Menghadapi client yang juga teman

Kemarin seorang teman designer datang bercerita bagaimana dia pusing menghadapi clientnya yang juga temannya. Temannya bisa dibilang gaptek dan kurang mengerti web design. Bagi orang awam macam clientnya itu warna norak, penuh animasi, dan tampilan web jaman dulu merupakan kriteria web yang bagus. Prototype tampilan design web yang dibuat oleh teman saya itu ingin diubah dan membuatnya lebih “menyala”. Teman saya pusing menjelaskan bagaimana biar temannya mengerti bahwa hasil akhirnya bakal tidak bagus.

Akhirnya teman saya memutuskan untuk mengikuti kemauannya dan mengiyakan perkataan client yang juga temannya itu. Dia mengatakan akan segera membuat design sesuai keinginan client dan kembali lagi dengan design baru. Dia bingung dan bertanya pada saya, betulkan tindakannya? Apa yang harus dilakukan? Menurut saya inilah yang harus dia lakukan untuk menghadapi client semacam itu yang juga teman dekat dia:

  1. Profesional, kerjaan dan teman tidak bisa terlalu dicampur adukkan. Tapi bukan berarti faktor pertemanan harus dilupakan. Jangan karena faktor pertemanan berakibat kita sebagai pekerja menjadi tersiksa bekerja dengan bayaran yang tidak sepadan.
  2. Tegas, sistem kerja dan cakupan kerja harus dari awal ditegaskan. Dengan bayaran sekian maka kita akan memberikan hasil dengan cakupan sekian. Dari awal sebaiknya client dijelaskan bahwa sistem kerja misalnya kita akan membuatkan design sesuai dengan yang dia butuhkan dan punya hak untuk 3 kali  melakukan perubahan mayor, untuk perubahan minor mungkin bisa dilakukan sebanyak 5 kali. Dan untuk bayaran sekian kita hanya bisa membuatkan design web tanpa animasi flash dan cakupan hasil kerja lainnya. Dengan adanya kejelasan sistem kerja dan cakupan kerjaan maka diharapkan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.
  3. Kita harus bisa menjelaskan kenapa kita membuatkan design seperti itu. Dasar pertimbangan pemilihan warna dan faktor lainnya harus dijelaskan agar dia mengerti. Walaupun misalnya dia tidak mengerti penjelasan kita paling tidak kita telah menyampaikan kewajiban kita.
  4. Bila client meminta perubahan macam-macam yang menurut kita tidak sesuai dengan estetika dan mungkin hasilnya tidak bagus maka kita harus menegaskan bahwa semua perubahan akan masuk dalam hitungan revisi. Bila jumlah revisi atau perubahan melebihi batas maka biaya pengembangan juga akan bertambah.
  5. Client harus mengerti bahwa setiap pengerjaan dan perubahan yang dilakukan membutuhkan tenaga, waktu, dan sumber daya lainnya pada kita. Sehingga teman yang baik pasti mengerti kesusahan kita sebagai seorang freelancer.

Itulah menurut saya yang bisa dilakukan kepada client yang juga merupakan teman. Profesionalisme dan pertemanan memang susah untuk disatukan. Terkadang banyak terjadi perpecahan hubungan pertemanan karena masalah kerjaan. Teman yang baik pasti mengerti akan pekerjaan yang dilakoni temannya.

We have 13 comments in this post, add more by leave yours below.

  1. Iya Point 345 harus dijelaskan sejelas2nya….
    pertemanan dan profesionalitas tentu tidak dapt dicampuradukkan dwongg… kalo kata tegaannya, “bisnis is bisnislah :D

  2. Kalo ketemu client yg gapdes biasanya ini yg gwe bilang:

    “Ok I’ll do it.. oh anyway, I have nothing against your design, but if I were You, I’m gonna spent my money in other ways than this..”

    “Well maybe something like [mulailah bacotan2 soal themes, color palette, usability, readibility dll..]”

    Tp manjur-ilities jurus ini tetap tergantung bacotan2 diblkng dan seberapa open-minded client :) )

  3. Hahaha… mantap Jack.. semoga resep mujarab itu bisa manjur buat kondisi kayak begini.

    Tapi kayaknya ilmu bacotan kudu di tingkatkan nih..

  4. intinya, perlakukan teman seperti client biasa ^ ^

  5. Ya…Saya juga berharap teman Anda itu bisa memahami apa yang Anda maksud, saya harap ia teman yang bai…(^_^)

    MM…mm salam hangat Bocahbancar…..

  6. memohon permakluman teman gampang-2 susah :)
    utk materi desain, mungkin bs diliatin contoh-2 desain web dan komentar guru-2 desain web yg kontra dgn keinginan client

  7. thnks .. good hipotesa

  8. wah,, bener2 ne postnya sesuai ma aq,, hahahaha, tp untung tmnq sante, jd terima2 aaj tuh dya,,hahaha

  9. yang lebih repot lagi tuh menghadapai musuh yang juga temen.. nah lho gmana?

  10. wah susah men, klo client kita temen sendiri..jd ga enak2an gitu loh..mo jelaskan sesuatu jadi ketawa mulu, soalnya temen deket..piye

  11. ini yang la9i saya alamin,. saya membantu teman,.eh malah dia yang malas2an dan gak tau mau bikin website yang kayak gimana,.. hubungan teman juga retak, karena dia nya juga mentingin dirinya sendiri..capek euy,.. gak la9i2 deh..

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Connect with us

thinkrooms on Facebook

Related Post