<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>thinkrooms &#187; Web Design</title>
	<atom:link href="http://www.thinkrooms.com/category/it/web-design/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.thinkrooms.com</link>
	<description>Web Developer, Web Designer, Internet Solution, Network  and System Integration</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 04:43:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Internet Explorer 6 PNG Fix Terbaik</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2009/04/07/internet-explorer-6-png-fix-terbaik/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2009/04/07/internet-explorer-6-png-fix-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 07:23:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Saya menemukan PNG fix untuk internet explorer 6 yang bukan berita baru lagi kalau internet explorer 6 merupakan mimpi buruk untuk web designer manapun. Tidak mendukung tranparansi PNG pada IE 6 dan dukungan terbatas pada IE 7 membuat web designer kudu extra hati-hati dalam membuat design web agar bisa ditampilkan di seluruh browser dengan baik. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya menemukan PNG fix untuk internet explorer 6 yang bukan berita baru lagi kalau internet explorer 6 merupakan mimpi buruk untuk web designer manapun. Tidak mendukung tranparansi PNG pada IE 6 dan dukungan terbatas pada IE 7 membuat web designer kudu extra hati-hati dalam membuat design web agar bisa ditampilkan di seluruh browser dengan baik.</p>
<p>Setelah mencoba berbagai hack yang ada makan saya menjatuhkan pilihan pada script yang saya dapat di <a title="DD Belated PNG fix for Internet explorer" href="http://www.dillerdesign.com/experiment/DD_belatedPNG" target="_blank">http://www.dillerdesign.com/experiment/DD_belatedPNG</a>. Kelebihan yang tidak dimiliki oleh beberapa script PNG hack lainnya adalah transparansi pada background yang berulang. Beberapa script lainnya yang memiliki fungsi yang sama kebanyakan tidak dapat memperbaiki masalah transparansi pada background yang berulang. Tapi script ini melakukannya dengan sempurna.</p>
<p>Cara penggunaannya juga cukup mudah. Cukup meng-include script javascript di halaman yang ingin kita perbaiki dan memanggil fungsi yang akan memperbaiki background dan image pada elemen DOM yang kita inginkan. Kodenya bisa seperti ini</p>
<pre>&lt;!--[if IE 6]&gt;
&lt;script src="DD_belatedPNG.js"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script&gt;
DD_belatedPNG.fix('.png_bg');
&lt;/script&gt;
&lt;![endif]--&gt;</pre>
<p>Kode diatas hanya akan dieksekusi bila browser terdeteksi sebagai Internet Explorer 6. Kita dapat memasukkan parameter pada fungsi fix sama dengan format CSS selector seperti contoh diatas yang akan melakukan perbaikan pada elemen denga CSS class .png_bg.</p>
<p>Saya kira solusi untuk masalah transparansi PNG di Internet Explorer bukan masalah lagi untuk para web designer untuk menciptakan web yang terlihat sama disemua browser. Selamat mencoba.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=137&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2009/04/07/internet-explorer-6-png-fix-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghadapi client yang juga teman</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2009/02/18/menghadapi-client-yang-juga-tema/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2009/02/18/menghadapi-client-yang-juga-tema/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 13:33:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[freelancer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin seorang teman designer datang bercerita bagaimana dia pusing menghadapi clientnya yang juga temannya. Temannya bisa dibilang gaptek dan kurang mengerti web design. Bagi orang awam macam clientnya itu warna norak, penuh animasi, dan tampilan web jaman dulu merupakan kriteria web yang bagus. Prototype tampilan design web yang dibuat oleh teman saya itu ingin diubah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin seorang teman designer datang bercerita bagaimana dia pusing menghadapi clientnya yang juga temannya. Temannya bisa dibilang gaptek dan kurang mengerti web design. Bagi orang awam macam clientnya itu warna norak, penuh animasi, dan tampilan web jaman dulu merupakan kriteria web yang bagus. Prototype tampilan design web yang dibuat oleh teman saya itu ingin diubah dan membuatnya lebih &#8220;menyala&#8221;. Teman saya pusing menjelaskan bagaimana biar temannya mengerti bahwa hasil akhirnya bakal tidak bagus.</p>
<p>Akhirnya teman saya memutuskan untuk mengikuti kemauannya dan mengiyakan perkataan client yang juga temannya itu. Dia mengatakan akan segera membuat design sesuai keinginan client dan kembali lagi dengan design baru. Dia bingung dan bertanya pada saya, betulkan tindakannya? Apa yang harus dilakukan? Menurut saya inilah yang harus dia lakukan untuk menghadapi client semacam itu yang juga teman dekat dia:</p>
<ol>
<li>Profesional, kerjaan dan teman tidak bisa terlalu dicampur adukkan. Tapi bukan berarti faktor pertemanan harus dilupakan. Jangan karena faktor pertemanan berakibat kita sebagai pekerja menjadi tersiksa bekerja dengan bayaran yang tidak sepadan.</li>
<li>Tegas, sistem kerja dan cakupan kerja harus dari awal ditegaskan. Dengan bayaran sekian maka kita akan memberikan hasil dengan cakupan sekian. Dari awal sebaiknya client dijelaskan bahwa sistem kerja misalnya kita akan membuatkan design sesuai dengan yang dia butuhkan dan punya hak untuk 3 kali  melakukan perubahan mayor, untuk perubahan minor mungkin bisa dilakukan sebanyak 5 kali. Dan untuk bayaran sekian kita hanya bisa membuatkan design web tanpa animasi flash dan cakupan hasil kerja lainnya. Dengan adanya kejelasan sistem kerja dan cakupan kerjaan maka diharapkan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.</li>
<li>Kita harus bisa menjelaskan kenapa kita membuatkan design seperti itu. Dasar pertimbangan pemilihan warna dan faktor lainnya harus dijelaskan agar dia mengerti. Walaupun misalnya dia tidak mengerti penjelasan kita paling tidak kita telah menyampaikan kewajiban kita.</li>
<li>Bila client meminta perubahan macam-macam yang menurut kita tidak sesuai dengan estetika dan mungkin hasilnya tidak bagus maka kita harus menegaskan bahwa semua perubahan akan masuk dalam hitungan revisi. Bila jumlah revisi atau perubahan melebihi batas maka biaya pengembangan juga akan bertambah.</li>
<li>Client harus mengerti bahwa setiap pengerjaan dan perubahan yang dilakukan membutuhkan tenaga, waktu, dan sumber daya lainnya pada kita. Sehingga teman yang baik pasti mengerti kesusahan kita sebagai seorang freelancer.</li>
</ol>
<p>Itulah menurut saya yang bisa dilakukan kepada client yang juga merupakan teman. Profesionalisme dan pertemanan memang susah untuk disatukan. Terkadang banyak terjadi perpecahan hubungan pertemanan karena masalah kerjaan. Teman yang baik pasti mengerti akan pekerjaan yang dilakoni temannya.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=131&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2009/02/18/menghadapi-client-yang-juga-tema/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dasar-dasar Search Engine Optimizing (SEO)</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/04/19/dasar-dasar-search-engine-optimizing-seo/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/04/19/dasar-dasar-search-engine-optimizing-seo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 09:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[dasar]]></category>
		<category><![CDATA[link]]></category>
		<category><![CDATA[search engine]]></category>
		<category><![CDATA[seo]]></category>
		<category><![CDATA[teknik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Search Engine Optimizingng (SEO) adalah teknik-teknik yang digunakan untuk mengoptimalkan website agar tampil pada hasil pencarian search engine dengan keyword tertentu. Dengan demikian suatu website yang menerapkan SEO diharapkan dapat memperoleh banyak pengunjung yang datang dari hasil pencarian search engine seperti Google, Yahoo, MSN, dan search engine lainnya. Teknik yang digunakan adalah disesuaikan dengan algoritma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Search Engine Optimizingng (SEO) adalah teknik-teknik yang digunakan untuk mengoptimalkan website agar tampil pada hasil pencarian search engine dengan keyword tertentu. Dengan demikian suatu website yang menerapkan SEO diharapkan dapat memperoleh banyak pengunjung yang datang dari hasil pencarian search engine seperti Google, Yahoo, MSN, dan search engine lainnya.  Teknik yang digunakan adalah disesuaikan dengan algoritma atau tata cara mesin search engine membaca, mencatat, menyimpan di database, dan menyusun peringkat sesuai dengan populeritas dan kesesuaian konten website dengan kata kunci pencarian. Dengan memudahkan pekerjaan mesin search engine yang biasa disebut web crawler/web spider/bot maka mesin search engine tersebut dapat mencatatkan atau mengindeks website kita secara optimal. Berikut adalah teknik-teknik dasar SEO yang mengadopsi teknik indexing dari bot-bot Google, Yahoo, MSN, dan search engine lainnya: <span id="more-58"></span></p>
<h3>Konten</h3>
<ol>
<li>Content is the king, pepatah yang sangat klasik dalam SEO. Konten yang menarik akan menarik pengunjung secara optimal. Bila pengunjung mengunjungi website anda dan mendapatkan konten yang ia cari maka terkadang ia akan merekomendasikan atau membuat link ke website anda. Hal ini tentu akan membantu meningkatkan populeritas website anda. Karena itu mulailah SEO dengan membuat konten yang menarik dan banyak dicari orang. Makin banyak link yang menuju website anda maka website anda akan makin mudah memperoleh peringkat atas pada daftar pencarian search engine.</li>
<li>Pastikan code website anda lolos tes validitas XHTML &amp; CSS atau biasa disebut web standart. Dengan memastikan semua kode telah benar maka bot search engine tidak akan kesulitan dalam membaca website anda. Anda bisa menvalidasi web anda pada <a href="http://validator.w3.org/">http://validator.w3.org/</a></li>
<li>Gunakan text daripada gambar atau animasi flash pada konten penting. Bot search engine tidak dapat membaca gambar dan animasi flash. Pastikan anda menggunakan text pada gambar atau animasi flash. Seringkali suatu perusahaan ingin kelihatan canggih maka ia membuat homepage website mereka menggunakan flash tanpa konten teks. Akibatnya website mereka tidak dapat dikenali oleh search engine dan website mereka menjadi tidak populer. Walaupun sebenarnya masih bisa diakali dengan alternatif misalnya seperti penggunaan attribute ALT pada tag &lt;img&gt;.</li>
<li>Penggunaan format font seperti cetak tebal, miring, atau makin tinggi ukuran font makin membuat teks tersebut dianggap lebih penting dibanding teks lain disekitarnya. Contohnya teks dengan tag &lt;h2&gt; akan dianggap lebih penting daripada &lt;h3&gt; apalagi dibandingkan dengan &lt;p&gt;.</li>
<li>Gunakan attribut title dan alt pada tag image secara akurat untuk memberi maksud dari gambar yang ditampilkan.</li>
<li>Pastikan halaman web anda tidak lebih dari 150Kb karena bot search engine akan kesulitan membaca halaman web anda selain itu akan mengurangi beban server anda pada saat web anda sedang di-index.</li>
<li>Hindari duplikasi konten. Jangan sampai terdapat halaman dengan konten yang sama.</li>
<li>Hindari penggunaan frame karena search engine tidak dapat mengindeks konten didalam frame.</li>
<li>Jangan membuat konten yang berbeda pada saat dibaca oleh search engine dan pada saat diakses oleh user.</li>
<li>Jangan memasukkan ilegal konten kedalam website anda, contohnya copy paste dari web lain dan langsung dimasukkan ke dalam web anda.</li>
</ol>
<h3>Keyword, Header, dan Meta Tag</h3>
<ol>
<li>Pilih keyword yang tepat untuk memberikan gambaran konten website anda. Keyword merupakan kata-kata kunci yang dapat memberikan gambaran mengenai keseluruhan konten pada halaman web anda. Keyword yang tepat akan membuat website anda lebih mudah tampil pada saat para user mengetikkan keyword yang berkaitan dengan keyword anda di search engine. Jangan gunakan keyword yang tidak relevan dengan website anda karena akan membuat website anda di banned oleh search engine. Keyword ini berguna untuk digunakan pada header, title, tag, dan bagian web lainnya.</li>
<li>Pada bagian header halaman web gunakan keyword pada title, tag, dan description untuk memberikan gambaran konten yang ada pada halaman web kita.</li>
<li>
<div>Penggunaan heading tag (H1,H2,H3,dst) terkait dengan keyword pada halaman akan mempengaruhi bobot teks tersebut. Dengan memasukkan keyword dalam heading text maka keyword tersebut akan makin berbobot.</div>
<p style="margin-left: 18pt">
</li>
</ol>
<h3>Link</h3>
<ol>
<li>Bobot suatu link dinilai atas beberapa faktor. Contohnya bila link ke web anda berasal dari text dalam paragraf maka link tersebut memiliki bobot lebih penting dibanding link yang terdapat pada sidebar. Bila link ke web anda berasal dari web yang memiliki reputasi bagus maka link tersebut akan mengangkat peringkat web anda.</li>
<li>Pastikan tidak ada broken link atau link ke halaman yang tidak ada, hal ini akan membuat ranking anda menurun pada search engine.</li>
<li>Jangan mencantumkan link ke link farm, link share, link exchange, atau website pertukaran link lainnya. Karena hal ini akan membuat website kita di banned oleh search engine.</li>
<li>Hindari membuat link dalam satu halaman terlalu banyak. Jumlah link wajar adalah kurang dari 100 link. Kalau link halaman web anda terlalu banyak maka search engine akan mengira bahwa web anda merupakan web link share, link exchange, atau web pertukaran link lainnya.</li>
<li>Hindari penggunaan redirect link kecuali terpaksa seperti redirect ke halaman login.</li>
<li>Pastikan tiap halaman dapat dicapai dari link. Bila sebuah halaman dapat dicapai hanya dengan meng-input form, memilih pada image map atau animasi flash maka search engine tidak akan dapat mencapai halaman itu karena bot search engine hanya dapat membaca page yang dicapai dari hyperlink.</li>
</ol>
<h3>Publikasi</h3>
<ol>
<li>Submit website anda ke search engine dan directory service seperti Google, Yahoo, dan DMOZ. Tapi jangan gunakan layanan yang menjanjikan akan mensubmit web anda ke 100 search engine atau lebih. Karena ada kemungkinan web anda akan dianggap sebagai spam, phising, dsb.</li>
<li>Penggunaan file robot.txt untuk memfilter akses search engine ke web server kita. Dengan demikian maka search engine tidak akan mengindeks file yang kita tidak ingin diakses oleh pihak luar. File robot.txt juga berguna untuk memberitahu lokasi file sitemap web kita.</li>
<li>Penggunaan sitemap yaitu file xml yang ditempatkan di web server dan berisi daftar konten web kita. Penggunaannya bisa dilihat di <a href="http://sitemap.org">http://sitemap.org</a> . File ini memudahkan search engine mengindeks web kita. Tapi kita juga perlu men-submint file tersebut ke search engine agar search engine lebih cepat mengetahui keberadaan file sitemap tersebut.</li>
<li>Update website anda, makin sering website anda di-update maka website anda tidak dianggap mati oleh search engine.</li>
</ol>
<h3>Lain-lain</h3>
<ol>
<li>Friendly URL, gunakan URL Rewriting pada URL page anda, misalnya untuk halaman http://thinkrooms.com/?p=1 sebaiknya dibuat menjadi lebih friendly seperti http://thinkrooms.com/post/1. Hal ini akan membuat bot search engine menganggap konten halaman tersebut adalah konten statis sehingga dimasukkan ke dalam indexing. Bila menggunakan karakter ? pada URL maka search engine menganggap bahwa halaman tersebut bersifat dinamis alias bukan konten tetap sehingga besar kemungkinan tidak dimasukkan ke dalam indexing.</li>
<li>Makin tua suatu web maka web tersebut akan lebih dianggap berbobot oleh search engine.</li>
<li>Hindari tampilan berbeda pada URL yang sama. Terkadang kita menyajikan tampilan yang berbeda bila akses dari browser atau dari handphone. Hal ini akan membuat search engine kesulitan mengindeks website anda karena terdapat 2 konten yang berbeda pada 1 URL. Sebaiknya gunakan URL yang berbeda untuk tiap tampilan. Seperti facebook yang menggunakan url  m.facebook.com untuk tampilan mobile phone.</li>
</ol>
<p>Itulah teknik-teknik dasar SEO yang bila diimplementasikan dengan baik maka akan membantu website anda muncul pada hasil pencarian dengan keyword yang sesuai dengan website anda. Semoga membantu.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=58&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/04/19/dasar-dasar-search-engine-optimizing-seo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial Dasar Perancangan Theme WordPress</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/03/27/tutorial-dasar-perancangan-theme-wordpress/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/03/27/tutorial-dasar-perancangan-theme-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 02:19:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[theme]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2008/03/27/tutorial-dasar-perancangan-theme-wordpress/</guid>
		<description><![CDATA[WordPress adalah blog engine terpopuler saat ini. Hal ini karena WordPress bersifat open dan mudah untuk dikostumasi dan ditambahkan fitur dengan bermacam template dan plugin yang tersedia secara gratis. Namun tentu ada ingin memiliki tampilan blog yang unik dan beda dengan yang lain. Untuk permulaan anda tentu dapat menggunakan theme yang telah tersedia. Atau juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.wordpress.org/">WordPress</a> adalah  blog engine terpopuler saat ini. Hal ini karena <a href="http://www.wordpress.org/">WordPress</a> bersifat open dan mudah untuk dikostumasi  dan ditambahkan fitur dengan bermacam template dan plugin yang tersedia secara  gratis. Namun tentu ada ingin memiliki tampilan blog yang unik dan beda dengan  yang lain. Untuk permulaan anda tentu dapat menggunakan theme yang telah  tersedia. Atau juga bisa menggunakan template default yaitu Kubrick. Namun  untuk anda yang ingin merancang sendiri tampilan blog WordPress anda inilah  caranya. Merancang theme <a href="http://www.wordpress.org/">WordPress</a> memerlukan keahlian HTML, CSS, dan dasar <a href="http://php.net/">PHP</a>.  Saya tidak mengajarkan hal tersebut disini.  Jadi kalau anda telah memiliki keahlian  tersebut silakan melanjutkan tutorial ini. Template yang kita rancang akan  menggunakan engine WordPress 2.3 yang merupakan versi mayor terbaru saat  tutorial ini dibuat yang telah mendukung widget secara default. Kebanyakan  template mendukung 1 sidebar saja, namun tutorial ini sidebar yang saya gunakan  ada 2 yaitu sidebar pada halaman depan atau hompage dan sidebar pada halaman  posting. Tujuannya agar kita bisa memberikan link yang sesuai dengan posting  agar pengunjung tertarik mengunjungi posting lainnya.</p>
<p>Konsep dari theme WordPress adalah menggunakan template tag.  Halaman theme akan digunakan sesuai dengan halaman yang diload. Contohnya pada  saat konten posting kita ditampilkan maka yang dipanggil adalah file  single.php. Bila yang ditampilkan adalah page maka yang dipanggil adalah  page.php. Demikian juga dengan pemanggilan archive, category, dan halaman  lainnya.</p>
<p>Agar lebih dapat dimengerti silakan ikut langkah tutorial  berikut. Berikut adalah langkah-langkah perancangan dasar theme WordPress:</p>
<p><span id="more-54"></span></p>
<ol>
<li>Langkah pertama siapkan template HTML &amp; CSS  yang sudah siap pakai. Template ini berupa template lengkap yang merupakan  halaman web statis yang akan kita ubah menjadi themes WordPress. Anda sebaiknya  merancang template HTML CSS terlebih dahulu sebelum mengubahnya menjadi themes  WordPress. Template ini nanti akan kita pilah-pilah menjadi bagian-bagian dari  theme WordPress. Berikut adalah kode HTML dari template basic kita:
<pre>&lt;!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"&gt;
&lt;html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;
&lt;head&gt;
&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /&gt;
&lt;title&gt;Untitled Document&lt;/title&gt;
&lt;link href="style.css" rel="stylesheet" type="text/css" /&gt;
&lt;/head&gt;
&lt;body&gt;
&lt;div id="container"&gt;
       &lt;div id="header"&gt;
       &lt;ul id="pagelist"&gt;
       &lt;li&gt;home&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;about&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;contact&lt;/li&gt;
    &lt;/ul&gt;
        &lt;h1&gt;Title Blog&lt;/h1&gt;
        &lt;h3&gt;Blog Description&lt;/h3&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div id="content"&gt;
       &lt;div id="content-right"&gt;
        &lt;h2&gt;Category&lt;/h2&gt;
            &lt;ul&gt;
                &lt;li&gt;internet&lt;/li&gt;
                &lt;li&gt;flash&lt;/li&gt;
                &lt;li&gt;web&lt;/li&gt;
                &lt;li&gt;php&lt;/li&gt;
            &lt;/ul&gt;
         &lt;h2&gt;Archive&lt;/h2&gt;
            &lt;ul&gt;
                &lt;li&gt;03/2008&lt;/li&gt;
                &lt;li&gt;02/2008&lt;/li&gt;
                &lt;li&gt;01/2008&lt;/li&gt;
            &lt;/ul&gt;
        &lt;/div&gt;
        &lt;div id="content-left"&gt;
              &lt;h2&gt;Posting title&lt;/h2&gt;
            &lt;div&gt;posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here.
            &lt;/div&gt;
            &lt;h2&gt;Posting title&lt;/h2&gt;
            &lt;div&gt;posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here.
            &lt;/div&gt;
            &lt;h2&gt;Posting title&lt;/h2&gt;
            &lt;div&gt;posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here.
            &lt;/div&gt;
        &lt;/div&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div id="footer"&gt;
       &lt;p&gt;Basic Template Footer &lt;/p&gt;
    &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/body&gt;
&lt;/html&gt;</pre>
<p>Dan  file style.css yang merupakan file style dari template kita:</p>
<pre>@charset "utf-8";
body{
       font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;
       }
#container {
       width: 955px;
       margin:0 auto;
}
#header{
       height:100px;
       border-bottom:1px dotted #666666;
       }
#searchform{
       float:right;
}
#pagelist{
       margin-top:20px;
       float:right;
       text-align:right;
       list-style:none;
       clear:right;
       text-transform:lowercase;
}
#pagelist li{
       float:left;
       text-align:right;
       margin-left:20px;
}
#content{
       margin-top:20px;
}
#content-left{
       width:582px;
       }
#content-right{
       background-color:#CCCCCC;
       float:right;
       width:360px;
       }
#content-right h2{
       margin-left:10px;
       }
#footer{
       margin-top:20px;
       clear:both;
       text-align:center;
       border-top:1px dotted #666666;
}</pre>
</li>
<li>Selanjutnya kita akan membagi atau memotong kode  HTML penyusun template diatas. Kode HTML kita bagi menjadi 4 bagian menjadi 4  file PHP yaitu:
<ul>
<li>Header.php, file yang akan menyimpan bagian  header theme WordPress. Yang perlu dipertimbangkan pada bagian ini adalah  header akan selalu di load atau ditampilkan pada tiap halaman WordPress kita.  Jadi potong bagian penting yang harus diload tiap kita akan membuka semua  halaman blog. Contohnya adalah bagian tag &lt;head&gt; pada file HTML dan  sedikit bagian pad tag &lt;body&gt; pada contoh template basic diatas bagian  yang dimasukkan adalah pada bagian header. Jadi untuk pemotongan awal inilah  isi dari file header.php:
<pre>&lt;!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"&gt;
&lt;html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;
&lt;head&gt;
&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /&gt;
&lt;title&gt;Untitled Document&lt;/title&gt;
&lt;link href="style.css" rel="stylesheet" type="text/css" /&gt;
&lt;/head&gt;

&lt;body&gt;
&lt;div id="container"&gt;
       &lt;div id="header"&gt;
        &lt;h1&gt;Title Blog&lt;/h1&gt;
        &lt;h3&gt;Blog Description&lt;/h3&gt;
    &lt;/div&gt;</pre>
</li>
<li>Index.php, yaitu file utama yang akan diload  pada saat pertama kali blog kita dibuka. File ini merupakan halaman depan dari  blog WordPress kita karena itu tempatkan bagian body dari HTML template basic  kita yang merupakan bagian konten utama dari template kita. Pada contoh  template basic yang merupakan konten utama adalah pada bagian konten posting di  blok content-left. Dengan demikian isi dari file index.php adalah sebagai  berikut:
<pre>&lt;div id="content-left"&gt;
              &lt;h2&gt;Posting title&lt;/h2&gt;
            &lt;div&gt;posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here.
            &lt;/div&gt;
            &lt;h2&gt;Posting title&lt;/h2&gt;
            &lt;div&gt;posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here.
            &lt;/div&gt;
            &lt;h2&gt;Posting title&lt;/h2&gt;
            &lt;div&gt;posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here. posting content here.
            &lt;/div&gt;
        &lt;/div&gt;
    &lt;/div&gt;</pre>
</li>
<li>Sidebar.php, yaitu bagian sub content dari blog  kita. Pada sidebar kita menempatkan beberapa informasi singkat dari blog kita  seperti kategori, arsip, daftar link, dan sebagainya. Pada template basic yang dimaksud  sidebar adalah pada blok content-right. Karena itu isi dari file sidebar.php  adalah:
<pre>    &lt;div id="content"&gt;
           &lt;div id="content-right"&gt;
            &lt;h2&gt;Category&lt;/h2&gt;
                &lt;ul&gt;
                    &lt;li&gt;internet&lt;/li&gt;
                    &lt;li&gt;flash&lt;/li&gt;
                    &lt;li&gt;web&lt;/li&gt;
                    &lt;li&gt;php&lt;/li&gt;
                &lt;/ul&gt;
             &lt;h2&gt;Archive&lt;/h2&gt;
                &lt;ul&gt;
                    &lt;li&gt;03/2008&lt;/li&gt;
                    &lt;li&gt;02/2008&lt;/li&gt;
                    &lt;li&gt;01/2008&lt;/li&gt;
                &lt;/ul&gt;
            &lt;/div&gt;</pre>
</li>
<li>Footer.php, hampir sama dengan bagian header  yaitu bagian penutup blog yang akan selalu diload setiap blog kita diakses.  Dengan demikian pada bagian template basic kita yang dimaksud adalah blok  footer. Kita bisa menempatkan kode javascript pada bagian ini. Isi dari  footer.php akan menjadi sebagai berikut:
<pre>    &lt;div id="footer"&gt;
           &lt;p&gt;Basic Template Footer &lt;/p&gt;
        &lt;/div&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;/body&gt;
    &lt;/html&gt;</pre>
</li>
</ul>
</li>
<li>Setelah selesai membagi template basic kita  menjadi sub-sub template maka selanjutnya kita akan mengubah kode-kode HTML biasa  dengan menambahkan beberapa kode PHP yang merupakan template tag dari  WordPress. Template tag ini berfungsi untuk meload isi sebenarnya blog kita  dari engine blog WordPress. Dengan demikian template tag akan menampilkan isi-isi  dari blog. Berikut adalah perubahan pada file themes basic WordPress yang telah  kita potong-potong sebelumnya:
<ul>
<li>Header.php, pada file ini kita menempatkan  template tag yang akan meload beberapa komponen blog seperti blog-title,  blog-description, page-menu, dan lain-lain. File ini bisa dipanggil dengan template  tag &lt;?php get_header(); ?&gt;.  Berikut isi file header.php yang kita ubah:
<pre>&lt;!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"&gt;
&lt;html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" &lt;?php language_attributes(); ?&gt;&gt;

&lt;head profile="http://gmpg.org/xfn/11"&gt;
&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="&lt;?php bloginfo('html_type'); ?&gt;; charset=&lt;?php bloginfo('charset'); ?&gt;" /&gt;

&lt;title&gt;&lt;?php bloginfo('name'); ?&gt; &lt;?php if ( is_single() ) { ?&gt; » Blog Archive &lt;?php } ?&gt; &lt;?php wp_title(); ?&gt;&lt;/title&gt;
&lt;meta name="generator" content="WordPress &lt;?php bloginfo('version'); ?&gt;" /&gt;
&lt;link rel="stylesheet" href="&lt;?php bloginfo('stylesheet_url'); ?&gt;" type="text/css" media="screen" /&gt;
&lt;link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="&lt;?php bloginfo('name'); ?&gt; RSS Feed" href="&lt;?php bloginfo('rss2_url'); ?&gt;" /&gt;
&lt;link rel="pingback" href="&lt;?php bloginfo('pingback_url'); ?&gt;" /&gt;
&lt;?php wp_head(); ?&gt;
&lt;/head&gt;
&lt;body&gt;
&lt;div id="container"&gt;
       &lt;div id="header"&gt;
        &lt;h1&gt;&lt;a href="&lt;?php echo get_option('home'); ?&gt;/"&gt;&lt;?php bloginfo('name'); ?&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;
        &lt;h3&gt;&lt;?php bloginfo('description'); ?&gt;&lt;/h3&gt;
        &lt;div id="searchform"&gt;
              &lt;form method="get" id="searchform" action="&lt;?php bloginfo('url'); ?&gt;/"&gt;
            &lt;input type="text" value="&lt;?php the_search_query(); ?&gt;" name="s" id="s" /&gt;
            &lt;input type="submit" id="searchsubmit" value="Search" /&gt;
            &lt;/form&gt;
         &lt;/div&gt;
&lt;ul id="pagelist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="&lt;?php bloginfo('url'); ?&gt;"&gt;home&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;?php wp_list_pages('depth=1&amp;title_li='); ?&gt;&lt;/ul&gt;
    &lt;/div&gt;</pre>
</li>
<li>Index.php, pada file ini kita akan meload daftar  posting yang kita miliki. Berikut isi dari perubahan pada file index.php:
<pre>&lt;?php get_header(); ?&gt;
&lt;?php get_sidebar(); ?&gt;
&lt;div id="content-left"&gt;
        &lt;?php if (have_posts()) : ?&gt;

              &lt;?php while (have_posts()) : the_post(); ?&gt;

                     &lt;div id="post-&lt;?php the_ID(); ?&gt;"&gt;
                            &lt;h2&gt;&lt;a href="&lt;?php the_permalink() ?&gt;" rel="bookmark" title="Permanent Link to &lt;?php the_title_attribute(); ?&gt;"&gt;&lt;?php the_title(); ?&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
                            &lt;small&gt;&lt;?php the_time('F jS, Y') ?&gt;  by &lt;?php the_author() ?&gt; &lt;/small&gt;

                            &lt;div&gt;
                                  &lt;?php the_content('Read the rest of this entry »'); ?&gt;
                            &lt;/div&gt;

                            &lt;p class="postmetadata"&gt;&lt;?php the_tags('Tags: ', ', ', '&lt;br /&gt;'); ?&gt; Posted in &lt;?php the_category(', ') ?&gt; | &lt;?php edit_post_link('Edit', '', ' | '); ?&gt;  &lt;?php comments_popup_link('No Comments »', '1 Comment »', '% Comments »'); ?&gt;&lt;/p&gt;
                     &lt;/div&gt;

              &lt;?php endwhile; ?&gt;

              &lt;div class="navigation"&gt;
                     &lt;div class="nav-left"&gt;&lt;?php next_posts_link('« Older Entries') ?&gt;&lt;/div&gt;
                     &lt;div class="nav-right"&gt;&lt;?php previous_posts_link('Newer Entries »') ?&gt;&lt;/div&gt;
              &lt;/div&gt;

       &lt;?php else : ?&gt;

              &lt;h2&gt;Not Found&lt;/h2&gt;
              &lt;p&gt;Sorry, but you are looking for something that isn't here.&lt;/p&gt;
              &lt;?php include (TEMPLATEPATH . "/searchform.php"); ?&gt;

       &lt;?php endif; ?&gt;
        &lt;/div&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;/div&gt;
&lt;?php get_footer(); ?&gt;</pre>
</li>
<li>Sidebar.php, pada file ini kita akan meload  beberapa widget yang telah kita set pada wordpress administrator. Sidebar yang  diload ada 2 macam. Bila sidebar dipanggil oleh hompage atau page biasa maka  yang diload adalah sidebar 1, sedangkan bila sidebar dipanggil oleh single post  atau halaman yang menampilkan isi posting maka yang dipanggil adalah sidebar 2.  File ini dipanggil dengan template tag &lt;?php get_sidebar(); ?&gt; Berikut  adalah isi perubahan pada file sidebar.php:
<pre>&lt;div id="content"&gt;
    &lt;div id="content-right"&gt;
        &lt;?php if ( function_exists('dynamic_sidebar')): ?&gt;
              &lt;?php if (is_single()): dynamic_sidebar(2) ?&gt;
        &lt;?php else : dynamic_sidebar(1) ?&gt;
        &lt;?php endif; ?&gt;  
       &lt;?php endif; ?&gt;          
&lt;/div&gt;</pre>
</li>
<li>Footer.php, pada file ini tidak terlalu banyak  fungsi yang penting. Hanya sedikit informasi mengenai blog ini. File ini  dipanggil dengan template tag &lt;?php get_footer(); ?&gt;. Berikut adalah isi  dari footer.php:
<pre>&lt;div id="footer"&gt;
       &lt;p&gt;
              &lt;?php bloginfo('name'); ?&gt; is proudly powered by
              &lt;a href="http://wordpress.org/"&gt;WordPress&lt;/a&gt;
              &lt;br /&gt;&lt;a href="&lt;?php bloginfo('rss2_url'); ?&gt;"&gt;Entries (RSS)&lt;/a&gt;
              and &lt;a href="&lt;?php bloginfo('comments_rss2_url'); ?&gt;"&gt;Comments (RSS)&lt;/a&gt;.
              &lt;!-- &lt;?php echo get_num_queries(); ?&gt; queries. &lt;?php timer_stop(1); ?&gt; seconds. --&gt;
       &lt;/p&gt;
    &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;?php wp_footer(); ?&gt;
&lt;/body&gt;
&lt;/html&gt;</pre>
</li>
</ul>
</li>
<li>Setelah mengubah file template basic kita  menjadi file theme  WordPress maka kita  perlu menambahkan beberapa file theme lagi untuk melengkapi theme kita agar  dapat bekerja secara penuh. Berikut ada file-file yang perlu kita buat:
<ul>
<li>Single.php, merupakan file theme turuan dari  index.php. Strukturnya hampir sama namun yang membedakan adalah isi yang  diload. Anda bisa mengkopi file index.php dan menyimpannya dengan filename  single.php dan mengubahnya sedikit.  Pada  bagian isi posting dan postmetadata Berikut adalah isi dari file single.php:
<pre>&lt;?php get_header(); ?&gt;
&lt;?php get_sidebar(); ?&gt;
&lt;div id="content-left"&gt;
              &lt;?php if (have_posts()) : while (have_posts()) : the_post(); ?&gt;
                     &lt;div id="post-&lt;?php the_ID(); ?&gt;"&gt;
            &lt;h2&gt;&lt;?php the_title(); ?&gt;&lt;/h2&gt;
            &lt;small&gt;&lt;?php the_time('F jS, Y') ?&gt;  by &lt;?php the_author() ?&gt; &lt;/small&gt;
            &lt;div&gt;
                &lt;?php the_content('&lt;p class="serif"&gt;Read the rest of this entry »&lt;/p&gt;'); ?&gt;
            &lt;?php wp_link_pages(array('before' =&gt; '&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pages:&lt;/strong&gt; ', 'after' =&gt; '&lt;/p&gt;', 'next_or_number' =&gt; 'number')); ?&gt;
            &lt;?php the_tags( '&lt;p&gt;Tags: ', ', ', '&lt;/p&gt;'); ?&gt;
            &lt;/div&gt;
            &lt;p class="postmetadata alt"&gt;
            &lt;small&gt;
            This entry was posted on &lt;?php the_time('l, F jS, Y') ?&gt; at &lt;?php the_time() ?&gt;
            and is filed under &lt;?php the_category(', ') ?&gt;.
            You can follow any responses to this entry through the &lt;?php comments_rss_link('RSS 2.0'); ?&gt; feed.
            &lt;?php if (('open' == $post-&gt; comment_status) &amp;&amp; ('open' == $post-&gt;ping_status)) {
                // Both Comments and Pings are open ?&gt;
                You can &lt;a href="#respond"&gt;leave a response&lt;/a&gt;, or &lt;a href="&lt;?php trackback_url(); ?&gt;" rel="trackback"&gt;trackback&lt;/a&gt; from your own site.
            &lt;?php } elseif (!('open' == $post-&gt; comment_status) &amp;&amp; ('open' == $post-&gt;ping_status)) {
                // Only Pings are Open ?&gt;
                Responses are currently closed, but you can &lt;a href="&lt;?php trackback_url(); ?&gt; " rel="trackback"&gt;trackback&lt;/a&gt; from your own site.
            &lt;?php } elseif (('open' == $post-&gt; comment_status) &amp;&amp; !('open' == $post-&gt;ping_status)) {
                // Comments are open, Pings are not ?&gt;
                You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

            &lt;?php } elseif (!('open' == $post-&gt; comment_status) &amp;&amp; !('open' == $post-&gt;ping_status)) {
                // Neither Comments, nor Pings are open ?&gt;
                Both comments and pings are currently closed.
            &lt;?php } edit_post_link('Edit this entry.','',''); ?&gt;
            &lt;/small&gt;
            &lt;/p&gt;
                     &lt;/div&gt;
       &lt;div class="navigation"&gt;
        &lt;div class="nav-left"&gt;&lt;?php next_posts_link('« Older Entries') ?&gt;&lt;/div&gt;
        &lt;div class="nav-right"&gt;&lt;?php previous_posts_link('Newer Entries »') ?&gt;&lt;/div&gt;
       &lt;/div&gt;
       &lt;?php comments_template(); ?&gt;
       &lt;?php endwhile; else: ?&gt;
              &lt;p&gt;Sorry, no posts matched your criteria.&lt;/p&gt;
&lt;?php endif; ?&gt;
        &lt;/div&gt;
    &lt;/div&gt;
&lt;?php get_footer(); ?&gt;</pre>
</li>
<li>Selain single.php yang memiliki struktur mirip  dengan index.php ada juga file yang mirip yaitu page.php. File ini digunakan  untuk menampilkan halaman yang dibuat. Contohnya halaman about dan contact. Berikut  contoh page.php:
<pre>&lt;?php get_header(); ?&gt;
&lt;?php get_sidebar(); ?&gt;
&lt;div id="content-left"&gt;
&lt;?php if (have_posts()) : while (have_posts()) : the_post(); ?&gt;
       &lt;div id="post-&lt;?php the_ID(); ?&gt;"&gt;
              &lt;h2&gt;&lt;?php the_title(); ?&gt;&lt;/h2&gt;
              &lt;div&gt;
              &lt;?php the_content('&lt;p class="serif"&gt;Read the rest of this entry »&lt;/p&gt;'); ?&gt;
              &lt;?php wp_link_pages(array('before' =&gt; '&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pages:&lt;/strong&gt; ', 'after' =&gt; '&lt;/p&gt;', 'next_or_number' =&gt; 'number')); ?&gt;
              &lt;/div&gt;
       &lt;/div&gt;
&lt;?php endwhile; else: ?&gt;
    &lt;p&gt;Sorry, no posts matched your criteria.&lt;/p&gt;
&lt;?php endif; ?&gt;
    &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;?php get_footer(); ?&gt;</pre>
</li>
<li>Untuk menampilkan daftar komentar pada suatu  post maka diperlukan file comments.php. File ini dapat dipanggil dengan  template tag  &lt;?php  comments_template(); ?&gt;
<pre>&lt;?php // Do not delete these lines
       if ('comments.php' == basename($_SERVER['SCRIPT_FILENAME']))
              die ('Please do not load this page directly. Thanks!');
       if (!empty($post-&gt;post_password)) { // if there's a password
              if ($_COOKIE['wp-postpass_' . COOKIEHASH] != $post-&gt;post_password) {  // and it doesn't match the cookie
                     ?&gt;
                     &lt;p class="nocomments"&gt;This post is password protected. Enter the password to view comments.&lt;/p&gt;
                     &lt;?php
                     return;
              }
       }
       /* This variable is for alternating comment background */
       $oddcomment = 'class="alt" ';
?&gt;
&lt;?php if ($comments) : ?&gt;
       &lt;h3 id="comments"&gt;&lt;?php comments_number('No Responses', 'One Response', '% Responses' );?&gt; to “&lt;?php the_title(); ?&gt;”&lt;/h3&gt;
       &lt;ol&gt;
       &lt;?php foreach ($comments as $comment) : ?&gt;
              &lt;li &lt;?php echo $oddcomment; ?&gt;id="comment-&lt;?php comment_ID() ?&gt;"&gt;
                     &lt;?php comment_author_link() ?&gt; says:
                     &lt;?php if ($comment-&gt;comment_approved == '0') : ?&gt;
                     &lt;em&gt;Your comment is awaiting moderation.&lt;/em&gt;
                     &lt;?php endif; ?&gt;
                     &lt;br /&gt;
                     &lt;small&gt;&lt;a href="#comment-&lt;?php comment_ID() ?&gt;" title=""&gt;&lt;?php comment_date('j F Y') ?&gt; at &lt;?php comment_time() ?&gt;&lt;/a&gt; &lt;?php edit_comment_link('edit','  ',''); ?&gt;&lt;/small&gt;
                     &lt;?php comment_text() ?&gt;
              &lt;/li&gt;
       &lt;?php  $oddcomment = ( empty( $oddcomment ) ) ? 'class="alt" ' : ''; ?&gt;
       &lt;?php endforeach; /* end for each comment */ ?&gt;
       &lt;/ol&gt;
 &lt;?php else : // this is displayed if there are no comments so far ?&gt;
       &lt;?php if ('open' == $post-&gt;comment_status) : ?&gt;
              &lt;!-- If comments are open, but there are no comments. --&gt;
        &lt;?php else : // comments are closed ?&gt;
              &lt;!-- If comments are closed. --&gt;
              &lt;p&gt;Comments are closed.&lt;/p&gt;
       &lt;?php endif; ?&gt;
&lt;?php endif; ?&gt;
&lt;?php if ('open' == $post-&gt;comment_status) : ?&gt;
&lt;h3 id="respond"&gt;Leave a Reply&lt;/h3&gt;
&lt;?php if ( get_option('comment_registration') &amp;&amp; !$user_ID ) : ?&gt;
&lt;p&gt;You must be &lt;a href="&lt;?php echo get_option('siteurl'); ?&gt;/wp-login.php?redirect_to=&lt;?php echo urlencode(get_permalink()); ?&gt;"&gt;logged in&lt;/a&gt; to post a comment.&lt;/p&gt;
&lt;?php else : ?&gt;
&lt;form action="&lt;?php echo get_option('siteurl'); ?&gt;/wp-comments-post.php" method="post" id="commentform"&gt;
&lt;?php if ( $user_ID ) : ?&gt;
&lt;p&gt;Logged in as &lt;a href="&lt;?php echo get_option('siteurl'); ?&gt;/wp-admin/profile.php"&gt;&lt;?php echo $user_identity; ?&gt;&lt;/a&gt;. &lt;a href="&lt;?php echo get_option('siteurl'); ?&gt;/wp-login.php?action=logout" title="Log out of this account"&gt;Logout »&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;?php else : ?&gt;
&lt;p&gt;&lt;input type="text" name="author" id="author" value="&lt;?php echo $comment_author; ?&gt;" size="22" tabindex="1" /&gt;
&lt;label for="author"&gt;&lt;small&gt;Name &lt;?php if ($req) echo "(required)"; ?&gt;&lt;/small&gt;&lt;/label&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;input type="text" name="email" id="email" value="&lt;?php echo $comment_author_email; ?&gt;" size="22" tabindex="2" /&gt;
&lt;label for="email"&gt;&lt;small&gt;Mail (will not be published) &lt;?php if ($req) echo "(required)"; ?&gt;&lt;/small&gt;&lt;/label&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;input type="text" name="url" id="url" value="&lt;?php echo $comment_author_url; ?&gt;" size="22" tabindex="3" /&gt;
&lt;label for="url"&gt;&lt;small&gt;Website&lt;/small&gt;&lt;/label&gt;&lt;/p&gt;
&lt;?php endif; ?&gt;
&lt;p&gt;&lt;textarea name="comment" id="comment" cols="50%" rows="10" tabindex="4"&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;input name="submit" type="submit" id="submit" tabindex="5" value="Submit Comment" /&gt;
&lt;input type="hidden" name="comment_post_ID" value="&lt;?php echo $id; ?&gt;" /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;?php do_action('comment_form', $post-&gt;ID); ?&gt;
&lt;/form&gt;
&lt;?php endif;?&gt;
&lt;?php endif;?&gt;</pre>
</li>
<li>Berikutnya adalah file functions.php yang merupakan  file untuk menyimpan fungsi-fungsi yang berkaitan dengan theme buatan kita.  Pada file ini kita mendeklarasikan widget yang kita inginkan. Pada file ini  juga dapat memberi fungsi tambahan untuk administrasi theme dari WordPress  administrator:
<pre>&lt;?php
if ( function_exists('register_sidebar') ){
    register_sidebars(2,array('before_widget' =&gt; '&lt;div id="%1$s" class="widget %2$s"&gt;',
'after_widget' =&gt; "&lt;/div&gt;",
'before_title' =&gt; '&lt;h2&gt;',
'after_title' =&gt; "&lt;/h2&gt;"));
       }
?&gt;</pre>
</li>
</ul>
</li>
<li>Selesailah theme WordPress kita. Sebenarnya  masih ada file file lain yang dibutuhkan untuk menampilkan secara keseluruhan  fungsi blog WordPress. Akan tetapi file tersebut tidak bersifat harus ada. Bila  file tersebut tidak ada blog kita masih dapat menampilkan konten dengan baik.  File-file itu dapat tergantikan oleh file default atau oleh file lainnya. Contohnya  adalah archive.php,search.php,category.php, dll. Bila ingin tampilan theme anda  dapat lebih spesifik maka anda dapat melengkapi file-file tersebut. Anda  tinggal meng-copy semua file tersebut ke dalam 1 folder dan memasukkannya ke  folder theme WordPress. Selanjutnya anda dapat mengaktifkan theme buatan anda  dari menu Presentation pada WordPress Administrator.</li>
</ol>
<p>Bila ingin menggunakan theme WordPress yang lebih lengkap  maka theme default WordPress 2.3 adalah permulaan yang bagus. Kelengkapan  fungsi dan file theme dapat dijadikan referensi untuk pengembangan theme anda  sendiri.  Contoh theme wordpress yang  kita gunakan diatas merupakan theme yang sangat dasar. Anda dapat memperbaiki  theme tersebut dengan memodifikasi theme dan CSS dari theme tersebut. Anda juga  dapat menambahkan beberapa gambar agar lebih menarik. Selamat berkreasi.</p>
<h3>Referensi</h3>
<ul>
<li><a href="http://codex.wordpress.org">http://codex.wordpress.org</a></li>
<li><a href="http://codex.wordpress.org/Templates">http://codex.wordpress.org/Templates</a></li>
<li><a href="http://codex.wordpress.org/Theme_Development">http://codex.wordpress.org/Theme_Development</a></li>
<li><a href="http://codex.wordpress.org/Blog_Design_and_Layout">http://codex.wordpress.org/Blog_Design_and_Layout</a></li>
<li><a href="http://codex.wordpress.org/Developer_Documentation">http://codex.wordpress.org/Developer_Documentation</a></li>
</ul>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=54&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/03/27/tutorial-dasar-perancangan-theme-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi Web Designer, Programmer, dan Database Designer menggunakan Prado.</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2007/11/19/kolaborasi-web-designer-programmer-dan-database-designer-menggunakan-prado/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2007/11/19/kolaborasi-web-designer-programmer-dan-database-designer-menggunakan-prado/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 02:02:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT Solution]]></category>
		<category><![CDATA[Prado Framework]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2007/11/19/kolaborasi-web-designer-programmer-dan-database-designer-menggunakan-prado/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak pembicaraan proyek dengan Mas Anton, salah satu pengguna Prado dari Indonesia saya ingin menulis bagaimana cara kolaborasi team antar Web Designer, Programmer, dan Database Designer. Di Indonesia orang masih memandang ketiga profesi di atas tidak berbeda jauh. Terkadang perusahaan atau pemberi proyek mencari profesional IT yang harus memiliki ketiga kemampuan diatas. Kenapa? Mereka ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak pembicaraan proyek dengan Mas Anton, salah satu pengguna Prado dari Indonesia saya ingin menulis bagaimana cara kolaborasi team antar Web Designer, Programmer, dan Database Designer. Di Indonesia orang masih memandang ketiga profesi di atas tidak berbeda jauh. Terkadang perusahaan atau pemberi proyek mencari profesional IT yang harus memiliki ketiga kemampuan diatas. Kenapa? Mereka ingin menghemat pengeluaran dengan membayar 1 orang untuk melakukan 3 pekerjaan diatas. Padahal untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal maka pemisahan kerja wajib dilakukan. Hal ini akan memberi kesempatan pada profesional IT untuk lebih berkonsentrasi pada bidang yang lebih disukai.<span id="more-38"></span></p>
<p>Bank NISP salah satu perusahaan yang memperoleh hasil dari pengkategorian pekerjaan. Dengan cepat mereka berkembang dan menjadi salah satu Bank dengan perkembangan yang sangat pesat di Indonesia. Mereka bahkan membayar profesional IT yang kerjaannya cuman memikirkan ide bagus apa yang bisa diimplementasi di perusahaan mereka. Bukan untuk mengerjakan sesuatu. Hal ini membuat mereka dengan cepat melakukan update teknologi dalam perusahaan karena setiap bulan mereka memperoleh ide baru tentang update teknologi yang berkembang sangat cepat.</p>
<p>Saya rasa cukup gambaran pentingnya pembagian kerja yang baik, dan kenapa kerja team lebih baik daripada kerja individual. Di Prado pengembangan aplikasi web based sangat memungkinkan dilakukan pembagian kerja. Dengan sifat Prado yang memisahkan business logic dan presentation logic membuat kita dapat bekerja team langsung secara berbarengan. Seperti yang kita tahu bahwa alur pengembangan aplikasi adalah seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Requirement (Project Manager)</li>
<li>Analisa (System Analyst)</li>
<li>Desain (System Analyst, Web Designer, Programmer, dan Database Designer)</li>
<li>Implementasi (Web Designer, Programmer, Database Designer)</li>
<li>Testing</li>
<li>Maintenance</li>
</ol>
<p>saya langsung membahas pada sisi implementasi yaitu pembuatan aplikasi berdasarkan hasil analisa dan desain. Berikut skenario kolaborasi menurut pemikiran saya:</p>
<ol>
<li>Karena dokumen desain telah ada, maka web designer, programmer, dan, database designer tidak perlu saling menunggu. Mereke dapat langsung memulai pekerjaan masing-masing berdasarkan desain yang telah ada. Bila ada perubahan maka bisa meminta System Analyst untuk melakukan perubahan.</li>
<li>Pembagian kerja dengan Prado adalah sebagai berikut:
<ul>
<li>Web Designer melakukan perancangan tampilan XHTML + CSS berdasarkan dokumen desain yang ada dan mempersiapkan layout component template Prado yaitu file TPL, dan PAGE.</li>
<li>Programmer membuat kode program berdasarkan business logic yang ada. Bila membutuhkan perubahan template maka bisa memberitahu pada web designer.</li>
<li>Database designer merancang dan membuat query SQL yang dibutuhkan programmer menggunakan feature Prado SQL MAP sehingga memudahkan programmer dalam menampilkan data yang diinginkan.</li>
</ul>
<p>Dari skenario di atas maka diagram kolaborasi bisa di gambarkan seperti berikut:</p>
<p align="center">SQLMAP    &lt;==========&gt; PHP   &lt;=========&gt; PAGE/TPL<br />
DB DESIGNER                PROGRAMMER          WEB DESIGNER</li>
</ol>
<p>Demikian skenario kolaborasi pengerjaan suatu aplikasi web menurut pemikiran saya. Skenario di atas adalah kolaborasi paling sederhana dan tidak menggunakan metode-metode pengembangan aplikasi seperti Agile, Extreme, USDP, RUP, Prototype, atau metode lainnya yang banyak kita peroleh di bangku kuliah. Improvisasi dan Kreatifitas diperlukan agar membuat metode sederhana diatas dapat berjalan dengan baik. Mohon maaf bila ada penggunaan bahasa yang tidak cocok atau tidak dapat dimengerti. Mohon saran dan kritik bila ada yang salah. Terima kasih.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=38&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2007/11/19/kolaborasi-web-designer-programmer-dan-database-designer-menggunakan-prado/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Website instant atau bayar web designer/developer?</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2007/11/10/website-instant-atau-bayar-web-designerdeveloper/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2007/11/10/website-instant-atau-bayar-web-designerdeveloper/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2007 16:43:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT Solution]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Kalau orang awam banyak yang memilih instant. Sama dengan kopi, kenapa harus minum kopi di starbucks dengan harga 2o ribuan kalau kita bisa minum kopi instant hanya dengan seribu rupiah. Jawabannya feel dan nikmatnya beda. Coba aja sendiri kalau tidak percaya. Kopi instant tidak akan pernah mengalahkan kenikmatan dan suasana ngopi di starbucks. Sama dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau orang awam banyak yang memilih instant. Sama dengan kopi, kenapa harus minum kopi di starbucks dengan harga 2o ribuan kalau kita bisa minum kopi instant hanya dengan seribu rupiah. Jawabannya feel dan nikmatnya beda. Coba aja sendiri kalau tidak percaya. Kopi instant tidak akan pernah mengalahkan kenikmatan dan suasana ngopi di starbucks. Sama dengan website, anda tentu akan memperoleh manfaat lebih dengan membayar web designer atau web developer dibanding langsung bikin website instant. Website sekarang ini ada bermacam-macam tergantung kebutuhannya. Yang paling banyak adalah Blog, Company Website, Online Store, dan portal. Sisanya adalah aplikasi web yang digunakan secara khusus, misalnya web application seperti email, text editor, sharing, dan lain-lain.</p>
<p>Cara paling cepat mendapatkan website adalah dengan membuat blog. Dan aplikasi blog paling banyak digunakan saat ini adalah WordPress yang sama seperti saya gunakan di website ini. Klo mau instant cukup daftar aja di website wordpress atau di penyedia layanan blog lainnya. Kamu bisa mempunyai website kira-kira hanya dalam 15 menit. Dengan wordpress ada beberapa keuntungan dan kekurangan. Berikut adalah beberapa keuntungan wordpress di antaranya:<span id="more-32"></span></p>
<ol>
<li>Cepat, cuma dengan daftar di website wordpress atau host sendiri. Website kita bisa online paling lama 2 hari bila tidak ada masalah untuk yang host sendiri. Syukur-syukur bisa dalam 15menit dengan daftar aja di wordpress.</li>
<li>Gratis, klo daftar di wordpress. Dan murah klo host sendiri, cuma bayar 100 ribu dah dapat domain sendiri dan space 25 MB di Idebagus.  Tidak perlu bayar web developer untuk buat website sejenis wordpress.</li>
<li>Template yang bebas pilih. Tersedia ratusan template wordpress yang gratis digunakan. Cukup pilih dan aktifkan template yang diinginkan maka jadilah tampilan website kamu sesuai yang diinginkan.</li>
<li>Fungsi tambahan gratis, tersedia banyak plugin wordpress yang dengan mudah digunakan dengan website kamu. Mau jualan, pajang gallery foto, atau fungsi lainnya tinggal upload dan aktifkan.</li>
</ol>
<p>Tapi ada juga kekurangannya. Menurut saya kekurangan dasar wordpress cocoknya cuma buat blog, untuk membuat website custom masih kurang powerfull. Walaupun ada banyak plugin, tapi fungsinya belum tentu 100% sesuai dengan keinginan kamu.Untuk itu ada drupal, yaitu CMS atau Content Management System yang lebih flexible dan bisa membangun website yang kita inginkan dengan mudah. Berikut beberapa kelebihan Drupal:</p>
<ol>
<li>Dengan arsitekture node dan block maka drupal bisa membuat website pribadi, company profile, blog namun tidak se powerfull wordpress, gallery, online shop, dan banyak lagi. Yang paling mendukung drupal untuk website custom menurut saya adalah adanya module views dan CCK( Content Construction Kit) dengan module ini kita bisa membuat node atau content sesuai keinginan kita dan dengan mudah ditampilkan di halaman website.</li>
<li>Keuntungan lain hampir sama dengan wordpress di atas tapi drupal setahu saya belum ada hosting khusus yang gratis seperti wordpress.</li>
</ol>
<p>Kekurangan drupal menurut saya adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Tampilan control panel Drupal tidak semantap wordpress. Harusnya control panel terpisah dengan website sehingga bila ada kesalahan template tidak mengganggu tampilan pada saat administrasi.</li>
<li>Core Drupal memberikan website dengan feature user interface masih standar untuk jaman web 2.0 saat ini. Sekarang tampilan sangat mengesankan dengan adanya beberapa teknik yang ingin menyamai tampilan desktop. Contohnya lightbox, kemudian javascript widget, AJAX, dan feature web 2.0 lainnya.</li>
</ol>
<p>Itulah menurut saya kelebihan dan kurangan menggunakan wordpress dan drupal yang merupakan CMS yang banyak digunakan dalam membangun website instant. Menurut saya klo cuma sekedar iseng dan bukan untuk hal yang sifatnya komersil penggunaan cms instant seperti drupal dan wordpress dengan template gratisan bukanlah suatu masalah. Tapi bila ingin lebih memperoleh kesan profesional dan benar-benar sesuai keinginan maka tidak ada salahnya kamu membayar web designer profesional untuk membuat template untuk dipasang dengan CMS yang kamu suka. Mereka bisa membuat website sesuai dengan identitas kamu. Bukan identitas orang lain. Ingin benar-benar memiliki website dengan feature yang sesuai kenginanan, maka bayarlah web designer dan web developer untuk membuat website seusai keinginan kamu. Untuk itulah web developer dan web designer ada. Untuk membantu kamu memperoleh manfaat lebih dari website.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=32&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2007/11/10/website-instant-atau-bayar-web-designerdeveloper/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.486 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-07-31 05:02:48 -->
