<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>thinkrooms &#187; Open Source</title>
	<atom:link href="http://www.thinkrooms.com/category/it/open-source/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.thinkrooms.com</link>
	<description>Web Developer, Web Designer, Internet Solution, Network  and System Integration</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 04:43:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Blocking Situs-Situs Pornografi dan Kekerasan</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2008/03/27/blocking-situs-situs-pornografi-kekerasan/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2008/03/27/blocking-situs-situs-pornografi-kekerasan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 12:18:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/2008/03/27/blocking-situs-situs-pornografi-kekerasan/</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini pemerintah sedang berniat untuk memblokir akses internet ke situs-situs pornografi bahkan memberi ancaman hukuman bagi pelanggarnya. Beberapa langkah disiapkan oleh MenKomInfo untuk memantapkan langkah ini antara lain undang-undang, software, dan sosialisasi ke masyarakat. Langkah ini sebenarnya sangat baik ditengah kekisruhan dan makin tingginya peredaran pornografi melalui situs internet. Kemudahan memperoleh hosting gratis untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini pemerintah sedang berniat untuk memblokir akses internet ke situs-situs pornografi bahkan memberi ancaman hukuman bagi pelanggarnya. Beberapa langkah disiapkan oleh MenKomInfo untuk memantapkan langkah ini antara lain undang-undang, software, dan sosialisasi ke masyarakat. Langkah ini sebenarnya sangat baik ditengah kekisruhan dan makin tingginya peredaran pornografi melalui situs internet. Kemudahan memperoleh hosting gratis untuk menyimpan file dan kemudahan dalam membuat situs sendiri untuk menyebarkan konten yang tidak pantas membuat situs-situs amatir bermunculan untuk menyebarkan konten-konten pornografi. Pemerintah tidak dapat menutup situs-situs tersebut dengan mudah karena sebagian besar ditempatkan diluar negeri dimana konten pornografi dianggap legal di negara tersebut. Oleh karena itu satu-satunya langkah untuk meredam penyebaran pornografi di negara ini adalah dengan membatasi akses internet ke situs-situs pornografi dan melarang masyarakat untuk mengaksesnya. <span id="more-55"></span></p>
<p>Bukan cuma situs pornografi yang menjadi ancaman bagi negeri ini. Situs-situs kekerasan juga mengancam masyarakat kita dengan berbagai konten kekerasan yang dapat mempengaruhi yang mengaksesnya. Di Jepang bahkan sering terjadi aksi bunuh diri secara bersama-sama setelah melakukan perjanjian melalui sebuah situs. Bahkan ada beberapa situs yang menyediakan informasi cara-cara untuk melakukan bunuh diri. Bukan tidak mungkin masyarakat kita akan mengikuti kejadian di Jepang tersebut, apalagi dengan kesengsaraan dan kemiskinan yang diderita oleh sebagian masyarakat kita.</p>
<p>Untuk mencegah pengaruh buruk konten-konten tidak pantas menyebar di masyarakat kita maka tidak terlambat pemerintah melakukan blokir pada situs-situs tersebut. Salah satu yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah upaya mencegah akses ke situs tersebut. Hal ini harus dilakukan oleh para penyedia akses internet yaitu pengusaha warnet dan para provider internet. Tanpa campur tangan para penyedia layanan maka pemerintah tidak akan berhasil membatasi akses ke situs-situs tidak pantas tersebut. Langkah awal dari pemerintah adalah mengeluarkan software untuk membatasi akses ke situs yang dilarang. Beberapa pengusaha warnet juga mulai memasang software sejenis. Namun memasang software tersebut pada tiap komputer bukanlah pekerjaan mudah. Jumlah komputer yang sangat banyak dan kemampuan pengguna yang kurang mengerti mengenai software tersebut akan mengurangi efektifitas dari penggunaan software tersebut.</p>
<p>Namun selain proteksi pada komputer, pemerintah juga akan melakukan pemblokiran pada gateway/proxy lokal. Dan yang paling penting pada internet service provider, mereka sebenarnya dengan mudah memblokir akses ke situs-situs tidak pantas dengan membuat filtering pada gateway dan proxy internet mereka. Dengan demikian para pengguna yang menggunakan jasa mereka tidak perlu menginstall software apapun namun akses mereka akan lebih aman karena akses terlarang itu diblokir di pintu keluar masuk internet Indonesia. Pemblokiran pada pintu keluar masuk tersebut memang tidak 100% mampu mencegah akses ke situs tersebut. Karena dengan sedikit pengetahuan maka kita dengan mudah mengakses konten tersebut tanpa diketahui pihak provider internet sehingga akses kita tidak akan mampu di filter.</p>
<p>Beberapa software yang sudah terbukti kehandalannya adalah DansGuardian. Software ini memiliki engine filtering canggih yang memcegah akses berdasarkan analisa konten dan domain web yang ingin diakses. Software ini dipasang pada gateway atau proxy internet sehingga pengguna yang mengakses internet melalui pintu keluar masuk ini akan dibatasi aksesnya secara otomatis. Hebatnya lagi software ini bersifat Open Source atau bisa dibilang gratis dengan penggunaan yang sesuai ketentuan. Selain software pada gateway, ada juga software yang dapat dipasang pada terminal akses atau komputer tempat kita mengakses internet. Pada Windows Vista sudah terdapat fitur Parental Control yang mampu membatasi akses internet dan konten yang tidak pantas pada komputer tersebut. Bila anda belum menggunakan Windows Vista maka ada banyak software lainnya yang bisa anda temukan di Google dengan keyword &#8220;Parental Control Software&#8221;. Silakan pilih yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anda.</p>
<p>Niat pemerintah untuk membatasi akses internet akan membari dampak positif bagi pengguna internet Indonesia. Bukan sekedar pencegahan kerusakan moral dan jiwa masyarakat Indonesia tapi juga akan mengurangi penggunaan bandwith internet yang tidak penting. Seperti kita ketahui download film dan gambar yang tidak pantas merupakan salah satu pemborosan bandwith internet terbesar karena ukuran file-file tersebut yang sangat besar dibandingkan dengan bandwith internet kita yang masih sangat terbatas. Dengan adanya pembatasan ini maka pengguna internet akan mengakses informasi dan konten yang diinginkan dengan lebih nyaman, aman, dan cepat.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=55&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2008/03/27/blocking-situs-situs-pornografi-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengenalan Prado, PHP Component Framework</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2007/11/16/pengenalan-prado-php-component-framework/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2007/11/16/pengenalan-prado-php-component-framework/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 06:19:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Prado Framework]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Framework adalah sekumpulan library dan code program yang digunakan untuk memudahkan pengembangan aplikasi. Yang paling populer saat ini adalah .NET Framework yang digunakan untuk pengembangan aplikasi di platform Windows. Nah di PHP juga ada beberapa framework yang dapat memudahkan pengembangan website ataupun aplikasi web based. Beberapa framework tersebut adalah Prado, CakePHP, Symfony, Zend, dan banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Framework adalah sekumpulan library dan code program yang digunakan untuk memudahkan pengembangan aplikasi. Yang paling populer saat ini adalah .NET Framework yang digunakan untuk pengembangan aplikasi di platform Windows. Nah di PHP juga ada beberapa framework yang dapat memudahkan pengembangan website ataupun aplikasi web based. Beberapa framework tersebut adalah <a href="http://www.pradosoft.com" title="Prado Framework" target="_blank">Prado</a>, <a href="http://www.cakephp.org" title="Cake PHP">CakePHP</a>, <a href="http://www.symfony-project.com" title="Symfony Framework" target="_blank">Symfony</a>, <a href="http://framework.zend.com" title="Zend Framework" target="_blank">Zend</a>, dan banyak lagi framework lainnya. Sebagian besar framework PHP menggunakan konsep MVC. Konsep ini memisahkan pengembangan menjadi 3 bagian yaitu pengembangan model/object, visual/design tampilan, dan controller /logika program. Selain framework PHP di dunia pengembangan web juga terdapat Ruby on Rails yang sangat populer. Menggunakan bahasa Ruby dan Rails sebagai frameworknya.</p>
<p>Saya hanya membahas Prado karena framework ini telah saya gunakan selama 1,5 tahun dalam pengembangan website. Framework lainnya hanya saya lihat dan baca reviewnya, untuk mencobanya masih belum tertarik. Prado merupakan framework untuk PHP dimana pengembangan aplikasi web dengan  Prado akan mengubah konsep dan alur kerja pengembangan website dari konsep tradisional PHP menjadi berbasis komponen dan event. Contoh paling simple yang menggunakan konsep yang sama adalah pengembagan website dengan ASP.NET atau pengembangan aplikasi desktop dengan Visual Basic dan Delphi. Jadi pengembangan website hampir sama dengan pengembangan aplikasi desktop.<span id="more-36"></span></p>
<p>Dokumentasi Prado sangatlah baik, mulai dari manual, dokumentasi class, wiki, contoh kode program, hingga step by step contoh pengembangan suatu aplikasi yaitu tutorial pembuatan blog. Semua itu tersedia melalui website Prado atau file Prado yang dapat didownload. Pada versi 3.1.1 tersedia dokumentasi dengan Bahasa Indonesia. Saya sendiri telah merasakan manfaat Prado. Saya telah menyelesaikan 3 aplikasi web, dan saya merasakan perbedaan waktu pengembangan yang jauh lebih cepat dibandingkan teknik pengembangan web tradisional. Coding juga jadi lebih baik, rapi, dan minim error karena kita tinggal menggunakan komponen yang ada. Bukan membuatnya dari awal.</p>
<p>Prado sangat mudah dipelajari, bahkan oleh orang yang tidak memiliki background PHP. Teman saya bahkan dapat membantu saya menyelesaikan satu aplikasi padahal dia tidak pernah mengembangkan aplikasi web. Dia cuma mengenal Visual Basic sebagai bahasa pemrograman dia. Tidak sampai 1 minggu di bisa mengerti bagaimana mengembangan aplikasi web dengan Prado. Tapi tentu saja background PHP sangat diperlukan bila tidak ingin kesulitan untuk penggunaan fungsi-fungsi tertentu di PHP.</p>
<p>Bila sudah menggunakan Prado terkadang pengembang mengalami kesulitan untuk fungsi tertentu. Dukungan komunitas Prado yang kuat melalui forum sangatlah membantu. Bahkan komunitas lokal seperti sub-forum Indonesia juga cukup aktif. Pertanyaan dengan cepat mendapat respon dari komunitas Prado Indonesia.</p>
<p>Teknologi yang digunakan Prado sangat mengikuti perkembangan web. Ajax, UI Component, SQL Data Mapper, Active Record, PDO, dan banyak lagi adalah teknologi yang ditanamkan kedalam Prado. Dan pengembang Prado dengan mudah menggunakan teknologi tersebut dengan cara Prado tanpa dipusingkan kode program dibalik teknologi tersebut. Itulah Prado, walaupun berbasis PHP tapi teknik pengembangan berbeda dengan PHP. It&#8217;s Prado Way not PHP Way. Untuk informasi yang lebih detail langsung aja ke website Prado di <a href="http://www.pradosoft.com" title="Prado Framework" target="_blank">http://www.pradosoft.com </a></p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=36&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2007/11/16/pengenalan-prado-php-component-framework/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zimbra &#8211; Open Source Enterprise Email Solution</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2007/08/29/zimbra-open-source-enterprise-email-solution/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2007/08/29/zimbra-open-source-enterprise-email-solution/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2007 12:40:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT Solution]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Inilah penantang Microsoft Exchange di dunia email solution. Solusi lengkap untuk email sistem perusahaan anda. Zimbra merupakan aplikasi open source yang telah dinobatkan sebagai solusi open source terbaik untuk email sistem. Feature yang diberikan sangatlah lengkap. Inilah beberapa feature dasar dari Zimbra: Email Service (MTA, SMTP, POP3, dan IMAP). Web Client. Integrasi dengan Active Directory [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inilah penantang Microsoft Exchange di dunia email solution. Solusi lengkap untuk email sistem perusahaan anda. <a href="http://www.zimbra.com" title="Zimbra - Open Source Email Solution">Zimbra</a> merupakan aplikasi open source yang telah dinobatkan sebagai solusi open source terbaik untuk email sistem. Feature yang diberikan sangatlah lengkap. Inilah beberapa feature dasar dari Zimbra:</p>
<ol>
<li>Email Service (MTA, SMTP, POP3, dan IMAP).</li>
<li>Web Client.</li>
<li>Integrasi dengan Active Directory ataupun LDAP yang telah ada atau menggunakan Zimbra LDAP bila belum memiliki Active Directory atau LDAP di jaringan lokal untuk pengaturan account.</li>
<li>SPAM dan Anti Virus Protection.</li>
<li> Web based Administration.</li>
</ol>
<p>Itulah beberapa feature dasar yang dimiliki oleh Zimbra Open Source Edition. Bila menggunakan versi komersil maka featurenya lebih hebat lagi seperti integrasi dengan Outlook dan Push Email seperti BlackBerry. Namun untuk feature standar untuk kebutuhan email standar maka bisa menggunakan Open Source Edition. Untuk perbandingan feature bisa dilihat di website Zimbra di <a href="http://www.zimbra.com/products/product_editions.html" title="Zimbra Edition Compare">sini</a>.</p>
<p>Zimbra memiliki tampilan web client yang sangat menarik. Menggunakan AJAX membuat penggunaan web client Zimbra seakan-akan  menggunakan aplikasi desktop. Pengaturan sistem juga menggunakan interface web based yang juga berbasis AJAX. Untuk kemudahan migrasi Zimbra juga menyediakan wizard untuk berpindah dari Microsoft Exchange dan juga Novell Groupwise. Sebuah solusi gratis namun dengan feature Enterprise.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=28&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2007/08/29/zimbra-open-source-enterprise-email-solution/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Set up OpenVPN di Ubuntu Server 7.04</title>
		<link>http://www.thinkrooms.com/2007/08/09/set-up-openvpn-di-ubuntu-server-704/</link>
		<comments>http://www.thinkrooms.com/2007/08/09/set-up-openvpn-di-ubuntu-server-704/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 05:48:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thinkrooms.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Ini merupakan tutorial bagaimana set up OpenVPN di server Ubuntu Feisty. Sebelum melakukan set up pastikan Ubuntu Server sudah terinstal dan berjalan dengan baik. Untuk melakukan instalasi OpenVPN pastikan beberapa dependency package sudah terinstall. Biasanya sih ubuntu akan otomatis menginstall package lain yang dibutuhkan. Namun bila paket yang dibutuhkan tidak terinstall secara otomatis maka bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini merupakan tutorial bagaimana set up OpenVPN di server Ubuntu Feisty. Sebelum melakukan set up pastikan Ubuntu Server sudah terinstal dan berjalan dengan baik. Untuk melakukan instalasi OpenVPN pastikan beberapa dependency package sudah terinstall. Biasanya sih ubuntu akan otomatis menginstall package lain yang dibutuhkan. Namun bila paket yang dibutuhkan tidak terinstall secara otomatis maka bisa dilakukan installasi manual. Paket yang dibutuhkan adalah openssl, lzo, pam. OpenSSL untuk kebutuhan enkripsi data yang dikirim melalui jaringan, LZO merupakan kompressor untuk mengkompress paket data yang dikirim sehingga ukuran paket yang dikirim lebih kecil dan lebih cepat. Sedangkan PAM biasanya sudah diinstall, merupakan paket untuk fungsi otentikasi lokal ke server Linux. Untuk installasi OpenVPN setelah semua siap lakukan langkah sebagai berikut:<span id="more-23"></span></p>
<ol>
<li>Install OpenVPN server, caranya ketik di terminal <span style="font-style: italic">&#8220;sudo apt-get install openvpn&#8221;</span>. Installasi akan mencari paket pada repository, bila tidak tersedia secara lokal atau pada CD installer maka harus terhubung ke internet agar installer dapat mendownload paket yang dibutuhkan. Installasi akan berjalan tunggu hingga selesai.</li>
<li>Copy file contoh dari folder document OpenVPN ke folder konfigurasi OpenVPN. Caranya ketik di terminal<br />
<code>sudo cp -R /usr/share/doc/openvpn/example /etc/openvpn/</code></li>
<li>Masuk ke folder example yang telah di copy ke folder konfigurasi OpenVPN. Caranya ketik di terminal <code>cd /etc/openvpn/example</code></li>
<li>Setup Certificate Authority dan server key dimana sertifikat ini harus dimiliki oleh tiap client. Sertifikat merupakan file yang berfungsi sebagai kunci. tanpa file ini maka client tidak akan bisa terhubung. Cara setup sertifikat dan public key sebagai berikut:<br />
<code>sudo ./vars<br />
sudo ./clean-all<br />
sudo ./build-ca</code><br />
Perintah-perintah diatas akan mengenerate sertifikat dan key yang dibutuhkan.</li>
<li>Selain sertifikat dan public key diatas kita juga perlu menggenerate private key yang akan digunakan oleh server. Ketikkan perintah berikut di terminal<br />
<code>sudo ./build-key-server server</code>.<br />
Jawab yes dengan menekan tombol Ypada  pertanyaan<br />
<code>Sign the certificate? [y/n]</code><br />
dan<br />
<code>1 out of 1 certificate requests certified, commit? [y/n</code>].</li>
<li>Generate <a href="http://www.rsasecurity.com/rsalabs/node.asp?id=2248">Diffie Hellman</a> dengan perintah<br />
<code>sudo ./build-dh</code>.</li>
<li>Perintah-perintah diatas akan membuat folder keys pada folder saat ini yaitu<br />
<code>/etc/openvpn/examples/keys/</code><br />
folder ini dimiliki oleh root karena perintah dijalankan dengan sudo. Untuk itu kita perlu mengubah hak akses folder dengan perintah<br />
<code>sudo chmod -R 644 /etc/openvpn/example/keys</code></li>
<li>Copy file yang dibutuhkan ke folder utama konfigurasi openvpn yaitu dengan perintah<br />
<code>cd keys<br />
sudo cp ca.* /etc/openvpn<br />
sudo cp server.* /etc/openvpn<br />
sudo cp dh1024.pem /etc/openvpn<br />
</code></li>
<li>Buat file konfigurasi dengan nama server.conf di folder OpenVPN. Berikut contoh dengan menggunakan vim editor. Pada terminal ketik "sudo vim /etc/openvpn/server.conf". Bila muncul screen baru kosong tekan "A" untuk mode edit masukkan teks konfigurasi berikut:<code><br />
#plugin untuk membuat OpenVPN client login terlebih dahulu pada server sebelum terhubung<br />
plugin /usr/lib/openvpn/openvpn-auth-pam.so login<br />
#client private key tidak diperlukan karena menggunakan login local<br />
client-cert-not-required<br />
username-as-common-name<br />
#port yang digunakan server Openvpn, secara default berisi port 1194<br />
port 1194<br />
#Settingan protokol yang digunakan. Defaultnya adalah UDP<br />
#namun sebagian besar ISP memblok paket UDP<br />
#sehingga OpenVPN terkadang tidak bisa berjalan pada protokol UDP.<br />
#Ganti tcp-server dengan UDP bila hendak menggunakan protokol UDP.<br />
proto tcp-server<br />
#tipe virtual network yang digunakan, tun untuk tunnel, dan tap untuk bridge mode.<br />
dev tun<br />
#Settingan certificate dan key untuk server<br />
ca ca.crt<br />
cert server.crt<br />
key server.key<br />
dh dh1024.pem<br />
#Settingan untuk berjalan sebagai server<br />
#Secara otomatis server akan memiliki IP 10.131.1.1 dan sisanya untuk client<br />
server 10.22.1.0 255.255.255.0<br />
#Agar client yang terputus memperoleh ip yang sama maka data koneksi disimpan pd file<br />
ifconfig-pool-persist ipp.txt<br />
#memberikan routing ke client agar network di routing melalui vpn<br />
#sehingga client dapat mengakses network di belakan vpnserver<br />
push "route 10.22.1.0 255.255.255.0"<br />
#Settingan apakah client dapat saling terhubung atau tidak<br />
client-to-client<br />
keepalive 10 120<br />
#Setting agar koneksi dikompress dan algoritma LZO<br />
comp-lzo<br />
#Untuk keamanan maka aplikasi diubah running user &amp; groupnya<br />
user nobody<br />
group nogroup<br />
persist-key<br />
persist-tun<br />
status openvpn-status.log<br />
verb 3<br />
</code><br />
Setelah selesai tekan "escape" untuk kembali ke mode normal, lalu tekan ":wq" agar keluar dari vim editor dan menyimpan file.</li>
<li>Jalankan openvpn dengan perintah<br />
<code>sudo /etc/init.d/openvpn start</code>.</li>
</ol>
<p>Konfigurasi server sudah selesai. Kita sisa melakukan konfigurasi klien. Saya membahas client windows karena sebagian besar client masih menggunakan windows. Berikut langkah konfigurasi klien VPN:</p>
<ol>
<li>Download OpenVPN GUI dari <a href="http://openvpn.se/download.html">http://openvpn.se/download.html</a></li>
<li>Install hingga selesai.</li>
<li>Buat file konfigurasi klien di folder default OpenVPN di "C:\Program Files\OpenVPN\config\". Caranya buka notepad dan masukkan teks konfigurasi seperti contoh berikut:<br />
<code><br />
#Setting agar user memasukkan user dan password<br />
auth-user-pass<br />
#Setting agar bertindak sebagai client<br />
client<br />
#Tipe device dan protokol yang digunakan<br />
dev tun<br />
proto tcp-client<br />
#Alamat &amp; port remote server OpenVPN yang akan diakses<br />
#Ganti x.x.x.x dengan alamat publik server OpenVPN<br />
remote x.x.x.x 1194<br />
resolv-retry infinite<br />
nobind<br />
persist-key<br />
persist-tun<br />
#Settingan agar menggunakan sertifikat CA<br />
#yang akan dibandingkan dengan server<br />
ca ca.crt<br />
ns-cert-type server<br />
#Settingan untuk kompresi data<br />
comp-lzo<br />
verb 3<br />
</code><br />
Simpan dengan nama client.ovpn di folder config Openvpn.</li>
<li>Jalankan openvpn GUI lalu pada icon OpenVPN Gui di tray klik kanan-&gt;Connect. Masukkan username dan password user lokal pada server OpenVPN.</li>
<li>Bila tidak ada masalah maka client akan terhubung dengan server.</li>
</ol>
<p>Demikian tutorial set up OpenVPN. Untuk lebih jelas sebaiknya menggunakan <a href="http://openvpn.net/man.html">manual openvpn</a> dan <a href="http://openvpn.net/howto.html">howto openvpn</a>. Tutorial ini cuma memberi langkah praktis. Saya memilih settingan tidak menggunakan private key untuk tiap klien. Tapi menggunakan autentikasi ke server OpenVPN menggunakan account local pada server. Tiap klien yang terhubung harus memiliki user name local yang berbeda agar tidak terjadi bentrok saat terhubung dengan server. Semoga tutorial ini bisa membantu.</p>
<img src="http://www.thinkrooms.com/?ak_action=api_record_view&id=23&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thinkrooms.com/2007/08/09/set-up-openvpn-di-ubuntu-server-704/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.350 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-07-31 04:44:33 -->
