<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>thinkrooms &#187; Multimedia</title>
	<atom:link href="http://www.thinkrooms.com/category/multimedia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.thinkrooms.com</link>
	<description>Web Developer, Web Designer, Internet Solution, Network  and System Integration</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 04:43:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Video Streaming menggunakan Flash dan Protokol HTTP</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2007/12/12/video-streaming-menggunakan-flash-dan-protokol-http/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2007/12/12/video-streaming-menggunakan-flash-dan-protokol-http/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 05:19:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Flash]]></category>
		<category><![CDATA[Multimedia]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[Flash Lite]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2007/12/12/video-streaming-menggunakan-flash-dan-protokol-http/</guid>
		<description><![CDATA[Anda tentu sudah mengenal YouTube, Google Video, dan website sharing video lainnya. Semua website tersebut adalah website yang menggunakan teknologi web untuk keperluan sharing dan streaming video dengan protokol standar web yaitu HTTP. Kenapa protokol HTTP? Karena protokol inilah yang paling mudah diakses dari manapun. Beberapa firewall menutup port-port yang tidak umum namun port 80 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda tentu sudah mengenal YouTube, Google Video, dan website sharing video lainnya. Semua website tersebut adalah website yang menggunakan teknologi web untuk keperluan sharing dan streaming video dengan protokol standar web yaitu HTTP. Kenapa protokol HTTP? Karena protokol inilah yang paling mudah diakses dari manapun. Beberapa firewall menutup port-port yang tidak umum namun port 80 yang digunakan oleh protokol HTTP hampir tidak pernah ditutup kecuali memang firewall tidak mengijinkan internet dalam jaringan mereka. Dengan demikian sepanjang user terhubung internet maka mereka dapat dengan mudah menonton video tersebut dimanapun dan kapanpun.</p>
<p>Dulu streaming video menggunakan protokol RTMP seperti yang digunakan pada Real  dan  Flash Media Server. Teknologi ini penggunaannya tidak meluas dikarenakan untuk menggunakannya memerlukan installasi software khusus seperti real player. Kelebihannya, protokol ini bisa memberikan livestreaming untuk keperluan live broadcasting. Teknologi inilah yang biasa digunakan untuk video tele conference Sedangkan saat ini penggunaan video pada web merupakan trend yang sedang meningkat di internet. Menggunakan FLV sebagai format video dan Flash sebagai player video memberi kemudahan dalam menyajikan konten video lewat internet. Dengan menempelkan video pada website dan dijalankan dengan flash player membuat video dapat ditonton kapanpun dan dimana pun.<span id="more-46"></span></p>
<p>Membuat aplikasi flash video player cukup mudah bila cuma menggunakan progressive download. Progressive download adalah teknik yang digunakan pada Youtube untuk memutar video. Video didownload dan langsung dijalankan tanpa harus menunggu video selesai di download. Selama video dijalankan , secara background flash mendownload bagian sisanya dan disimpan dalam buffer. Bagian video di dalam buffer ini yang akan diputar oleh Flash Player. Karena sudah lokal maka pemutaran video dari buffer bisa lebih cepat. Selain itu progressive download bisa melakukan cache pada video sehingga video tidak harus di download terlebih dahulu bila akan diputar lagi. Berikut adalah contoh kode action script untuk memasukkan flash video ke dalam flash player:</p>
<pre class=code>
nc=new NetConnection();
nc.connect(null); // nilai null mengubah mode dari streaming ke progressive
ns= new NetStream();
vplayer.attachVideo(ns); //memasukkan object video kedalam video player
ns.setBufferTime(10); //mengeset buffer untuk mendownload bagian video sebesar 10 detik dari bagian pemutaran
ns.play("http://thinkrooms.com/myvideo.flv"); memutar video flash dari URL yg di input
</pre>
<p>Kekurangan progressive download adalah tidak dapat melihat bagian video yang belum didownload oleh player. Dengan kata lain kita harus menunggu video untuk mendownload hingga selesai bila kita hanya ingin melihat bagian belakang video. Untuk itu dikembangkan teknik lain yaitu PSEDUO HTTP Streaming. Teknik ini memasukkan meta-tag atau kode yang memberi informasi bagian-bagian video. Dengan memberi url request http://thinkrooms.com/myvideo.flv?start=10 maka player langsung mengambil video dimulai dari bagian 10. Maksud bagian 10, saya belum tahu apakah ini maksudnya 10 detik atau 10 frame. Dengan demikian kita bisa melihat bagian video yang mana saja tanpa harus menunggu hingga bagian tersebut selesai di download. Teknik ini membutuhkan bantuan<a href="http://www.flashcomguru.com/index.cfm/2005/11/2/Streaming-flv-video-via-PHP-take-two" title="pseduo http streaming" target="_blank"> PHP</a> atau web server seperti <a href="http://journal.paul.querna.org/articles/2006/07/11/mod_flvx" title="apache streaming module">APACHE </a>dan <a href="http://blog.lighttpd.net/articles/2006/03/09/flv-streaming-with-lighttpd" title="lighttpd streaming module" target="_blank">LIGHTTPD</a>.</p>
<p>Kemampuan flash dijalankan di web hingga di handphone membuat kita dapat membuat aplikasi multimedia yang dapat dijalankan dimana saja. Kelebihan ini membuat populeritas flash melonjak naik. Ada isu pembelian Macromedia oleh Adobe dikarenakan teknologi flash video. Namun apapun itu, teknologi flash yang terus berkembang memberi kemudahan kita sebagai developer dalam mengembangkan aplikasi lebih mudah dan lebih baik.</p>
<h3>Referensi:</h3>
<ol>
<li><a href="http://www.adobe.com/devnet/flash/video.html" title="Adobe Flash Video" target="_blank">http://www.adobe.com/devnet/flash/video.html</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Flash_Video" title="Wiki Flash Video" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Flash_Video </a></li>
</ol>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=46&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2007/12/12/video-streaming-menggunakan-flash-dan-protokol-http/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Web Berbasis Flash/Flex dan PHP</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2007/12/06/aplikasi-web-berbasis-flashflex-php/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2007/12/06/aplikasi-web-berbasis-flashflex-php/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 03:03:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT Solution]]></category>
		<category><![CDATA[Multimedia]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[amfphp]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Flash]]></category>
		<category><![CDATA[flex]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2007/12/06/aplikasi-web-berbasis-flashflex-php/</guid>
		<description><![CDATA[Aplikasi web sedang mencapai masa kejayaannya. Banyak aplikasi yang dikembangkan berbasis web. Kenapa? Karena kelebihan aplikasi web yang sangat baik untuk aplikasi dengan model client server. Inilah beberapa kelebihan aplikasi web dibanding aplikasi desktop: Running anywhere, kita cukup menginstall aplikasi web pada satu server dan tanpa perlu menginstall apapun selama browser pada client terinstall maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aplikasi web sedang mencapai masa kejayaannya. Banyak aplikasi yang dikembangkan berbasis web. Kenapa? Karena kelebihan aplikasi web yang sangat baik untuk aplikasi dengan model client server. Inilah beberapa kelebihan aplikasi web dibanding aplikasi desktop:</p>
<ol>
<li>Running anywhere, kita cukup menginstall aplikasi web pada satu server dan tanpa perlu menginstall apapun selama browser pada client terinstall maka kita langsung  dapat menjalankan aplikasi tersebut tanpa konfigurasi apapun. Secara default browser pada system operasi apapun telah tersedia sehingga kebutuhan akan browser untuk menjalankan aplikasi bukanlah suatu kendala berarti.</li>
<li>Easy to update, cukup update pada sisi server maka aplikasi pada client akan langsung menggunakan versi terupdate tanpa harus menginstall dulu pada server.</li>
<li>Requirement pada client tidak terlalu besar. Karena running aplikasi bersifat stateless dan pada sisi client hanya sebagai interface maka spesifikasi hardware pada client tidak harus cangih. Dengan Pentium II 300 &amp; 128MB memori sudah cukup untuk menjalankan browser untuk menggunakan aplikasi web.</li>
<li>Tampilan yang dapat dibuat sesuka hati. Dengan XHTML + CSS maka tampilan apapun bisa dibuat pada aplikasi. Memberikan user experience yang berbeda.</li>
</ol>
<p>Itulah beberapa kelebihan dari web. Mungkin aplikasi desktop bisa memiliki kelebihan diatas dengan menggunakan terminal server semacam citrix untuk mempublish aplikasi. Tapi dengan feature tersebut tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.<span id="more-45"></span></p>
<p>Flash merupakan salah satu teknologi web yang mampu menyajikan animasi dan multimedia canggih pada web. Salah satu kekurangan Flash bila digunakan pada website biasa sebagai penyedia informasi adalah tidak dapat di index oleh search engine semacam google karena bentuknya bukan berupa teks tapi berupa binary yang telah dicompile. Namun untuk aplikasi maka flash merupakan teknologi yang sangat baik. Apalagi menggunakan Flex yang merupakan teknologi Flash yang mampu memudahkan perancangan interface aplikasi dengan mudah karena berbasis komponen. Kekurangan Flash/Flex untuk aplikasi adalah ketidakmampuan berkomunikasi langsung dengan database.</p>
<p>Untuk menggunakan Flash/Flex dengan database maka harus menambahkan layer antara keduanya. Salah satunya bisa menggunakan PHP dengan framework AMFPHP. AMFPHP adalah kumpulan fungsi yang akan membantu komunikasi antara PHP dengan Flash. AMFPHP merupakan framework yang ditulis dengan PHP dimana akan digunakan untuk menerjemahkan panggilan fungsi dari Flash ke aplikasi PHP . Konsep AMFPHP adalah RPC(Remote Procedure Call) yaitu suatu konsep pemanggilan fungsi remote yang dimiliki oleh object yang berbeda. Dengan AMFPHP maka Flash dapat memanggil fungsi-fungsi pada PHP dan akan menerima hasil output panggilana fungsi-fungsi tersebut. Contohnya adalah Flash memanggil fungsi di file PHP dengan metode yang menggunakan model AMFPHP, kemudian AMFPHP akan menserialisasi panggilan tersebut dan diberikan pada file PHP. Pada file PHP panggilan akan dideserialisasi kemudian dibaca dan akan memberikan kembalian sesuai dengan apa yang diminta oleh Flash. Bila memerlukan akses ke database maka file PHP akan meminta ke database dan akan memberikan hasilnya ke flash melalui AMFPHP. Jadi AMFPHP merupakan gateway atau translator antara Flash dan PHP untuk menerjemahkan panggilan dan kembalian antara Flash dan PHP.</p>
<p>Dengan kombinasi ini maka kita dapat membuat aplikasi yang sangat powerfull. Dengan kombinasi kelebihan web ditambah dengan fitur multimedia dan  animasi maka aplikasi kita memiliki kelebihan portable, run anywhere, very nice interface, light and fast performance.Tinggal kita yang memikirkan konsep dan ide untuk aplikasi. Dengan semua kelebihan tersebut seharusnya kita bisa membuat aplikasi unik dan fungsional.</p>
<h3>Referensi:</h3>
<ul>
<li><a href="http://www.amfphp.org">http://www.amfphp.org/</a></li>
<li><a href="http://www.adobe.com/go/flex">http://www.adobe.com/go/flex</a></li>
<li><a href="http://www.adobe.com/go/flex">http://www.adobe.com/go/flash</a></li>
</ul>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=45&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2007/12/06/aplikasi-web-berbasis-flashflex-php/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana membuat film dengan visual effect canggih?</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2007/08/08/bagaimana-membuat-film-dengan-visual-effect-canggih/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2007/08/08/bagaimana-membuat-film-dengan-visual-effect-canggih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Aug 2007 02:02:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Multimedia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Film-film Hollywood banyak menggunakan visual effect canggih yang membuat film mereka lebih hidup. Kenapa orang Indonesia belum bisa membuat film yang berkualitas seperti orang luar sana? Padahal selidik sana sini sebenarnya orang Indonesia banyak dapat kerjaan dari production house dari luar. Sebenarnya game-game 3d juga ada beberapa yang hasil kerjaan production house Indonesia juga. Jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Film-film Hollywood banyak menggunakan visual effect canggih yang membuat film mereka lebih hidup. Kenapa orang Indonesia belum bisa membuat film yang berkualitas seperti orang luar sana? Padahal selidik sana sini sebenarnya orang Indonesia banyak dapat kerjaan dari production house dari luar. Sebenarnya game-game 3d juga ada beberapa yang hasil kerjaan production house Indonesia juga.  Jadi sepertinya buka masalah kemampuan tapi masalah ide kreatif yang kurang. Sehingga kita hanya bisa mengerjaakn proyek orang lain, dan masih belum bisa menghasilkan produk sendiri yang berkualitas.<br />
Di internet banyak tutorial dan cara bagaimana menghasilkan film dengan visual effect canggih. Contohnya ada tutorial bagus dari Wikipedia di <a href="http://en.wikibooks.org/wiki/Movie_Making_Manual-Visual_Effects">sini</a> yang memberikan informasi bagaimana film dengan visual effect canggih bisa dihasilkan. Mulai dari teknik-teknik sederhana, penggunaan software, dan penggolahan film sehingga bisa menjadi film dengan kualitas hollywood. Beberapa langkah praktis dalam membuat film tersebut kira-kira seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Shoot film, seperti kegiatan produksi film biasa. Lakukan pengambilan gambar yang diperlukan.</li>
<li>Buat visual effect atau animasi dengan software 3D. Bisa dengan <a href="http://www.autodesk.com/3dsmax">3dmax</a>, lightwave, Cinema4D, Maya, atau yang gratis <a href="http://www.blender.org">Blender</a>. Software tersebut sebenarnya merupakan software 3D modelling yang juga bisa untuk animasi. Selain software diatas ada beberapa software yang memang khusus untuk keperluan animasi &amp; visual effect movie yaitu Vue, Bryce, Poser, dan DAZ Studio.</li>
<li>Setelah animasi dan visual effect selesai selanjutnya dilakukan kombinasi atau penggabungan antara visual effect yang biasa disebut compositing. Software yang digunakan bisa dengan Apple Shake, Adobe After Effects, Autodesk Combustion, D2 Software Nuke, Eyeon Digital Fusion, Jahshaka. Namun untuk hasil yang lebih real atau nyata bisa menggunakan platform yang mengkombinasikan solusi software &amp; hardware. Platform tersebut bisa dengan Autodesk Inferno, Autodesk Flame, dan Autodesk Flint.</li>
</ol>
<p>Itulah ringkasan langkah-langkah praktis produksi film dengan animasi dan visual effect. Untuk lebih jelas bisa liat tutorial lengkap di <a href="http://en.wikibooks.org/wiki/Movie_Making_Manual-Visual_Effects">wikipedia</a>.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=21&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2007/08/08/bagaimana-membuat-film-dengan-visual-effect-canggih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.385 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-07-31 04:54:47 -->
