menggunakan getafreelancer.com(GAF) karena banyak proyek kecil yang bisa anda coba ikuti. Selain ga ribet harus test, bikin proposal, dan prosedur lainnya yang banyak digunakan di website lain GAF juga tidak terlalu membatasi freelancer dalam jumlah mengikuti penawaran proyek. Tidak seperti website lain yang sangat membatasi jumlah keikutsertaan dalam penawaran proyek untuk account gratis. Untuk memiliki kesempatan lebih ikut dalam penawaran anda harus membayar sekian dollar untuk website lainnya.</li>
<li>Setelah mendaftar, silakan cari proyek yang anda ingin ikuti. Berikut adalah saran dalam memilih proyek:
<ul>
<li>Pilih proyek yang pasti bisa anda selesaikan. Kalau perlu lakukan riset terlebih dahulu sebelum mengikuti penawaran.</li>
<li>Jangan tamak dan langsung ikut menawar pada proyek bernilai besar. Mulailah dengan proyek kecil dengan tujuan mengumpulkan review dan feedback dari client sebanyak mungkin.</li>
<li>Baca secara detail requirement proyek dan pastikan anda memahami apa yang diinginkan oleh pemilik proyek.</li>
<li>Sebaiknya anda memilih spesialis anda, misalnya anda spesialis WordPress, Drupal, atau CMS lainnya. Dengan demikian anda memiliki feedback yang sesuai dengan spesialis anda dan lebih meyakinkan klien lain bila anda menawar proyek serupa yang pernah anda kerjakan sebelumnya.</li>
</ul>
</li>
<li>Setelah memilih proyek, saatnya membujuk klien anda agar memilih anda dalam mengerjakan proyek miliknya. Caranya bisa seperti berikut:
<ul>
<li>Perkenalkan secara singkat diri anda dan kemampuan anda.</li>
<li>Yakinkan klien bahwa anda mengerti apa yang klien anda inginkan.</li>
<li>Berikan saran atau ide yang dapat membuat proyek klien jadi lebih baik.</li>
<li>Tunjukkan apa yang pernah anda buat sebelumnya, sebaiknya tunjukkan karya anda yang kira-kira mirip dengan proyek yang anda tawar.</li>
</ul>
</li>
<li>Bila klien anda tertarik dan membalas pesan anda. Jangan sia-siakan kesempatan. Bujuk rayu dan yakinkan klien bahwa anda tidak akan mengecewakan klien. Namun pastikan requirement, prosedur pengerjaan, biaya, dan pembayaran telah jelas sebelum anda deal dengan klien anda.</li>
<li>Selamat, anda terpilih untuk mengerjakan proyek ini. Bila email pemberitahuan telah sampai di inbox anda, anda harus segera menyiapkan segala sesuatunya untuk memulai proyek anda. Anda bisa menggunakan beberapa tool kolaborasi untuk memudahkan komunikasi dengan klien anda.</li>
<li>Selama pengerjaan proyek, pastikan klien anda mengetahui apa yang anda sedang kerjakan. Minimal 3 hari sekali anda memberikan laporan kepada klien anda. Makin sering makin baik, misalya sehari sekali.</li>
<li>Minta review dan komentar klien anda untuk proyek yang sedang anda kerjakan. Misalnya selesai bagian tampilan, tanyakan komentarnya agar bila ada perubahan tidak perlu dilakukan perubahan besar-besaran bila hal ini anda lakukan di akhir proyek.</li>
<li>Pastikan permintaan klien selama pengerjaan proyek tidak melenceng dari requirement proyek. Bila hanya perubahan kecil maka bisa saja anda penuhi, namun bila perubahan termasuk besar mungkin anda bisa mengajukan perubahan anggaran biaya proyek.</li>
<li>Pastikan klien anda puas dengan pekerjaan anda dengan menyelesaikan proyek tepat waktu dan sesuai dengan requirement proyek. Karena besar kemungkinan klien anda akan meminta anda melakukan pekerjaan lain bila ia puas dengan pekerjaan anda.</li>
</ol>
<p>Demikianlah tips dari saya dalam memulai karir freelance anda. Karena besar kemungkinan bila anda tidak memulai dengan baik dan anda merasakan kegagalan dengan freelance maka anda dapat saja trauma dan tidak ingin melakukannya lagi. Padahal bisa saja kegagalan tersebut bukan karena ketidakmampuan anda, akan tetapi hanya karena kekurangtauan anda bagaimana memulainya dengan baik. Selamat mencoba.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=109&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/10/31/tips-memulai-karir-sebagai-freelancer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hasil survey gaji pekerja IT di Indonesia</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/10/09/hasil-survey-gaji-pekerja-it-di-indonesia/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/10/09/hasil-survey-gaji-pekerja-it-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 15:52:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[survey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[ZDNETAsia melakukan survey gaji pekerja IT di Indonesia. Survey dilakukan kepada 3.267 responder di Indonesia. Menurut hasil survey, gaji pekerja IT meningkat dibandingkan dengan survey yang sama tahun lalu. Namun hal ini sepertinya disebabkan kenaikan inflasi di Indonesia yang diikuti oleh kenaikan BBM dan kebutuhan pokok di Indonesia. Jadi sepertinya kenaikan gaji pekerja IT tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ZDNETAsia melakukan survey gaji pekerja IT di Indonesia. Survey dilakukan kepada 3.267 responder di Indonesia. Menurut hasil survey, gaji pekerja IT meningkat dibandingkan dengan survey yang sama tahun lalu. Namun hal ini sepertinya disebabkan kenaikan inflasi di Indonesia yang diikuti oleh kenaikan BBM dan kebutuhan pokok di Indonesia. Jadi sepertinya kenaikan gaji pekerja IT tidak terlalu berpengaruh terhadap kesejahteraan pekerja IT. Berikut adalah hasil survey yang menunjukkan gaji rata-rata pekerja IT dalam setahun menurut industri dan fungsi kerjanya.</p>
<p><a href="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/image.png"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" title="statistik gaji" src="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/image-thumb.png" border="0" alt="statistik gaji" width="432" height="341" /></a></p>
<p>Sedangkan untuk profesi pekerja IT juga terjadi perubahan tren yang sedang laku di dunia kerja. Profesi pekerja IT yang saat ini paling banyak berdasarkan jumlah responder adalah pengembang aplikasi. Berikut adalah tabel profesi responder dan rata-rata gaji pertahun:</p>
<p><a href="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/image1.png"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" title="statistik reponder" src="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/image-thumb1.png" border="0" alt="statistik reponder" width="439" height="147" /></a></p>
<p>Kalau melihat dari hasil survey diatas bisa dilihat profesi yang saat ini paling banyak dilakoni adalah pengembang aplikasi sedangkan yang paling sedikit adalah administrator sistem. Walaupun paling sedikit namun administrator sistem memiliki gaji yang paling tinggi dibanding 4 profesi IT lainnya. Sepertinya memang karena tanggung jawab administrator sistem lebih vital dibandingkan yang lain.</p>
<p>Itulah hasil survey gaji para pekerja IT yang sebenarnya cukup baik. Namun sepertinya survey dilakukan di Jakarta karena memang rata-rata gaji di Jakarta lebih tinggi dibandingkan di kota lain. Misalnya di Bandung salah satu kota penghasil IT profesional yang cukup banyak tapi gaji profesional IT termasuk rendah dibandingkan statistik diatas. Untuk Staff IT di Bandung masih berada pada kisaran 1,5 juta hingga 2,5 juta untuk staff IT yang fresh graduate.</p>
<p>Tentu pasti banyak yang terheran-heran dan protes “Kok gaji saya jauh dibawah itu?” Ya begitulah dunia kerja, tidak semua perusahaan dapat menghargai kemampuan pegawainya. Tapi banyak juga yang menghargai kemampuan pegawainya.</p>
<p>Statistik diatas jangan dijadikan acuan ya. Cuma informasi aja sebagai referensi pada saat anda melamar pekerjaan baru. Semoga ke depan para profesional IT lebih dihargai di Indonesia.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=89&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/10/09/hasil-survey-gaji-pekerja-it-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yii Framework, new best performance php framework</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/10/08/yii-framework-new-best-performance-php-framework/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/10/08/yii-framework-new-best-performance-php-framework/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 01:45:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prado Framework]]></category>
		<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[yii]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Pengembang Prado Qiang Zue memilih mengembangkan framework baru dibandingkan meneruskan Prado 3 ke versi 4. Framework baru ini yang diberi nama Yii merupakan turunan dari Prado karena meminjam konsep dan kelebihan dari Prado namun dengan beberapa perubahan untuk kemampuan yang lebih baik. Perubahan paling signifikan dari framework ini adalah performancenya. Hasil tes membuktikan bahwa Yii [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengembang Prado Qiang Zue memilih mengembangkan framework baru dibandingkan meneruskan Prado 3 ke versi 4. Framework baru ini yang diberi nama Yii merupakan turunan dari Prado karena meminjam konsep dan kelebihan dari Prado namun dengan beberapa perubahan untuk kemampuan yang lebih baik. Perubahan paling signifikan dari framework ini adalah performancenya. Hasil tes membuktikan bahwa Yii telah menjadi framework dengan performance terbaik saat ini. Meninggalkan Codeigniter yang selama ini merupakan pemegang sabuk juara performance untuk framework PHP.</p>
<p><img style="max-width: 800px; float: none;" src="http://www.yiiframework.com/images/performance.png" alt="" /></p>
<p>Codeigniter memilih tidak menggunakan seluruh kemampuan Object Oriented Programming(OOP) dengan alasan performance, namun Yii mematahkan anggapan bahwa OOP pasti akan mengorbankan performance. Memang bila dibandingkan dengan structural programming besar kemungkinan OOP tertinggal, namun dengan kemudahan pengembangan aplikasi menjadi nilai lebih bagi pengembangan dengan OOP. Yii yang namanya terisipirasi dari Wii yaitu game console revolusioner merupakan framework murni OOP dan hanya berjalan di PHP 5.1 keatas.<br />
Berikut merupakan beberapa fitur dari Yii:</p>
<ol>
<li>Menggunakan pola MVC, pola standar pengembangan aplikasi yang memisahkan tampilan, logic program, dan model.</li>
<li>Menggunakan database abstraction layer seperti Data Access Objects(DAO) dan Active Record untuk memudahkan interaksi dengan database.</li>
<li>Terintegrasi dengan JQuery Javascript Framework. Walaupun menggunakan JQuery sebagai internal javascript library, namun Yii dapat menggunakan library lainnya tanpa terjadi bentrok.</li>
<li>Mendukung Internationalization (I18N) and localization (L10N) untuk memudahkan pengembangan aplikasi dalam multi bahasa dan lokalisasi seperti penggunaan waktu dan tanggal.</li>
<li>Memiliki layer cache untuk cache data, halaman, sebagian, dan keseluruhan aplikasi sehingga dapat meningkatkan performance dengan beragam pilihan media cache. Penggunaan media cache seperti database, APC, memcache, dan sebagainya dengan mudah diatur tanpa melakukan perubahan besar pada kode.</li>
<li>Fitur penanganan error dan logging, sehingga memudahkan pengembang dalam melakukan debugging aplikasi dalam masa pengembangan aplikasi.</li>
<li>Penggunaan theme, memudahkan pengembang aplikasi dalam merancang tampilan aplikasi.</li>
<li>Console, penggunaan perintah pada console untuk melakukan beragam perintah otomatis seperti meng-generate struktur dasar aplikasi, model, crud, dan sebagainya.</li>
<li>Dukungan authentication dan authorization internal<strong> </strong>sehingga memudahkan pengembangan aplikasi dengan fitur autentikasi.</li>
<li>Widget, seperti pada Prado memiliki komponen pada Yii memiliki widget yaitu semacam kontrol yang memiliki fungsi tertentu seperti autocomplete, datapicker, table, dan lain-lain. Menggunakan JQuery sebagai javascript client sidenya.</li>
<li>Dukungan form input dan validasi. Memudahkan pengembang untuk bekerja dengan form pada aplikasi dan melakukan validasi input dari form.</li>
<li>Modular dan mudah ditambahkan dengan dukungan extensi dan komponen tambahan sehingga beragam fitur tambahan dengan mudah dimasukkan.</li>
</ol>
<p>Saat ini Yii masih dalam versi 1 alpha. Namun menurut pengembang framework ini sudah cukup stabil untuk digunakan dalam produksi. Namun karena framework ini masih baru sehingga penggunanya juga masih sangat sedikit. Namun melihat fitur, kemampuan dan merupakan turunan dari Prado saya tidak ragu untuk memulai menggunakan framework ini.</p>
<p>Reference</p>
<ul>
<li><a title="Prado Forum" href="http://www.pradosoft.com/forum/index.php/topic,11022.0.html" target="_blank">http://www.pradosoft.com/forum/index.php/topic,11022.0.html</a></li>
<li><a title="yii framework" href="http://www.yiiframework.com" target="_blank">http://www.yiiframework.com</a></li>
</ul>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=83&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/10/08/yii-framework-new-best-performance-php-framework/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fulltext Indexing untuk mengoptimalkan pencarian data</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/08/30/fulltext-indexing-untuk-mengoptimalkan-pencarian-data/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/08/30/fulltext-indexing-untuk-mengoptimalkan-pencarian-data/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 06:33:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[database]]></category>
		<category><![CDATA[mysql]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[search]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Pasti kita sudah mengenal search engine yaitu mesin pencari apapun yang kita ketikan. Hasilnya begitu cepat dalam beberapa detik saja sudah tersaji di halaman hasil search engine. Namun mungkin kita belum tahu bagaimana sih mesin pencari dapat mencari begitu cepat dalam tumpukan data yang begitu besar. Full text indexing adalah salah satu teknik untuk mengoptimalkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pasti kita sudah mengenal search engine yaitu mesin pencari apapun yang kita ketikan. Hasilnya begitu cepat dalam beberapa detik saja sudah tersaji di halaman hasil search engine. Namun mungkin kita belum tahu bagaimana sih mesin pencari dapat mencari begitu cepat dalam tumpukan data yang begitu besar. Full text indexing adalah salah satu teknik untuk mengoptimalkan pencarian data. </p>
<p>Full text indexing merupakan feature database yang salah satunya adalah MySQL, database yang banyak digunakan oleh web developer untuk mengembangkan aplikasi webnya. Full text indexing adalah teknik pencatatan atau penyimpanan data di dalam tabel database dimana data disimpan dalam bentuk terstruktur biasanya B-TREE atau struktur data lainnya dimana format penyimpanan ini memudahkan database dalam melakukan penelusuran data. </p>
<p>Contoh paling sederhana adalah dalam pencarian isi blog. Isi blog biasanya disimpan dan di index didalam database sehingga pencarian dapat dilakukan bila kita mencari isi post tertentu. Full text indexing akan melakukan index pada tiap kata yang ada didalam suatu post yang kurang lebih seperti ini: </p>
<ul>
<li>kata “adobe” ada pada post dengan id 10,12,20 </li>
<li>kata “photoshop” ada pada post dengan id 10, 13, 16 </li>
<li>kata “firework” ada pada postdengan id 2, 10, 20 </li>
<li>dan seterusnya </li>
</ul>
<p>Dengan demikin bila kita memasukkan keyword adobe dalam pencarian maka kita dirujuk ke post dengan id 10, 12, dan 20. Namun tentu tekniknya tidak sederhana itu masih ada beberapa teknik lainnya yang bekerja dalam pencarian data. Contoh diatas hanyalah contoh sederhana dalam pencarian dengan bantuan full text indexing.</p>
<p>Full text indexing yang biasanya berguna mengoptimalkan pencarian pada database. Untuk jumlah data dengan skala menengah database dapan melakukan pencarian dengan cepat. Namun masalah akan timbul pada saat data terus bertambah dan jumlahnya mencapai jutaan baris. Masalah yang timbul antara lain</p>
<ul>
<li>lambat dalam melakukan insert atau penyimpanan data. Hal ini dikarenakan setiap data baru yang masuk maka database harus melakukan pengaturan index agar indexing berfungsi dengan baik </li>
<li>memerlukan kapasitas penyimpanan yang besar, data dan index disimpan terpisa dalam database sehingga makin besar data maka index juga akan bertambah besar. </li>
<li>konsumsi resource berlebihan, dalam penelusuran index akan diload kedalam memory dan menelusuri untuk mencari data yang diinginkan. Makin besar index makin besar pula memory yang dibutuhkan. </li>
</ul>
<p>Bila demikian bagaimana beberapa website indexer seperti mininova.org yang meng-index torrent tracker yang jumlahnya jutaan data bisa menyajikan hasil pencarian dalam beberapa detik? Rahasianya adalah mereka melakukan external indexing, yaitu melakukan indexing data diluar database. Sehingga pencarian dan penelusuran data dilakukan di luar database sehingga tidak mengurangi performance database. External indexing dibantu dengan aplikasi yang khusus untuk melakukan indexing. Dua diatara aplikasi tersebut yang menjadi favorit adalah:</p>
<ul>
<li>Lucene, aplikasi indexing yang&#160; paling terkenal. Dikembangkan dalam platform Java. Performance dan fungsinya sangat baik, namun masalahnya untuk berkolaborasi dengan PHP maka Lucene harus di porting ke PHP. Menurut beberapa sumber performance Lucene asli yang berplatform Java berbeda jauh dengan turunannya pada PHP dimana porting Lucene ke PHP memiliki performance lebih rendah. </li>
<li>Sphinx, aplikasi indexing yang mendukung integrasi dengan MySQL dan PHP. Dengan demikian kita dengan melakukan indexing data yang ada pada MySQL dan menggunakan hasil indexing pada Sphinx untuk pencarian dengan PHP. Pada dasarnya memang dikembangkan untuk dintegrasikan dengan database. </li>
</ul>
<p>Saya lebih memilih menggunakn Sphinx karena kemudahannya dalam integrasi dengan MySQL dan PHP. Namun bila anda tertarik dengan Lucene, Zend Framework juga memberikan dukungan kepada Lucene dengan mengembangkan component untuk Zend Framework untuk memudahkan pengembangan aplikasi dengan Lucene. </p>
<p>Konsep dalam melakukan integrasi dengan aplikasi web bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Data disimpan dalam database dan external indexer. Jadi setiap memasukkan databaru dan update harus melakukan pada keduanya, database dan external indexer. </li>
<li>Untuk setiap pencarian dan penelusuran data yang biasa dilakukan dengan query SQL “SELECT” maka dilakukan pada external indexer bukan pada database. </li>
</ul>
<p>Dengan konsep diatas diharapkan dapat memberikan performance lebih baik untuk pencarian dan penelusuran data dalam database. Namun cara ini mengorbankan performance dalam penambahan dan perubahan data karena harus melakukannya 2 kali yaitu pada database dan external indexer. Jadi penggunaan external full text indexer sebaiknya hanya digunakan pada aplikasi dengan jumlah data yang sangat besar dan lebih banyak menjalankan fungsi pencarian data dan penelusuran data dibandingkan dengan penambahan dan perubahan data.</p>
<p>Referensi:</p>
<ul>
<li><a title="http://jayant7k.blogspot.com/2006/06/benchmarking-results-of-mysql-lucene.html" href="http://jayant7k.blogspot.com/2006/06/benchmarking-results-of-mysql-lucene.html">http://jayant7k.blogspot.com/2006/06/benchmarking-results-of-mysql-lucene.html</a> </li>
<li><a title="http://www.ibm.com/developerworks/library/os-php-sphinxsearch/" href="http://www.ibm.com/developerworks/library/os-php-sphinxsearch/">http://www.ibm.com/developerworks/library/os-php-sphinxsearch/</a> </li>
<li><a title="http://www.sphinxsearch.com" href="http://www.sphinxsearch.com">http://www.sphinxsearch.com</a> </li>
<li><a href="http://lucene.apache.org">http://lucene.apache.org</a> </li>
<li><a title="http://dev.mysql.com/doc/refman/5.0/en/fulltext-search.html" href="http://dev.mysql.com/doc/refman/5.0/en/fulltext-search.html">http://dev.mysql.com/doc/refman/5.0/en/fulltext-search.html</a> </li>
<li><a href="http://framework.zend.com/manual/en/zend.search.lucene.html">http://framework.zend.com/manual/en/zend.search.lucene.html</a> </li>
</ul>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=79&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/08/30/fulltext-indexing-untuk-mengoptimalkan-pencarian-data/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Optimalisasi kode program PHP</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/07/08/optimalisasi-kode-program-php/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/07/08/optimalisasi-kode-program-php/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 03:28:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Kita sering menggunakan looping dalam aplikasi buatan kita seperti menggunakan for, while, foreach, dan sebagainya. Tahukan anda pemilihan penggunaan metode looping akan mempengaruhi kecepatan eksekusi aplikasi anda. Anda mungkintidak pernah memikirkan pentingnya optimalisasi kode program karena belum merasakan perbedaan berarti antara kode yang teroptimasi dan tidak. Namun bila anda telah merilis aplikasi anda dan digunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita sering menggunakan looping dalam aplikasi buatan kita seperti menggunakan for, while, foreach, dan sebagainya. Tahukan anda pemilihan penggunaan metode looping akan mempengaruhi kecepatan eksekusi aplikasi anda. Anda mungkintidak pernah memikirkan pentingnya optimalisasi kode program karena belum merasakan perbedaan berarti antara kode yang teroptimasi dan tidak. Namun bila anda telah merilis aplikasi anda dan digunakan oleh sangat banyak pengguna maka optimasi aplikasi pasti akan sangat diperlukan.</p>
<p>Resource server akan sangat terbebani oleh aplikasi yang kodenya tidak dioptimalisasi. Banyak orang yang mengatakan bahwa penggunaan framework akan membuat kinerja aplikasi akan berkurang dan resource yang digunakan akan sangat besar dibandingkan tanpa framework. Hal ini tidak 100% benar karena menurut saya performance suatu aplikasi tergantung optimalisasi yang dilakukan. Penggunaan framework memang akan lebih membebani server namun dengan optimalisasi aplikasi maka hal ini bukan suatu kendala. Misalnya penggunaan cache, dengan cache maka isu OOP yang dianut framework yang katanya butuh resource lebih besar hanya berlaku  pada saat awal loading. Load berikutnya resource yang digunakan akan sangat berkurang karena penggunaan cache.</p>
<p>Selain teknik optimalisasi cache ada beragam optimalisasi aplikasi yang dapat kita lakukan. Salah satunya optimalisasi kode program. Optimalisasi kode program akan membantu mengurangi beban server dalam eksekusi kode program pada saat menerima request yang berlebihan. Optimalisasi kode program PHP merupakan optimalisasi yang sangat dasar dalam perancangan aplikasi web. Setelah kode aplikasi di optimalisasi maka dapat kita lanjutkan ke optimalisasi database, dan web server. Berikut adalah beberapa panduan untuk mengoptimalkan kode PHP anda:</p>
<ul>
<li>Sebisa mungkin deklarasikan method dalam class sebagai statik</li>
<li>Gunakan echo dibandingkan print untuk mengirimkan output ke browser.</li>
<li>Gunakan
<pre>echo ‘a’;
echo ‘b’;
echo ‘c’;</pre>
<p>Dibandingkan menggunakan</p>
<pre>$string='a'.'b'.'c';
echo $string;</pre>
</li>
<li>Gunakan foreach dibanding menggunakan while untuk penelusuran.</li>
<li>Unset variable yang telah selesai digunakan terutama variable yang membutuhkan memori besar seperti array.</li>
<li>Hindari penggunakan magic seperti _get, _set, _autoload</li>
<li>Penggunaan require_once membutuhkan resource cukup besar, jadi pergunakan seperlunya.</li>
<li>Gunakan fullpath untuk include atau require karena bila menggunakan variable untuk path misalnya OS Path maka diperlukan waktu tambahan untuk parsing variable.</li>
<li>Hindari penggunaan regex bila masih bisa menggunakan function string seperti srncasecmp, strpbrk, stripos, dan lain-lain.</li>
<li>Untuk perbandingan variable, === akan lebih baik dibandingkan hanya ==.</li>
<li>Tutup koneksi database bila sudah selesai digunakan.</li>
<li>Hindari ouput error sebisa mungkin dalam aplikasi rilis sebaiknya hanya digunakan dalam debugging aplikasi;</li>
<li>Jangan menggunakan fungsi dalam statement loop misalnya for ($x=0; $x &lt; count($array); $x)  karena akan memanggil fungsi untuk setiap loop.</li>
<li>Gunakan kutip untuk mengakses array. row[’id’] is 7  lebih cepat dari $row[id].</li>
<li>Hindari penggunaan variable global.</li>
<li>Gunakan single kutip dibanding menggunakan double kutip karena penggunaan double kutip akan mengecek variable di dalam string. Misalnya echo ‘Isi A=’.$a; lebih cepat dibandingkan echo “Isi A=$a”;</li>
<li>echo $a,$b,$c lebih cepat daripada echo $a.$b.$c</li>
<li>Sebisa mungkin gunakan html dari pada php untuk ouput. Misalnya
<pre>&lt;?php if($a):?&gt;

   &lt;p&gt;A benar&lt;/p&gt;
&lt;?php else:?&gt;

   &lt;p&gt;A salah&lt;/p&gt;
&lt;?php endif; ?&gt;</pre>
<p>Lebih baik dibandingkan</p>
<pre>&lt;?php
if($a)
	echo '&lt;p&gt; A benar &lt;/p&gt;';
else
	echo '&lt;p&gt; B salah &lt;/p&gt;;
?&gt;</pre>
</li>
<li>Gunakan pengecekan variable sebelum mengecek tipe variable. Karena pengecekan tipe variable yang tidak ada akan memakan resource lebih banyak.</li>
<li>++$i lebih baik daripada $i++</li>
<li>gunakan lowercase karena true lebih baik dariTRUE false lebih baik dari FALSE dan null lebih baik dari NULL</li>
<li>$var===null lebih baik daripada  is_null($var)</li>
<li>Untuk memanggil fungsi dalam class maka sebaiknya gunakan reference operator &amp;
<pre>$a= new ClassA;
$b=&amp; $a-&gt;fungsiA();</pre>
<p>akan lebih baik dibandingkan</p>
<pre>$a= new ClassA;
$b=$a-&gt;fungsiA();</pre>
</li>
</ul>
<p>Daftar diatas bukan nilai mutlak dari performance aplikasi anda karena perkembangan PHP memungkinkan optimasi kode program akan lebih baik. Sebaiknya selalu gunakan PHP versi terakhir karena akan selalu ada peningkatan performance. Contohnya PHP5 lebih lebih cepat dibandingkan PHP4. Beberapa panduan diatas hanya sekedar referensi untuk optimalisasi saja, terkadang untuk memudahkan maka kita tidak mengikuti panduan diatas. Hal itu tergantung pilihan dan kebutuhan anda sebagai web developer.</p>
<h3>Referensi:</h3>
<p><a title="http://reinholdweber.com/?p=3" href="http://reinholdweber.com/?p=3">http://reinholdweber.com/?p=3</a></p>
<p><a title="http://www.phpbench.com/" href="http://www.phpbench.com/">http://www.phpbench.com/</a></p>
<p><a title="http://phplens.com/lens/php-book/optimizing-debugging-php.php" href="http://phplens.com/lens/php-book/optimizing-debugging-php.php">http://phplens.com/lens/php-book/optimizing-debugging-php.php</a></p>
<p><a title="http://www.pradosoft.com/wiki/index.php/Coding_Conventions_and_Guidelines" href="http://www.pradosoft.com/wiki/index.php/Coding_Conventions_and_Guidelines">http://www.pradosoft.com/wiki/index.php/Coding_Conventions_and_Guidelines</a></p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=69&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/07/08/optimalisasi-kode-program-php/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>12 Langkah Menjadi Seorang Web Developer</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/06/23/12-langkah-menjadi-seorang-web-developer/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/06/23/12-langkah-menjadi-seorang-web-developer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 16:06:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Tentu anda sudah mengenal apa web itu. Namun mungkin ada yang belum mengerti bagaimana sih membuat web tersebut. Apa yang harus dipelajari untuk menjadi web developer, dan bagaimana untuk hidup dari profesi web developer. Saya mencoba membuat daftar langkah-langkah yang dapat anda tempuh untuk menjadi seorang web developer berdasarkan pengalaman saya sebagai web developer. Semoga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tentu anda sudah mengenal apa web itu. Namun mungkin ada yang belum mengerti bagaimana sih membuat web tersebut. Apa yang harus dipelajari untuk menjadi web developer, dan bagaimana untuk hidup dari profesi web developer. Saya mencoba membuat daftar langkah-langkah yang dapat anda tempuh untuk menjadi seorang web developer berdasarkan pengalaman saya sebagai web developer. Semoga daftar ini dapat membantu anda untuk memulai karir sebagai web developer. Tidak panjang lebar inilah langkah-langkah menjadi seorang web developer: <span id="more-62"></span></p>
<ol>
<li>
<div><strong>Belajar bahasa pemrograman web</strong>, untuk memulainya tentu anda harus menguasai bahasa pemrograman web. Dan bahasa yang dikuasai tidak cukup 1 bahasa pemrograman saja karena web dibangun diatas beberapa faktor pendukung.  Bahasa yang sebaiknya anda pelajari untuk menjadi web developer adalah:</div>
<ul>
<li>HTML, merupakan bahasa pemrograman web paling dasar dan mutlak harus dikuasai. HTML adalah bahasa untuk menciptakan tampilan web yang anda lihat di browser. HTML membangun struktur tampilan web seperti header, content, footer, menu, dan sebagainya. Namun untuk menciptakan tampilan yang lebih baik tidak cukup dengan HTML saja masih diperlukan bahasa lain untuk menciptakan tampilan yang lebih baik.</li>
<li>CSS, inilah bahasa pelengkap HTML. Tanpa CSS kita tak akan dapat menciptakan tampilan yang indah. CSS adalah bahasa yang mengatur layout dan tampilan dari web tersebut misalnya warna background, tulisan, font, ukuran, dan sebagainya. Dengan kombinasi HTML dan CSS maka kita dapat menciptakan tampilan yang baik dan indah.</li>
<li>Bahasa scripting web misalnya PHP, ASP, ColdFusion, Python, dan lainnya. Bahasa pemrograman ini adalah bahasa yang akan kita gunakan untuk membangun aplikasi web. Kalau tadi HTML dan CSS merupakan pembangun tampilan dari web tersebut maka bahasa scripting ini adalah pengontrol logika aplikasi web. Bahasa ini menghubungkan aplikasi web kita dengan database dan mengolah input output dari aplikasi kita.  Sebaiknya anda memilih salah satu bahasa untuk didalami. Saya menyarankan menggunakan PHP karena bahasa inilah yang paling banyak digunakan untuk membuat aplikasi web. Dengan sifatnya yang terbuka dan bebas biaya maka kita dengan mudah mempelajari dan membuat aplikasi web dengan mudah. Kelengkapan dokumentasi dan tutorial PHP juga sangat banyak sehingga anda tidak akan kesulitan mempelajari bahasa yang satu ini.</li>
<li>SQL, merupakan bahasa scripting database. Database adalah aplikasi pengolah data yang menyimpan data untuk digunakan bersama aplikasi web kita. Database ada bermacam-macam misalnya MySQL, SQLite, Oracle, PostgreSQL, SQL Server, dan database lainnya. Sangat disarankan untuk memilih salah satu untuk didalami. Walaupun SQL merupakan standar bahasa scripting database namun dengan mempelajari salah satu scripting database yang ada maka kita akan dimudahkan dalam menyimpan, mengelola, dan memberikan output data dengan tersedianya fungsi-fungsi yang akan membantu anda bekerja dengan database.</li>
<li>Javascript, bahasa scripting yang berjalan di browser.  Bahasa ini tidak mutlak dipelajari, namun kalau anda ingin membuat web dengan efek animasi, dan web yang lebih interaktif maka javascript akan membantu anda. Dibandingkan dengan flash untuk membuat efek tertentu, saya lebih memilih Javascript. Kenapa, karena Flash masih memerlukan installasi plugin sedangkan Javascript sudah didukung secara default oleh browser modern.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Pelajari teknik penyelesaian kasus-kasus pemrograman web</strong>. Misalnya bagaimana pemrograman yang berhubungan dengan tanggal, bagaimana menghubungkan web dengan aplikasi lainnya, bagaimana mengakses database, dan beragam teknik lainnya. Dengan mengetahui teknik pemrograman dan penyelesaian kasus-kasus pemrograman web maka anda dapat lebih efektif dalam pemrograman aplikasi web anda.</li>
<li><strong>Pelajari metode pengembangan web yang baik</strong>. Ada banyak metode pengembangan seperti RUP, Agile, dan USDP tapi pada dasarnya mengfokuskan pada analisa, perancangan, pengembangan, dan pengujian. Lakukan pengembangan aplikasi dengan tahapan-tahapan diatas. Lakukan analisa apa yang diperlukan oleh aplikasi ini, kemudian rancang terlebih dahulu aplikasi anda sebelum melakukan coding, lakukan pengembangan atau coding, dan uji coba terlebih dahulu sebelum dirilis atau didelivery. Anda dapat kembali ketahap sebelumnya bila diperlukan. Yang penting, tentukan sendiri metode yang paling baik seusai dengan diri anda.</li>
<li><strong>Belajar mengolah gambar</strong>. Buat apa? Karena dengan gambar maka kita dapat memberikan informasi lebih cepat dan efektif dibandingkan dengan mendeskripsikan dalam text yang panjang. Cukup pelajari Adobe Photoshop atau Adobe Firework yang merupakan software paling umum untuk keperluan gambar web. Pelajari bagaimana membuat gambar seperti icon, background, patern, dan gambar lainnya. Sebenarnya bukan merupakan keharusan karena untuk menciptakan gambar untuk tampilan web karena hal ini lebih cenderung merupakan pekerjaan web designer. Namun bila anda bs membuat gambar untuk web maka akan lebih membantu dibandingkan anda harus meminta tolong teman anda untuk keperluan gambar web anda.</li>
<li><strong>Gunakan framework</strong>, framework merupakan sekumpulan fungsi dan library yang dapat memudahkan pemrograman anda. Gunakan framework sesuai dengan bahasa pemrograman anda. Misalnya ASP menggunakan .NET Framework. Ruby dengan Rails Framework, Python dengan Django Framework, dan PHP yang lebih banyak lagi seperti Prado, Symfony, CakePHP, dan framework lainnya. Lakukan riset dan tentukan pilihan anda framework mana yang akan anda gunakan dan dalami framework tersebut. Jangan terlalu banyak berpindah-pindah framework karena anda tidak akan memperoleh manfaat maksimal karena pemahaman yang terpecah-pecah. Jadi tentukan framework pilihan anda sesuai minat, dan teknik yang anda senangi.</li>
<li><strong>Pelajari teknik-teknik mengoptimalkan aplikasi anda</strong>. Agar aplikasi anda dapat berjalan lebih cepat dan responsif maka anda harus dapat melakukan tuning atau optimalisasi. Pelajari teknik pemrograman web yang baik, pemecahan masalah programming yang efektif, tuning dan optimalisasi database, serta optimasi web server.</li>
<li><strong>Pelajari web server</strong>, akan sangat bermanfaat bila anda mempelajari web server agar anda dapat mengetahui bagaimana menjalankan aplikasi anda di web server. Atau bagaimana cara mengoptimalkan aplikasi di web server. Misalnya penggunaan module caching seperti APC, eAccelerator, dan sebagainya. Atau penggunaan file .htaccess untuk menciptakan friendly URL atau URL yang lebih enak dibaca. Dengan mempelajari web server maka anda dapat mengoptimalkan dan menambahkan feature aplikasi anda di server.</li>
<li><strong>Pelajari penggunaan control panel hosting</strong>. Karena anda akan banyak berhubungan dengan control panel bila anda menyewa hosting untuk web anda. Control panel yang banyak digunakan antara lain Cpanel, Pleks, ISPConfig, dan sebagainya. Dengan memahami penggunaan control panel maka anda dapat mengoptimalkan aplikasi anda di provider hosting anda.</li>
<li><strong>Ikuti perkembangan teknologi web terbaru</strong>. Teknologi web selalu berkembang misalnya munculnya teknologi RSS, PODCasting, dan teknologi lainnya. Pelajari bagaimana membuat dan menggunakan teknologi tersebut di aplikasi anda. Karena aplikasi yang ketinggalan jaman akan ditinggalkan penggunanya juga.</li>
<li><strong>Pelajari manajemen proyek</strong>. Suatu pengembangan aplikasi merupakan suatu proyek yang harus di atur, direncanakan, dan dilakukan dengan baik. Dengan mempelajari manajemen proyek maka anda dapat melakukan kolaborasi dengan yang lain dalam mengembangkan aplikasi.  Anda juga dapat memperoleh efektifitas dan efisiensi waktu dalam menyelesaikan suatu proyek.</li>
<li><strong>Untuk meningkatkan kemampuan anda, selalu asah kemampuan anda dengan mengerjakan aplikasi web</strong>. Entah pekerjaan, atau proyek pribadi. Karena makin banyak aplikasi yang anda buat maka kemampuan anda akan makin baik. Kembangkan ide anda dan realisasikan menjadi suatu aplikasi.</li>
<li>Yang terakhir, jangan mau selalu menjadi web developer yang hanya mengerjakan proyek orang lain. <strong>Anda harus membuat suatu aplikasi yang dapat dijadikan produk atau layanan anda sebagai wujud kemampuan anda</strong>. Produk dan layanan ini dapat anda jual sehingga anda dapat memperoleh hasil dari kemampuan anda dan menikmati hasilnya. Dibandingkan dengan mengerjakan proyek orang lain secara terus-terusan dan dibayar per-proyek tentu akan lebih baik bila anda mengerjakan 1 produk namun anda memperoleh hasil terus-terusan dengan syarat produk anda memiliki nilai jual yang baik.</li>
</ol>
<p>Itulah langkah-langkah dasar untuk menjadi seorang web developer menurut pengalaman saya. Langkah diatas tidaklah cukup, hanya langkah dasar saja. Semoga daftar diatas dapat menjadi pembimbing anda dan bahkan dapat menjadikan anda web developer yang lebih baik lagi. Anda harus terus belajar dan berlatih terus serta selalu menerima perkembangan yang ada agar kemampuan anda terus terasah.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=62&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/06/23/12-langkah-menjadi-seorang-web-developer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Bisnis &#8211; 5 Langkah Membuat Produk Anda Memiliki Nilai Lebih</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/05/16/manajemen-bisnis-5-langkah-membuat-produk-anda-memiliki-nilai-lebih/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/05/16/manajemen-bisnis-5-langkah-membuat-produk-anda-memiliki-nilai-lebih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 02:43:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Produk baik berupa barang atau jasa merupakan sumber penghasilan dari suatu perusahaan. Produk adalah sesuatu yang ditawarkan oleh pihak produsen kepada konsumen. Karena itu produk tidak dapat anda tawarkan begitu saja dengan konsumen tanpa membuatnya menjadi lebih menarik dibandingkan dengan produk pesaing anda. Harus ada nilai lebih yang bisa menjadi alasan kenapa konsumen harus memilih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Produk  baik berupa barang atau jasa merupakan sumber penghasilan dari suatu perusahaan. Produk adalah sesuatu yang ditawarkan oleh pihak produsen kepada konsumen. Karena itu produk tidak dapat anda tawarkan begitu saja dengan konsumen tanpa membuatnya menjadi lebih menarik dibandingkan dengan produk pesaing anda. Harus ada nilai lebih yang bisa menjadi alasan kenapa konsumen harus memilih produk anda. Karena itu saya menyusun daftar atau check list atau standar yang sebaiknya dipenuhi agar produk anda mampu bersaing dan mudah-mudahan dapat membuat konsumen memilih produk anda.</p>
<ol>
<li><strong>Kualitas Terbaik</strong><br />
Kualitas merupakan standar pertama yang harus dipenuhi oleh suatu produk dan layanan. Tidak ada kompromi untuk standar kualitas suatu produk kecuali anda mau mengubah kemasan produk dan nama perusahaan anda. Kenapa karena tanpa kualitas anda hanya dapat menipu konsumen sekali saja, begitu konsumen membeli produk anda dan tidak menemukan kualitas yang diharapkan maka konsumen tersebut kemungkinan besar akan meninggalkan anda. Kecuali memang tidak ada pilihan lain selain produk anda. Kualitas yang baik akan memberikan pengalaman baik kepada konsumen dan konsumen bisa menjadi iklan bagi produk anda karena dia akan berbagi pengalaman baik tersebut dengan konsumen lainnya. Jangan pernah berpikir kalau produk anda berkualitas maka daya tahan yang lama akan membuat konsumen lama untuk membeli lagi produk anda. Pandangan itu salah, karena bila anda mengidahkan kualitas yang ada konsumen beralih dari produk anda. Kualitas bukan ditentukan oleh produsen akan tetapi ditentukan oleh kepuasan konsumen. Jadi berikan yang terbaik untuk kualitas produk anda agar anda dapat menerima hasil terbaik dari pelanggan anda.</li>
<li>
<div><strong>Harga Pantas</strong><br />
Orang bilang harga tidak berbohong yang artinya bila harga suatu barang mahal maka memang harga mahal itu wajar untuk produk yang  berkualitas. Maksud sebenarnya adalah harga suatu produk haruslah dalam jangkauan yang wajar, tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah. Karena bila harga terlalu mahal maka konsumen akan berpikir beberapa kali sebelum membeli produk anda. Beberapa orang justru lebih memilih membeli produk yang lebih murah asal bisa dipakai, tanpa memikirkan kualitas. Namun tentu hal ini tidak berlaku lama, karena dengan proses waktu maka konsumen tersebut akan tersadar bahwa sebenarnya membeli produk berkualitas akan lebih menguntungkan dari segi penghematan biaya, waktu, dan tenaga. Namun harga yang terlalu murah pun akan menimbulkan kecurigaan dan kesan murahan serta tidak berkualitas bagi produk anda, walaupun pada kenyataannya produk anda memiliki kualitas yang baik. Karena itu anda harus pintar menentukan harga yang wajar dan pantas untuk produk anda. Berikut cara menentukan harga yang wajar dan pantas untuk produk anda:</div>
<ol>
<li>Tentukan harga modal per item dari produk anda. Jumlahkan biaya produksi, biaya promosi, dan biaya distribusi per item produk. Lalu jadikan total biaya per item produksi menjadi harga modal untuk produk anda.</li>
<li>Lakukan survei produk sejenis dan tentukan range produk untuk kategori murahan dan kemahalan. Caranya lihat dari kemasan produk dan pastikan kualitasnya baik, bila kemasan menarik dan harga sedikit diatas harga rata-rata produk sejenis maka harga tersebut bisa jadi menjadi patokan harga tertinggi untuk harga wajar atau pantas untuk produk tersebut. Barang yang dianggap murah biasanya bisa kelihatan dari kemasannya, kemasan yang biasa dan tidak menarik membuat biaya produksinya menjadi murah, namun kemasan tidak menunjukan kualitas jadi anda harus mencari patokan barang berkualitas dengan kemasan biasa dan jadikan harga barang tersebut menjadi harga terendah untuk harga pantas produk tersebut.</li>
<li>Anda tinggal memilih dari jangkauan harga wajar dari harga tertinggi dan terendah produk tersebut dan mungkin baik untuk memilih tidak terlalu jauh dari harga wajar terendah sebagai awal produk anda. Anda dapat meningkatkan harga seiring perkembangan dari produk anda.</li>
</ol>
</li>
<li>
<div><strong>Kemasan Menarik</strong><br />
Kemasan merupakan kunci pemikat pertama dari suatu produk. Kemasan menjadi daya tarik visual untuk produk anda. Pandangan  visual merupakan interaksi tercepat dan mungkin yang pertama yang dapat dilakukan oleh konsumen dengan produk anda. Saat ini konsumen lebih sudah tidak terlalu sensitif terhadap harga.  Karena bila anda menjual produk diluar kebutuhan pokok maka target pemasaran anda sebagian besar terhadap golongan menengah ke atas yang menjadikan harga bukan faktor utama untuk keputusan membeli suatu produk. Apa yang mereka lihat dan rasakan akan menjadi andil penentu dari keputusan pembelian terhadap produk anda. Karena itu kemasan yang memberikan pengalaman baik kepada konsumen akan membuat konsumen mengingat produk anda dan tentu berpeluang besar menjadi pembeli produk anda. Karena itu pastikan kemasan produk anda memiliki kemasan dengan:</div>
<ol>
<li>Menarik, desain produk yang menarik dan unik akan menjadi nilai lebih yang membedakan produk anda dengan produk sejenis. Desain yang menarik akan memikat konsumen pada saat melihat produk anda dan membuatnya berpeluang menjadi pembeli. Karena bagaimana konsumen akan membeli produk anda bila melihatnya saja ia tidak tertarik. Karena itu pastikan desain produk anda dapat menarik perhatian konsumen.</li>
<li>Bentuk yang ergonomis, bentuk yang disesuaikan dengan keadaan fisik manusia membuat pengguna produk lebih nyaman dalam menggunakan produk tersebut. Contohnya produk kursi yang di desain bentuknya agar ergonomis akan membuat seseorang dapat duduk lebih lama di kursi tersebut dibandingkan duduk di bangku biasa yang bentuknya standar saja. Kenyamanan merupakan pengelaman yang sangat baik bagi konsumen dan menjadikan konsumen betah menggunakan produk anda.</li>
<li>Sentuhan berkualitas, setelah melihat konsumen akan tertarik untuk menyentuhnya. Ada beberapa barang yang menjadikan sentuhan merupakan jawaban dari kualitas suatu produk, contohnya produk tekstil. Dengan menyentuhnya maka konsumen dapat merasakan kualitas dan pengalaman yang baik dari produk anda.</li>
<li>Aroma yang menggugah, aroma secara tidak sadar mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Seperti kita tau ada terapi dengan aroma yang mampu menenangkan jiwa seseorang. Karena itu aroma yang menarik dan menggugah konsumen akan membantu membuat konsumen menjadi pembeli produk anda. Apalagi bila produk makanan, dulu di Bandung jaman kuliah saya sering mencoba makanan baru karena tidak tahan mencium aroma masakan yang begitu menggoda.</li>
<li>Informasi baik, jangan lupa sertakan informasi penting dengan produk anda. Baik itu cara penggunaan, efek samping, kandungan produk, alamat perusahaan, dan informasi lainnya untuk membantu pembeli mengetahui lebih jauh apakah mereka telah membeli produk yang mereka inginkan. Jangan sampai pembeli merasa tertipu dengan produk anda karena hal ini akan membuat konsumen tidak akan membeli produk anda untuk kedua kalinya.</li>
</ol>
</li>
<li><strong>Penuhi Kebutuhan Konsumen</strong><br />
Anda harus jeli melihat kebutuhan konsumen, apa yang sedang mereka perlukan atau yang akan mereka butuhkan. Contohnya para produsen baju memproduksi jaket  lebih banyak pada saat musim hujan karena kebanyakan orang membutuhkan jaket pada saat musim hujan. Namun bisa saja bila anda pandai menganalisa perkembangan pasar maka anda bisa melihat apa yang bisa anda keluarkan dan menjadi barang kebutuhan konsumen. Namun biasanya hal seperti ini terjadi dalam jangka panjang.</li>
<li><strong>Ikuti Tren Pasar</strong><br />
Anda senang tren, atau model yang sedang laku di pasaran. Tidak ada salahnya kita selalu terbuka dan menerima perubahan pasar. Karena perubahan tren pasar merupakan perubahan kebutuhan para konsumen. Tren justru akan menjadi sesuatu yang dapat memicu penjualan produk anda. Pada saat mobil sedang tren mengeluarkan model SUV, maka konsumen pun ramai-ramai membeli model SUV. Hal ini karena tren pasar sedang menuju ke kendaraan multi fungsi. Jadi bila anda tidak mengikuti perkembangan pasar, maka anda tentu pasti akan ketinggalan dari para pesaing anda.</li>
</ol>
<p>Itulah 5 daftar langkah yang dapat menjadi nilai lebih bagi produk anda. Sebenarnya teknik sederhana adalah belajar dari pasar yang anda. Bila ada pesaing anda yang mampu menjual produknya dengan jumlah sangat banyak, anda harus mempelajari apa yang mereka miliki sehingga dapat menjual produknya dengan baik. Tapi bukan meniru pesaing anda, anda harus mencari cara atau teknik bagaimana agar dapat mengalahkan teknik pesaing anda. Selain itu produk yang anda jual akan dibeli oleh konsumen, oleh karena itu buatlah produk sesuai keinginan dan kebutuhan konsumen. Jangan membuat produk hanya untuk menunjukkan kemampuan anda, atau menonjolkan perusahaan anda, karena dengan mengerti dan memberikan pengalaman terbaik konsumen dengan produk anda maka anda akan memiliki pelanggan yang loyal terhadap produk dan perusahaan anda. Semoga sukses.</p>
<p>Tulisan ini kelanjutan dari tulisan sebelumnya mengenai Manajemen Perusahaan. Dan akan saya lanjutkan untuk menulis mengenai pemasaran. Yaitu teknik-teknik yang dapat anda gunakan untuk menjual produk anda. Tulisan ini merupakan pemikiran penulis berdasarkan buku-buku yang telah dibaca dan penelitian terhadap perusahaan-perusahaan yang sukses di bidang mereka. Bila ada saran dan tambahan untuk tulisan ini mohon menambahkan. Terima kasih.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=60&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/05/16/manajemen-bisnis-5-langkah-membuat-produk-anda-memiliki-nilai-lebih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial Dasar Perancangan Theme WordPress</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/03/27/tutorial-dasar-perancangan-theme-wordpress/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/03/27/tutorial-dasar-perancangan-theme-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 02:19:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[theme]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2008/03/27/tutorial-dasar-perancangan-theme-wordpress/</guid>
		<description><![CDATA[WordPress adalah blog engine terpopuler saat ini. Hal ini karena WordPress bersifat open dan mudah untuk dikostumasi dan ditambahkan fitur dengan bermacam template dan plugin yang tersedia secara gratis. Namun tentu ada ingin memiliki tampilan blog yang unik dan beda dengan yang lain. Untuk permulaan anda tentu dapat menggunakan theme yang telah tersedia. Atau juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.wordpress.org/">WordPress</a> adalah  blog engine terpopuler saat ini. Hal ini karena <a href="http://www.wordpress.org/">WordPress</a> bersifat open dan mudah untuk dikostumasi  dan ditambahkan fitur dengan bermacam template dan plugin yang tersedia secara  gratis. Namun tentu ada ingin memiliki tampilan blog yang unik dan beda dengan  yang lain. Untuk permulaan anda tentu dapat menggunakan theme yang telah  tersedia. Atau juga bisa menggunakan template default yaitu Kubrick. Namun  untuk anda yang ingin merancang sendiri tampilan blog WordPress anda inilah  caranya. Merancang theme <a href="http://www.wordpress.org/">WordPress</a> memerlukan keahlian HTML, CSS, dan dasar <a href="http://php.net/">PHP</a>.  Saya tidak mengajarkan hal tersebut disini.  Jadi kalau anda telah memiliki keahlian  tersebut silakan melanjutkan tutorial ini. Template yang kita rancang akan  menggunakan engine WordPress 2.3 yang merupakan versi mayor terbaru saat  tutorial ini dibuat yang telah mendukung widget secara default. Kebanyakan  template mendukung 1 sidebar saja, namun tutorial ini sidebar yang saya gunakan  ada 2 yaitu sidebar pada halaman depan atau hompage dan sidebar pada halaman  posting. Tujuannya agar kita bisa memberikan link yang sesuai dengan posting  agar pengunjung tertarik mengunjungi posting lainnya.</p>
<p>Konsep dari theme WordPress adalah menggunakan template tag.  Halaman theme akan digunakan sesuai dengan halaman yang diload. Contohnya pada  saat konten posting kita ditampilkan maka yang dipanggil adalah file  single.php. Bila yang ditampilkan adalah page maka yang dipanggil adalah  page.php. Demikian juga dengan pemanggilan archive, category, dan halaman  lainnya.</p>
<p>Agar lebih dapat dimengerti silakan ikut langkah tutorial  berikut. Berikut adalah langkah-langkah perancangan dasar theme WordPress:</p>
<p><span id="more-54"></span></p>
<ol>
<li>Langkah pertama siapkan template HTML &amp; CSS  yang sudah siap pakai. Template ini berupa template lengkap yang merupakan  halaman web statis yang akan kita ubah menjadi themes WordPress. Anda sebaiknya  merancang template HTML CSS terlebih dahulu sebelum mengubahnya menjadi themes  WordPress. Template ini nanti akan kita pilah-pilah menjadi bagian-bagian dari  theme WordPress. Berikut adalah kode HTML dari template basic kita:
<pre>&lt;!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"&gt;
&lt;html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;
&lt;head&gt;
&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /&gt;
&lt;title&gt;Untitled Document&lt;/title&gt;
&lt;link href="style.css" rel="stylesheet" type="text/css" /&gt;
&lt;/head&gt;
&lt;body&gt;
&lt;div id="container"&gt;
       &lt;div id="header"&gt;
       &lt;ul id="pagelist"&gt;
       &lt;li&gt;home&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;about&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;contact&lt;/li&gt;
    &lt;/ul&gt;
        &lt;h1&gt;Title Blog&lt;/h1&gt;
        &lt;h3&gt;Blog Description&lt;/h3&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div id="content"&gt;
       &lt;div id="content-right"&gt;
        &lt;h2&gt;Category&lt;/h2&gt;
            &lt;ul&gt;
                &lt;li&gt;internet&lt;/li&gt;
                &lt;li&gt;flash&lt;/li&gt;
                &lt;li&gt;web&lt;/li&gt;
                &lt;li&gt;php&lt;/li&gt;
            &lt;/ul&gt;
         &lt;h2&gt;Archive&lt;/h2&gt;
            &lt;ul&gt;
                &lt;li&gt;03/2008&lt;/li&gt;
                &lt;li&gt;02/2008&lt;/li&gt;
                &lt;li&gt;01/2008&lt;/li&gt;
            &lt;/ul&gt;
        &lt;/div&gt;
        &lt;div id="content-left"&gt;
              &lt;h2&gt;Posting title&lt;/h2&gt;
            &lt;div&gt;posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here.
            &lt;/div&gt;
            &lt;h2&gt;Posting title&lt;/h2&gt;
            &lt;div&gt;posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here.
            &lt;/div&gt;
            &lt;h2&gt;Posting title&lt;/h2&gt;
            &lt;div&gt;posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here.
            &lt;/div&gt;
        &lt;/div&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div id="footer"&gt;
       &lt;p&gt;Basic Template Footer &lt;/p&gt;
    &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/body&gt;
&lt;/html&gt;</pre>
<p>Dan  file style.css yang merupakan file style dari template kita:</p>
<pre>@charset "utf-8";
body{
       font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;
       }
#container {
       width: 955px;
       margin:0 auto;
}
#header{
       height:100px;
       border-bottom:1px dotted #666666;
       }
#searchform{
       float:right;
}
#pagelist{
       margin-top:20px;
       float:right;
       text-align:right;
       list-style:none;
       clear:right;
       text-transform:lowercase;
}
#pagelist li{
       float:left;
       text-align:right;
       margin-left:20px;
}
#content{
       margin-top:20px;
}
#content-left{
       width:582px;
       }
#content-right{
       background-color:#CCCCCC;
       float:right;
       width:360px;
       }
#content-right h2{
       margin-left:10px;
       }
#footer{
       margin-top:20px;
       clear:both;
       text-align:center;
       border-top:1px dotted #666666;
}</pre>
</li>
<li>Selanjutnya kita akan membagi atau memotong kode  HTML penyusun template diatas. Kode HTML kita bagi menjadi 4 bagian menjadi 4  file PHP yaitu:
<ul>
<li>Header.php, file yang akan menyimpan bagian  header theme WordPress. Yang perlu dipertimbangkan pada bagian ini adalah  header akan selalu di load atau ditampilkan pada tiap halaman WordPress kita.  Jadi potong bagian penting yang harus diload tiap kita akan membuka semua  halaman blog. Contohnya adalah bagian tag &lt;head&gt; pada file HTML dan  sedikit bagian pad tag &lt;body&gt; pada contoh template basic diatas bagian  yang dimasukkan adalah pada bagian header. Jadi untuk pemotongan awal inilah  isi dari file header.php:
<pre>&lt;!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"&gt;
&lt;html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;
&lt;head&gt;
&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /&gt;
&lt;title&gt;Untitled Document&lt;/title&gt;
&lt;link href="style.css" rel="stylesheet" type="text/css" /&gt;
&lt;/head&gt;

&lt;body&gt;
&lt;div id="container"&gt;
       &lt;div id="header"&gt;
        &lt;h1&gt;Title Blog&lt;/h1&gt;
        &lt;h3&gt;Blog Description&lt;/h3&gt;
    &lt;/div&gt;</pre>
</li>
<li>Index.php, yaitu file utama yang akan diload  pada saat pertama kali blog kita dibuka. File ini merupakan halaman depan dari  blog WordPress kita karena itu tempatkan bagian body dari HTML template basic  kita yang merupakan bagian konten utama dari template kita. Pada contoh  template basic yang merupakan konten utama adalah pada bagian konten posting di  blok content-left. Dengan demikian isi dari file index.php adalah sebagai  berikut:
<pre>&lt;div id="content-left"&gt;
              &lt;h2&gt;Posting title&lt;/h2&gt;
            &lt;div&gt;posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here.
            &lt;/div&gt;
            &lt;h2&gt;Posting title&lt;/h2&gt;
            &lt;div&gt;posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here.
            &lt;/div&gt;
            &lt;h2&gt;Posting title&lt;/h2&gt;
            &lt;div&gt;posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here.
            &lt;/div&gt;
        &lt;/div&gt;
    &lt;/div&gt;</pre>
</li>
<li>Sidebar.php, yaitu bagian sub content dari blog  kita. Pada sidebar kita menempatkan beberapa informasi singkat dari blog kita  seperti kategori, arsip, daftar link, dan sebagainya. Pada template basic yang dimaksud  sidebar adalah pada blok content-right. Karena itu isi dari file sidebar.php  adalah:
<pre>    &lt;div id="content"&gt;
           &lt;div id="content-right"&gt;
            &lt;h2&gt;Category&lt;/h2&gt;
                &lt;ul&gt;
                    &lt;li&gt;internet&lt;/li&gt;
                    &lt;li&gt;flash&lt;/li&gt;
                    &lt;li&gt;web&lt;/li&gt;
                    &lt;li&gt;php&lt;/li&gt;
                &lt;/ul&gt;
             &lt;h2&gt;Archive&lt;/h2&gt;
                &lt;ul&gt;
                    &lt;li&gt;03/2008&lt;/li&gt;
                    &lt;li&gt;02/2008&lt;/li&gt;
                    &lt;li&gt;01/2008&lt;/li&gt;
                &lt;/ul&gt;
            &lt;/div&gt;</pre>
</li>
<li>Footer.php, hampir sama dengan bagian header  yaitu bagian penutup blog yang akan selalu diload setiap blog kita diakses.  Dengan demikian pada bagian template basic kita yang dimaksud adalah blok  footer. Kita bisa menempatkan kode javascript pada bagian ini. Isi dari  footer.php akan menjadi sebagai berikut:
<pre>    &lt;div id="footer"&gt;
           &lt;p&gt;Basic Template Footer &lt;/p&gt;
        &lt;/div&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;/body&gt;
    &lt;/html&gt;</pre>
</li>
</ul>
</li>
<li>Setelah selesai membagi template basic kita  menjadi sub-sub template maka selanjutnya kita akan mengubah kode-kode HTML biasa  dengan menambahkan beberapa kode PHP yang merupakan template tag dari  WordPress. Template tag ini berfungsi untuk meload isi sebenarnya blog kita  dari engine blog WordPress. Dengan demikian template tag akan menampilkan isi-isi  dari blog. Berikut adalah perubahan pada file themes basic WordPress yang telah  kita potong-potong sebelumnya:
<ul>
<li>Header.php, pada file ini kita menempatkan  template tag yang akan meload beberapa komponen blog seperti blog-title,  blog-description, page-menu, dan lain-lain. File ini bisa dipanggil dengan template  tag &lt;?php get_header(); ?&gt;.  Berikut isi file header.php yang kita ubah:
<pre>&lt;!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"&gt;
&lt;html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" &lt;?php language_attributes(); ?&gt;&gt;

&lt;head profile="http://gmpg.org/xfn/11"&gt;
&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="&lt;?php bloginfo('html_type'); ?&gt;; charset=&lt;?php bloginfo('charset'); ?&gt;" /&gt;

&lt;title&gt;&lt;?php bloginfo('name'); ?&gt; &lt;?php if ( is_single() ) { ?&gt; » Blog Archive &lt;?php } ?&gt; &lt;?php wp_title(); ?&gt;&lt;/title&gt;
&lt;meta name="generator" content="WordPress &lt;?php bloginfo('version'); ?&gt;" /&gt;
&lt;link rel="stylesheet" href="&lt;?php bloginfo('stylesheet_url'); ?&gt;" type="text/css" media="screen" /&gt;
&lt;link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="&lt;?php bloginfo('name'); ?&gt; RSS Feed" href="&lt;?php bloginfo('rss2_url'); ?&gt;" /&gt;
&lt;link rel="pingback" href="&lt;?php bloginfo('pingback_url'); ?&gt;" /&gt;
&lt;?php wp_head(); ?&gt;
&lt;/head&gt;
&lt;body&gt;
&lt;div id="container"&gt;
       &lt;div id="header"&gt;
        &lt;h1&gt;&lt;a href="&lt;?php echo get_option('home'); ?&gt;/"&gt;&lt;?php bloginfo('name'); ?&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;
        &lt;h3&gt;&lt;?php bloginfo('description'); ?&gt;&lt;/h3&gt;
        &lt;div id="searchform"&gt;
              &lt;form method="get" id="searchform" action="&lt;?php bloginfo('url'); ?&gt;/"&gt;
            &lt;input type="text" value="&lt;?php the_search_query(); ?&gt;" name="s" id="s" /&gt;
            &lt;input type="submit" id="searchsubmit" value="Search" /&gt;
            &lt;/form&gt;
         &lt;/div&gt;
&lt;ul id="pagelist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="&lt;?php bloginfo('url'); ?&gt;"&gt;home&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;?php wp_list_pages('depth=1&amp;title_li='); ?&gt;&lt;/ul&gt;
    &lt;/div&gt;</pre>
</li>
<li>Index.php, pada file ini kita akan meload daftar  posting yang kita miliki. Berikut isi dari perubahan pada file index.php:
<pre>&lt;?php get_header(); ?&gt;
&lt;?php get_sidebar(); ?&gt;
&lt;div id="content-left"&gt;
        &lt;?php if (have_posts()) : ?&gt;

              &lt;?php while (have_posts()) : the_post(); ?&gt;

                     &lt;div id="post-&lt;?php the_ID(); ?&gt;"&gt;
                            &lt;h2&gt;&lt;a href="&lt;?php the_permalink() ?&gt;" rel="bookmark" title="Permanent Link to &lt;?php the_title_attribute(); ?&gt;"&gt;&lt;?php the_title(); ?&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
                            &lt;small&gt;&lt;?php the_time('F jS, Y') ?&gt;  by &lt;?php the_author() ?&gt; &lt;/small&gt;

                            &lt;div&gt;
                                  &lt;?php the_content('Read the rest of this entry »'); ?&gt;
                            &lt;/div&gt;

                            &lt;p class="postmetadata"&gt;&lt;?php the_tags('Tags: ', ', ', '&lt;br /&gt;'); ?&gt; Posted in &lt;?php the_category(', ') ?&gt; | &lt;?php edit_post_link('Edit', '', ' | '); ?&gt;  &lt;?php comments_popup_link('No Comments »', '1 Comment »', '% Comments »'); ?&gt;&lt;/p&gt;
                     &lt;/div&gt;

              &lt;?php endwhile; ?&gt;

              &lt;div class="navigation"&gt;
                     &lt;div class="nav-left"&gt;&lt;?php next_posts_link('« Older Entries') ?&gt;&lt;/div&gt;
                     &lt;div class="nav-right"&gt;&lt;?php previous_posts_link('Newer Entries »') ?&gt;&lt;/div&gt;
              &lt;/div&gt;

       &lt;?php else : ?&gt;

              &lt;h2&gt;Not Found&lt;/h2&gt;
              &lt;p&gt;Sorry, but you are looking for something that isn't here.&lt;/p&gt;
              &lt;?php include (TEMPLATEPATH . "/searchform.php"); ?&gt;

       &lt;?php endif; ?&gt;
        &lt;/div&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;/div&gt;
&lt;?php get_footer(); ?&gt;</pre>
</li>
<li>Sidebar.php, pada file ini kita akan meload  beberapa widget yang telah kita set pada wordpress administrator. Sidebar yang  diload ada 2 macam. Bila sidebar dipanggil oleh hompage atau page biasa maka  yang diload adalah sidebar 1, sedangkan bila sidebar dipanggil oleh single post  atau halaman yang menampilkan isi posting maka yang dipanggil adalah sidebar 2.  File ini dipanggil dengan template tag &lt;?php get_sidebar(); ?&gt; Berikut  adalah isi perubahan pada file sidebar.php:
<pre>&lt;div id="content"&gt;
    &lt;div id="content-right"&gt;
        &lt;?php if ( function_exists('dynamic_sidebar')): ?&gt;
              &lt;?php if (is_single()): dynamic_sidebar(2) ?&gt;
        &lt;?php else : dynamic_sidebar(1) ?&gt;
        &lt;?php endif; ?&gt;  
       &lt;?php endif; ?&gt;          
&lt;/div&gt;</pre>
</li>
<li>Footer.php, pada file ini tidak terlalu banyak  fungsi yang penting. Hanya sedikit informasi mengenai blog ini. File ini  dipanggil dengan template tag &lt;?php get_footer(); ?&gt;. Berikut adalah isi  dari footer.php:
<pre>&lt;div id="footer"&gt;
       &lt;p&gt;
              &lt;?php bloginfo('name'); ?&gt; is proudly powered by
              &lt;a href="http://wordpress.org/"&gt;WordPress&lt;/a&gt;
              &lt;br /&gt;&lt;a href="&lt;?php bloginfo('rss2_url'); ?&gt;"&gt;Entries (RSS)&lt;/a&gt;
              and &lt;a href="&lt;?php bloginfo('comments_rss2_url'); ?&gt;"&gt;Comments (RSS)&lt;/a&gt;.
              &lt;!-- &lt;?php echo get_num_queries(); ?&gt; queries. &lt;?php timer_stop(1); ?&gt; seconds. --&gt;
       &lt;/p&gt;
    &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;?php wp_footer(); ?&gt;
&lt;/body&gt;
&lt;/html&gt;</pre>
</li>
</ul>
</li>
<li>Setelah mengubah file template basic kita  menjadi file theme  WordPress maka kita  perlu menambahkan beberapa file theme lagi untuk melengkapi theme kita agar  dapat bekerja secara penuh. Berikut ada file-file yang perlu kita buat:
<ul>
<li>Single.php, merupakan file theme turuan dari  index.php. Strukturnya hampir sama namun yang membedakan adalah isi yang  diload. Anda bisa mengkopi file index.php dan menyimpannya dengan filename  single.php dan mengubahnya sedikit.  Pada  bagian isi posting dan postmetadata Berikut adalah isi dari file single.php:
<pre>&lt;?php get_header(); ?&gt;
&lt;?php get_sidebar(); ?&gt;
&lt;div id="content-left"&gt;
              &lt;?php if (have_posts()) : while (have_posts()) : the_post(); ?&gt;
                     &lt;div id="post-&lt;?php the_ID(); ?&gt;"&gt;
            &lt;h2&gt;&lt;?php the_title(); ?&gt;&lt;/h2&gt;
            &lt;small&gt;&lt;?php the_time('F jS, Y') ?&gt;  by &lt;?php the_author() ?&gt; &lt;/small&gt;
            &lt;div&gt;
                &lt;?php the_content('&lt;p class="serif"&gt;Read the rest of this entry »&lt;/p&gt;'); ?&gt;
            &lt;?php wp_link_pages(array('before' =&gt; '&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pages:&lt;/strong&gt; ', 'after' =&gt; '&lt;/p&gt;', 'next_or_number' =&gt; 'number')); ?&gt;
            &lt;?php the_tags( '&lt;p&gt;Tags: ', ', ', '&lt;/p&gt;'); ?&gt;
            &lt;/div&gt;
            &lt;p class="postmetadata alt"&gt;
            &lt;small&gt;
            This entry was posted on &lt;?php the_time('l, F jS, Y') ?&gt; at &lt;?php the_time() ?&gt;
            and is filed under &lt;?php the_category(', ') ?&gt;.
            You can follow any responses to this entry through the &lt;?php comments_rss_link('RSS 2.0'); ?&gt; feed.
            &lt;?php if (('open' == $post-&gt; comment_status) &amp;&amp; ('open' == $post-&gt;ping_status)) {
                // Both Comments and Pings are open ?&gt;
                You can &lt;a href="#respond"&gt;leave a response&lt;/a&gt;, or &lt;a href="&lt;?php trackback_url(); ?&gt;" rel="trackback"&gt;trackback&lt;/a&gt; from your own site.
            &lt;?php } elseif (!('open' == $post-&gt; comment_status) &amp;&amp; ('open' == $post-&gt;ping_status)) {
                // Only Pings are Open ?&gt;
                Responses are currently closed, but you can &lt;a href="&lt;?php trackback_url(); ?&gt; " rel="trackback"&gt;trackback&lt;/a&gt; from your own site.
            &lt;?php } elseif (('open' == $post-&gt; comment_status) &amp;&amp; !('open' == $post-&gt;ping_status)) {
                // Comments are open, Pings are not ?&gt;
                You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

            &lt;?php } elseif (!('open' == $post-&gt; comment_status) &amp;&amp; !('open' == $post-&gt;ping_status)) {
                // Neither Comments, nor Pings are open ?&gt;
                Both comments and pings are currently closed.
            &lt;?php } edit_post_link('Edit this entry.','',''); ?&gt;
            &lt;/small&gt;
            &lt;/p&gt;
                     &lt;/div&gt;
       &lt;div class="navigation"&gt;
        &lt;div class="nav-left"&gt;&lt;?php next_posts_link('« Older Entries') ?&gt;&lt;/div&gt;
        &lt;div class="nav-right"&gt;&lt;?php previous_posts_link('Newer Entries »') ?&gt;&lt;/div&gt;
       &lt;/div&gt;
       &lt;?php comments_template(); ?&gt;
       &lt;?php endwhile; else: ?&gt;
              &lt;p&gt;Sorry, no posts matched your criteria.&lt;/p&gt;
&lt;?php endif; ?&gt;
        &lt;/div&gt;
    &lt;/div&gt;
&lt;?php get_footer(); ?&gt;</pre>
</li>
<li>Selain single.php yang memiliki struktur mirip  dengan index.php ada juga file yang mirip yaitu page.php. File ini digunakan  untuk menampilkan halaman yang dibuat. Contohnya halaman about dan contact. Berikut  contoh page.php:
<pre>&lt;?php get_header(); ?&gt;
&lt;?php get_sidebar(); ?&gt;
&lt;div id="content-left"&gt;
&lt;?php if (have_posts()) : while (have_posts()) : the_post(); ?&gt;
       &lt;div id="post-&lt;?php the_ID(); ?&gt;"&gt;
              &lt;h2&gt;&lt;?php the_title(); ?&gt;&lt;/h2&gt;
              &lt;div&gt;
              &lt;?php the_content('&lt;p class="serif"&gt;Read the rest of this entry »&lt;/p&gt;'); ?&gt;
              &lt;?php wp_link_pages(array('before' =&gt; '&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pages:&lt;/strong&gt; ', 'after' =&gt; '&lt;/p&gt;', 'next_or_number' =&gt; 'number')); ?&gt;
              &lt;/div&gt;
       &lt;/div&gt;
&lt;?php endwhile; else: ?&gt;
    &lt;p&gt;Sorry, no posts matched your criteria.&lt;/p&gt;
&lt;?php endif; ?&gt;
    &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;?php get_footer(); ?&gt;</pre>
</li>
<li>Untuk menampilkan daftar komentar pada suatu  post maka diperlukan file comments.php. File ini dapat dipanggil dengan  template tag  &lt;?php  comments_template(); ?&gt;
<pre>&lt;?php // Do not delete these lines
       if ('comments.php' == basename($_SERVER['SCRIPT_FILENAME']))
              die ('Please do not load this page directly. Thanks!');
       if (!empty($post-&gt;post_password)) { // if there's a password
              if ($_COOKIE['wp-postpass_' . COOKIEHASH] != $post-&gt;post_password) {  // and it doesn't match the cookie
                     ?&gt;
                     &lt;p class="nocomments"&gt;This post is password protected. Enter the password to view comments.&lt;/p&gt;
                     &lt;?php
                     return;
              }
       }
       /* This variable is for alternating comment background */
       $oddcomment = 'class="alt" ';
?&gt;
&lt;?php if ($comments) : ?&gt;
       &lt;h3 id="comments"&gt;&lt;?php comments_number('No Responses', 'One Response', '% Responses' );?&gt; to “&lt;?php the_title(); ?&gt;”&lt;/h3&gt;
       &lt;ol&gt;
       &lt;?php foreach ($comments as $comment) : ?&gt;
              &lt;li &lt;?php echo $oddcomment; ?&gt;id="comment-&lt;?php comment_ID() ?&gt;"&gt;
                     &lt;?php comment_author_link() ?&gt; says:
                     &lt;?php if ($comment-&gt;comment_approved == '0') : ?&gt;
                     &lt;em&gt;Your comment is awaiting moderation.&lt;/em&gt;
                     &lt;?php endif; ?&gt;
                     &lt;br /&gt;
                     &lt;small&gt;&lt;a href="#comment-&lt;?php comment_ID() ?&gt;" title=""&gt;&lt;?php comment_date('j F Y') ?&gt; at &lt;?php comment_time() ?&gt;&lt;/a&gt; &lt;?php edit_comment_link('edit','  ',''); ?&gt;&lt;/small&gt;
                     &lt;?php comment_text() ?&gt;
              &lt;/li&gt;
       &lt;?php  $oddcomment = ( empty( $oddcomment ) ) ? 'class="alt" ' : ''; ?&gt;
       &lt;?php endforeach; /* end for each comment */ ?&gt;
       &lt;/ol&gt;
 &lt;?php else : // this is displayed if there are no comments so far ?&gt;
       &lt;?php if ('open' == $post-&gt;comment_status) : ?&gt;
              &lt;!-- If comments are open, but there are no comments. --&gt;
        &lt;?php else : // comments are closed ?&gt;
              &lt;!-- If comments are closed. --&gt;
              &lt;p&gt;Comments are closed.&lt;/p&gt;
       &lt;?php endif; ?&gt;
&lt;?php endif; ?&gt;
&lt;?php if ('open' == $post-&gt;comment_status) : ?&gt;
&lt;h3 id="respond"&gt;Leave a Reply&lt;/h3&gt;
&lt;?php if ( get_option('comment_registration') &amp;&amp; !$user_ID ) : ?&gt;
&lt;p&gt;You must be &lt;a href="&lt;?php echo get_option('siteurl'); ?&gt;/wp-login.php?redirect_to=&lt;?php echo urlencode(get_permalink()); ?&gt;"&gt;logged in&lt;/a&gt; to post a comment.&lt;/p&gt;
&lt;?php else : ?&gt;
&lt;form action="&lt;?php echo get_option('siteurl'); ?&gt;/wp-comments-post.php" method="post" id="commentform"&gt;
&lt;?php if ( $user_ID ) : ?&gt;
&lt;p&gt;Logged in as &lt;a href="&lt;?php echo get_option('siteurl'); ?&gt;/wp-admin/profile.php"&gt;&lt;?php echo $user_identity; ?&gt;&lt;/a&gt;. &lt;a href="&lt;?php echo get_option('siteurl'); ?&gt;/wp-login.php?action=logout" title="Log out of this account"&gt;Logout »&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;?php else : ?&gt;
&lt;p&gt;&lt;input type="text" name="author" id="author" value="&lt;?php echo $comment_author; ?&gt;" size="22" tabindex="1" /&gt;
&lt;label for="author"&gt;&lt;small&gt;Name &lt;?php if ($req) echo "(required)"; ?&gt;&lt;/small&gt;&lt;/label&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;input type="text" name="email" id="email" value="&lt;?php echo $comment_author_email; ?&gt;" size="22" tabindex="2" /&gt;
&lt;label for="email"&gt;&lt;small&gt;Mail (will not be published) &lt;?php if ($req) echo "(required)"; ?&gt;&lt;/small&gt;&lt;/label&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;input type="text" name="url" id="url" value="&lt;?php echo $comment_author_url; ?&gt;" size="22" tabindex="3" /&gt;
&lt;label for="url"&gt;&lt;small&gt;Website&lt;/small&gt;&lt;/label&gt;&lt;/p&gt;
&lt;?php endif; ?&gt;
&lt;p&gt;&lt;textarea name="comment" id="comment" cols="50%" rows="10" tabindex="4"&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;input name="submit" type="submit" id="submit" tabindex="5" value="Submit Comment" /&gt;
&lt;input type="hidden" name="comment_post_ID" value="&lt;?php echo $id; ?&gt;" /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;?php do_action('comment_form', $post-&gt;ID); ?&gt;
&lt;/form&gt;
&lt;?php endif;?&gt;
&lt;?php endif;?&gt;</pre>
</li>
<li>Berikutnya adalah file functions.php yang merupakan  file untuk menyimpan fungsi-fungsi yang berkaitan dengan theme buatan kita.  Pada file ini kita mendeklarasikan widget yang kita inginkan. Pada file ini  juga dapat memberi fungsi tambahan untuk administrasi theme dari WordPress  administrator:
<pre>&lt;?php
if ( function_exists('register_sidebar') ){
    register_sidebars(2,array('before_widget' =&gt; '&lt;div id="%1$s" class="widget %2$s"&gt;',
'after_widget' =&gt; "&lt;/div&gt;",
'before_title' =&gt; '&lt;h2&gt;',
'after_title' =&gt; "&lt;/h2&gt;"));
       }
?&gt;</pre>
</li>
</ul>
</li>
<li>Selesailah theme WordPress kita. Sebenarnya  masih ada file file lain yang dibutuhkan untuk menampilkan secara keseluruhan  fungsi blog WordPress. Akan tetapi file tersebut tidak bersifat harus ada. Bila  file tersebut tidak ada blog kita masih dapat menampilkan konten dengan baik.  File-file itu dapat tergantikan oleh file default atau oleh file lainnya. Contohnya  adalah archive.php,search.php,category.php, dll. Bila ingin tampilan theme anda  dapat lebih spesifik maka anda dapat melengkapi file-file tersebut. Anda  tinggal meng-copy semua file tersebut ke dalam 1 folder dan memasukkannya ke  folder theme WordPress. Selanjutnya anda dapat mengaktifkan theme buatan anda  dari menu Presentation pada WordPress Administrator.</li>
</ol>
<p>Bila ingin menggunakan theme WordPress yang lebih lengkap  maka theme default WordPress 2.3 adalah permulaan yang bagus. Kelengkapan  fungsi dan file theme dapat dijadikan referensi untuk pengembangan theme anda  sendiri.  Contoh theme wordpress yang  kita gunakan diatas merupakan theme yang sangat dasar. Anda dapat memperbaiki  theme tersebut dengan memodifikasi theme dan CSS dari theme tersebut. Anda juga  dapat menambahkan beberapa gambar agar lebih menarik. Selamat berkreasi.</p>
<h3>Referensi</h3>
<ul>
<li><a href="http://codex.wordpress.org">http://codex.wordpress.org</a></li>
<li><a href="http://codex.wordpress.org/Templates">http://codex.wordpress.org/Templates</a></li>
<li><a href="http://codex.wordpress.org/Theme_Development">http://codex.wordpress.org/Theme_Development</a></li>
<li><a href="http://codex.wordpress.org/Blog_Design_and_Layout">http://codex.wordpress.org/Blog_Design_and_Layout</a></li>
<li><a href="http://codex.wordpress.org/Developer_Documentation">http://codex.wordpress.org/Developer_Documentation</a></li>
</ul>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=54&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/03/27/tutorial-dasar-perancangan-theme-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Bisnis – Prinsip dan Standarisasi Manajemen Perusahaan</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 23:46:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-%e2%80%93-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Bisnis merupakan kegiatan dalam menjual produk atau jasa agar memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Bisnis merupakan kegiatan beresiko memberikan kerugian baik dari segi material atau non-material. Namun bila berhasil maka akan memberikan keuntungan dan kesejahteraan bagi pemiliknya. Agar terhindar dari resiko bisnis maka bisnis harus dijalankan dengan tepat dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Pendahuluan</h3>
<p>Bisnis merupakan kegiatan dalam menjual produk atau jasa agar memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Bisnis merupakan kegiatan beresiko memberikan kerugian baik dari segi material atau non-material. Namun bila berhasil maka akan memberikan keuntungan dan kesejahteraan bagi pemiliknya. Agar terhindar dari resiko bisnis maka bisnis harus dijalankan dengan tepat dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang serius dan mantap. Bisnis terdiri atas beberapa komponen penting yang saling mendukung dan melengkapi. Bila salah satu komponen gagal maka akan mengganggu komponen lain. Berikut adalah komponen-komponen bisnis tersebut:</p>
<ul>
<li>Manajemen, yaitu bagian yang merencanakan, mengelola, dan menjalankan bisnis. Komponen ini bisa disebut sebagai backend yaitu komponen yang berada di belakang layar.</li>
<li>Kekuatan brand atau image, yaitu karisma, kekuatan emosional yang dimiliki oleh perusahaan dan merupakan pandangan/perasaan masyarakat terhadap perusahaan atau produk.</li>
<li>Produk atau Layanan, komponen yang dijual atau ditawarkan kepada pasar. Komponen ini bisa disebut sebagai front end karena komponen ini berada didepan. Komponen inilah yang berhadapan dengan masyarakat.</li>
<li>Partner, yaitu pihak yang ikut membantu dalam menjalankan bisnis.</li>
<li>Pelanggan, yaitu pihak yang akan menerima tawaran atau membeli produk dan layanan yang ditawarkan.</li>
</ul>
<p>Saya akan membahas komponen-komponen diatas satu persatu disertai kriteria, prisip, dan standar yang perlu dipenuhi agar tiap komponen dapat berfungsi maksimal sesuai yang diharapkan. Tiap komponen tidak dapat berdiri sendiri karena gangguan pada satu komponen akan mengganggu komponen lain. Saya akan menulis pemikiran saya berdasarkan pengalaman, buku-buku manajemen bisnis, dan studi kasus pada perusahaan-perusahaan tertentu. Pada posting ini saya akan membahas pada komponen Manajemen. Dan saya akan teruskan pada tulisan-tulisan berikutnya.<span id="more-50"></span></p>
<h3>Manajemen</h3>
<p>Manajemen suatu perusahaan adalah nyawa dari suatu perusahaan. Manajemen yang menentukan pertumbuhan atau kebangkrutan suatu perusahaan. Dengan adanya suatu pengelolaan dan manajemen yang baik maka suatu perusahaan akan mampu bertahan dari segala tekanan, kendala, dan rintangan yang ada. Bahkan akan berkembang menjadi lebih besar dan lebih baik lagi. Dalam mengelola perusahaan maka ada prinsip dan standarisasi dimana hal-hal tersebut akan sangat membantu perkembangan perusahaan bila diterapkan dengan baik. Prisip dan standar ini bukanlah nilai mutlak dalam kesuksesan suatu perusahaan. Tidak selamanya suatu perusahaan yang telah melakukan segala sesuatunya dengan baik akan sukses. Terkadang ada beberapa kendala atau halangan yang tidak dapat dihindari contohnya tertipu rekan kerja atau tertimpa bencana serta kendala-kendala lainnya. Berikut adalah beberapa prinsip dan standarisasi yang diharapkan mampu mendukung kemajuan dan perkembangan suatu perusahaan:</p>
<ol>
<li><strong>Perancanaan yang Matang</strong><br />
Sebelum suatu perusahaan berdiri maka biasanya modal merupakan kendala awal yang harus dipenuhi sebelum perusahaan berjalan. Tidak selamanya modal besar pasti memberikan keuntungan besar. Pengelolaan modal yang efektif dan efisien akan memberikan keuntungan yang maksimal. Untuk kita kita harus melakukan perhitungan modal dan biaya yang diperlukan untuk operasional perusahaan dalam jangka beberapa waktu ke depan. Kita harus mampu memberikan anggaran yang aman untuk operasional perusahaan dalam beberapa waktu kedepan. Jadi bukan mengamankan anggaran hanya untuk hari ini dan besok. Dengan adanya pengamanan anggaran dalam jangka panjang maka perusahaan akan mampu bertahan bila mengalami kendala atau bencana yang sifatnya mendadak dan tidak diperhitungkan sebelumnya.<br />
Dengan melakukan perencanaan dan perancangan perusahaan secara matang maka perusahaan akan siap menghadapi berbagai kendala dan rintangan karena telah diperhitungkan sebelumnya. Misalnya dalam membuat suatu produk maka kita harus melakukan penelitian terlebih dahulu mengenai pasar, konsumen, produk pesaing, dan kendala-kendala yang mungkin akan muncul agar produk kita tepat sasaran dan tidak gugur bila terkena berbagai tekanan dan kendala yang muncul. Saat ini penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan bisnis mampu memudahkan dan mempercepat perencanaan perusahaan. Sistem yang digunakan disebut Enterprise Resource Planning(ERP) dimana sistem ini melakukan perencanaan dengan konsep Manajemen Operasional dengan suatu aplikasi yang terintegrasi. Beberapa kegiatan manajemen dapat terbantu dengan sistem ini seperti inventory management, financial management, reporting, manufacturing management, dan kegiatan lainnya.</li>
<li><strong>Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, Loyal, dan Sejahtera.</strong><br />
Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan kunci penggerak perusahaan. Dengan adanya SDM yang mampu menggerakkan perusahaan dengan baik maka suatu perusahaan akan mampu berkembang dan melakukan bisnisnya dengan efektif dan efisien. SDM yang berkualitas tidaklah cukup untuk menjalankan perusahaan dalam jangka panjang. Diperlukan loyalitas pegawai terhadap perusahaan tempat dimana dia bekerja. Dengan membangun hubungan emosional antara perusahaan dan pegawainya maka seorang pegawai akan berusaha semaksimal mungkin memberikan kontribusi terbaik buat perusahaan. Tanpa adanya hubungan emosional antara perusahaan dan pegawai maka pegawai hanya menjalankan kewajibannya tanpa memberikan seluruh kemampuannya untuk perusahaan. Bila kewajibannya telah dilakukan maka dia hanya akan berjalan ditempat tanpa memberikan inovasi, kreatifitas, dan ide cemerlang yang sebenarnya bisa dilakukan bila pegawai memiliki ikatan emosional yang membuat dia ingin ikut membangun dan mengembangkan perusahaan menjadi lebih baik.<br />
Sumber daya manusia yang berkualitas, dan loyal belum tentu dapat memberikan kontribusi terbaik yang dimilikinya. Manusia yang memiliki kebutuhan tentu akan berusaha agar dapat memenuhi segala kebutuhannya. Bila seorang pegawai merasa bahwa penghasilan yang dimilikinya tidak memenuhi kebutuhannya maka tentu dia akan berusaha untuk mencari jalan agar dapat memenuhi seluruh kebutuhannya. Bila hal ini terjadi maka pegawai mencari kerja sampingan yang akan menyita waktu, pikiran, dan tenaganya sehingga ia tidak dapat memberikan kemampuannya secara maksimal pada perusahaan. Mengapa terkadang beberapa perusahaan melakukan meeting, atau penyusunan anggaran di hotel padahal kantor mereka memiliki fasilitas yang sama dengan hotel? Mungkin buat sebagian orang hal ini adalah pemborosan, tapi dampak baiknya adalah para peserta meeting atau rapat akan lebih berkosentrasi dan memberikan pemikiran mereka secara maksimal tanpa terganggu oleh masalah lainnya seperti macet di perjalanan ke kantor, permasalahan di rumah, dan kendala-kendala di luar perusahaan. Dengan adanya dukungan dari perusahaan agar pegawai tidak dipusingkan oleh hal-hal lain diluar perusahaan maka pegawai diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal buat perkembangan perusahaan.</li>
<li><strong>Manager yang Terbuka, Tegas, dan Demokrat</strong><br />
Kepemimpinan seorang manager merupakan penunjuk jalan yang benar bagi perusahaan. Mereka adalah nakhoda kapal yang akan menentukan apakah perusahaan akan mencapai tujuan atau tidak. Jiwa kepemimpinan yang berwibawa harus dimiliki oleh seorang manager perusahaan, namun dengan wibawa bukan berarti bersikap tertutup terhadap pegawainya. Justru sikap terbuka seorang pemimpin yang mau menerima masukan dan saran dari bawahannya akan membantu seorang manager dalam memimpin perusahaan atau departement yang dibawahinya. Ketegasan dalam memimpin dan mengambil keputusan sangat diperlukan oleh seorang manager, karena di tangan mereka keputusan akan jalan yang ditempuh oleh perusahaan akan menentukan perkembangan dan operasional perusahaan. Manager juga harus dapat mempertanggung jawabkan keputusan mereka di depan direksi tidak melulu menyalahkan bawahan yang tidak becus melakukan perintahnya. Sebaiknya setiap pengambilan keputusan melibatkan banyak pihak, baik itu bawahan ataupun pihak lain yang terkait. Dengan adanya masukan dari yang lain maka manager dapat mempertimbangkan dan mengambil keputusan yang tepat dan memuaskan banyak pihak.<br />
Hubungan antara manager dan bawahan juga harus baik dan terjaga. Sebisa mungkin ada hubungan 2 arah antara manager dan bawahan, bukan hubungan searah dimana manager terus-terusan memberi perintah kepada bawahan tanpa mau mendengar keluhan dan perasaan bawahannya. Bila ada hubungan harmonis seperti keluarga dalam suatu perusahaan maka akan tercipta team kerja yang solid dan kuat dalam menjalankan perusahaan.</li>
<li><strong>Lingkungan Kerja yang Nyaman dan Mendukung</strong><br />
Seorang pekerja menghabiskan hampir setengah hidupnya dalam sehari berada di kantor. Sehingga kantor merupakan tempat kedua setelah rumah yang menjadi tempat terlama dimana pekerja berada. Untuk itu lingkungan kantor yang nyaman, kondusif, dan mendukung pekerjaan mutlak diperlukan. Lingkungan kerja bukan berarti hanya kantor saja, akan tetapi termasuk suasana kerja, dan hubungan antar pegawai perusahaan. Bila salah satu bagian dari lingkungan kerja tersebut ada yang membuat tidak nyaman seorang pekerja maka akan berdampak terhadap menurunnya kinerja dan kontribusi pegawai tersebut terhadap perusahaan.<br />
Kantor adalah tempat bekerja dimana kenyamanan kantor bergantung pada kebersihan, kerapian, ketenangan, keindahan, suhu dan udara yang sesuai, serta tata letak furniture dan ruangan yang baik. Perangkat kerja yang mendukung juga perlu diperhatikan. Jangan memaksakan penghematan terhadap perangkat kantor yang dapat menghambat pekerja. Beberapa perusahaan terkadang mempertahankan komputer tua yang suka crash dengan alasan masih dapat dipakai padahal justru kelambatan dan tuanya perangkat membuat waktu bekerja dan terkadang menghambat pekerja pada saat perangkat tua tersebut rusak. Kantor yang nyaman akan membuat pegawai betah dan tidak terburu-buru ingin meninggalkan kantor sehingga pekerja lebih berkosentrasi dalam melakukan pekerjaannya. Suasana kekeluargaan di kantor perlu dibina agar pegawai merasa sebagai bagian dari perusahaan dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap perusahaan untuk menjaga nama baik perusahaan. Jangan sampai ada sifat iri, sinis, atau ada pertikaian antar pegawai karena akan mengganggu pekerjaan dan kinerja perusahaan.<br />
Perlu diperhatikan juga bagaimana pegawai berangkat dan pulang dari kantor. Bila pegawai tinggal terlalu jauh dari kantor maka perlu dipikirkan bagaimana bila terkendala macet dan terlambat sampai dikantor. Ada baiknya perusahaan menyediakan jemputan karyawan karena selain membantu karyawan juga akan mengakrabkan karyawan karena ada waktu bercerita dalam perjalanan dari atau ke kantor.</li>
<li><strong>Terbuka dan Selalu Belajar</strong><br />
Perkembangan dunia bisnis begitu cepat. Begitu banyak bidang yang mendukung suatu bisnis misalnya bidang teknologi informasi. Begitu banyak perubahan yang terjadi diluar perusahaan, karena itu kita tidak boleh tertutup dan harus berusaha menerima perubahan yang ada. Dengan selalu mempelajari perubahan dan perkembangan maka suatu perusahaan akan dapat bersaing dengan perusahaan lain dan tidak tertinggal oleh tren dan perkembangan yang terus berjalan. Perusahaan harus mempelajari dan menerapkan berbagai perkembangan dan perubahan yang mampu memberikan manfaat yang efektif dan efisien bagi perusahaan. Dengan demikian maka perusahaan akan selalu dapat berkembang, dan berjalan seiring dengan perubahan dan perkembangan yang ada.</li>
</ol>
<p>Demikianlah sedikit tulisan mengenai manajemen. Tulisan diatas tentu masih memiliki kekurangan. Saya akan menambahkan tulisan diatas bila ada perubahan, atau pencerahan baru yang saya peroleh. Ditunggu saran dan kritiknya. Terima kasih.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=50&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/03/03/manajemen-bisnis-prinsip-dan-standarisasi-manajemen-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.598 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-07-31 04:50:59 -->
