Semua orang tentu punya mimpi atau cita-cita. Pada waktu kecil kita sering ditanya, pengen jadi apa? Cita-citanya apa? Dengan semangat kita menjawab, pengen jadi dokter, pilot, presiden, dan sebagainya. Itulah cita-cita, yaitu tujuan atau keinginan yang ingin dicapai atau diwujudkan. Seiring bertambah umur dan dewasa maka terkadang ada beberapa orang yang menganggap cita-citanya adalah mimpi. Mimpi yang sulit diwujudkan atau mungkin mustahil diwujudkan. Ada juga seiring perkembangan zaman dan peralihan tren maka cita-cita orang berubah karena berbagai profesi baru bermunculan dan menjadi profesi yang exclusive. Mimpi bukanlah sekedar profesi dan mimpi tidak memiliki batasan.
Mimpi bisa menjadi keinginan yang pantas untuk diwujudkan. Selama mimpi kita ada kemungkinan untuk diwujudkan kenapa kita tidak berusaha? Karena kita memiliki mimpi maka tentu kita ingin mewujudkannya. Namun hanya memiliki keinginan saja tidaklah cukup, harus disertai tindakan. Pikiran tanpa tindakan adalah sia-sia. Lebih baik kita tidak usah bermimpi bila kita tidak memiliki usaha untuk mewujudkannya. Disaat umur, waktu, tenaga, dan pikiran masih memungkinkan jangan tunda lagi untuk mewujudkan mimpimu. Bayangkan saat umur sudah di ujung jalan baru kita merenung dan berpikir, kenapa kita tidak begini? Kenapa kita tidak begitu? Kalau begini pasti begitu? Dan beragam penyesalan timbul karena kita tidak mau berusaha dan bertindak. Akan lebih baik bila kita telah berusaha dan gagal namun tidak berakhir dengan penyesalan. Kegagalan bukan akhir, tapi seperti iklan rokok kegagalan adalah sukses yang tertunda. Mimpi bisa diwujudkan selama itu mungkin. Kita tentu tidak mungkin bermimpi bahwa kita akan bisa terbang tanpa alat bantu apapun, karena hal ini tidak mungkin. Hampir mustahil mewujudkan mimpi yang menentang hukum alam. Tapi bila mimpi kita mungkin diwujudkan maka siapkan dirimu dan raihlah mimpimu. Inilah langkah untuk mewujudkan mimpimu:
- Ciptakan mimpimu secara detail. Mimpi tidak dapat digambarkan dalam 1 kalimat seperti saya ingin menjadi dokter. Mimpi lebih dari itu. Ciptakan dan deskripsikan mimpimu dengan detail. Contohnya ingin menjadi dokter spesialis apa? Ingin bekerja dimana? Rumah sakit atau prakter sendiri? Dan sebagainya. Dengan menciptakan secara detail maka tujuan atau mimpimu menjadi lebih jelas. Jalan kesana menjadi lebih mudah. Seakan-akan tercipta jalur yang tepat yang akan menuntun kita untuk mencapai mimpi kita.
- Yakinkan dirimu untuk mencapai mimpi. Memiliki mimpi harus disertai dengan keyakinan untuk mewujudkan. Otak dan tubuh kita memiliki 2 cara kerja, yaitu secara sadar dan tidak sadar. Sadar bahwa tubuh atau otak kita bekerja sesuai keinginan kita. Sedangkan tidak sadar adalah tubuh atau otak kita bekerja secara reflek dan otomatis. Bekerja tidak sadar bukan tidak bisa dikontrol. Bekerja tidak sadar bisa diprogram atau disetting. Bila kita ingin bangun jam 5 dan dan punya keinginan kuat untuk bangun jam 5 maka tanpa alarm pun maka tubuh kita akan otomatis bangun sekitar jam 5. Namun bila kita tidak memiliki kepastian dan keyakinan maka tubuh dan pikiran kita tidak akan berjalan sesuai program atau keinginan. Karena itu dengan memiliki keyakinan kuat untuk mewujudkan mimpimu maka tubuh dan pikiran kita akan terprogram baik secara sadar atau tidak sadar untuk berusaha mewujudkan mimpimu. Kamu bisa memulainya dengan mengucapkan mimpimu setiap bangun pagi. Agar mimpimu terus terekam dalam pikiran dan kamu akan berusaha untuk mewujudkannya.
- Singkirkan hambatan yang menghalangi jalan ke mimpimu. Segala sesuatu yang ingin dicapai tentu ada hambatannya. Makin tinggi mimpimu makin berat hambatannya. Karena itu buat daftar kemungkinan hambatan atau rintangan yang mungkin akan menghalangi mimpimu dan bagaimana cara mengatasinya. Dengan demikian bila dalam usaha mencapai mimpimu dan rintangan muncul menghadang maka kita akan lebih siap menghadapinya. Diharapkan dengan meminimalisasi kemungkinan resiko rintangan maka jalan yang berat akan lebih mudah dihadapi dengan persiapan yang matang.
- Belajar dan pelajari mimpimu. Mimpi itu tidak sederhana. Bila keinginan mudah dicapai maka keinginan itu bukanlah mimpi, hal itu hanyalah keinginan biasa yang dengan beberapa tindakan dapat dicapai. Karena itu untuk memuluskan langkahmu pelajari mimpimu dengan baik. Dengan mengenali dan mengetahui mimpimu lebih baik maka langkahmu akan lebih mantap untuk mencapai mimpi. Contohnya untuk menjadi direktur tentu ada kriteria-kriteria yang harus terpenuhi. Ada kriteria kepemimpinan, pengelolaan resource yang baik, dan berbagam kriteria lainnya. Hal-hal tersebut tidak dimiliki seseorang sejak lahir, akan tetapi diperoleh dari hasil pendidikan dan pengalaman.
- Bertindaklah dan melangkah untuk mewujudkan mimpimu. Segala usaha, pemikiran, dan pendidikan akan sia-sia bila tidak diakhiri dengan tindakan. Karena tindakanlah yang akan mewujudkan mimpimu, yang lain hanyalah alat bantu untuk melakukannya. Bukan tidak mungkin mimpimu dapat terwujud hanya dengan bermimpi dan bertindak. Namun hal itut tentu akan sangat sulit. Sama seperti memotong daging, tanpa pisau sebagai alat bantu tentu akan sangat kesulitan memotongnya dengan tangan kosong.
Jadi tunggu apa lagi? Mari kita mewujudkan semua mimpi kita. Saya pun memiliki mimpi yang mungkin bagi orang adalah mimpi yang sangat tinggi. Saya bermimpi untuk melanjutkan S2 di Eropa yaitu di Belanda, lalu mendirikan perusahaan sekelas Google dan memperkerjakan banyak orang, dan memberi kebahagian buat keluarga, teman, dan semuanya. Mimpi? Memang, tapi bagi saya mimpi bukan sekedar mimpi. Tapi untuk itulah kita hidup. Hidup untuk menciptakan dan mewujudkan mimpimu. Karena jalan menuju mimpi dan pencapaian mimpi adalah bunga kehidupan yang akan membawa kesegaran hingga tua.
Popularity: 5% [?]















andi
Thanks bro, jadi ngedorong saya untuk jadiin mimpi saya kenyataan.
hani
iya setuju…
klo q pengen jadi dokter yg g hanya dokter biasa tapi dokter yang istimewa…dokter yang ilmu pengobatannya full untuk kemanusiaan tetapi punya bisnis sekelas Thrump yang full untuk cari keuntungan yang halal dan bermanfaat….semoga terwujud…
Nudial Khair Adha
Bertindaklah dan melangkah untuk mewujudkan mimpimu. Segala usaha, pemikiran, dan pendidikan akan sia-sia bila tidak diakhiri dengan tindakan. Karena tindakanlah yang akan mewujudkan mimpimu, yang lain hanyalah alat bantu untuk melakukannya. Bukan tidak mungkin mimpimu dapat terwujud hanya dengan bermimpi dan bertindak. Namun hal itut tentu akan sangat sulit. Sama seperti memotong daging, tanpa pisau sebagai alat bantu tentu akan sangat kesulitan memotongnya dengan tangan kosong.
fatimah
mmm..saya suka sekali dengan orang yang sgt optimis dgn hidupnya dan tahu mau diarahkan kemana kendaraan hidupnya.
Pesimis, mengeluh, mengkritik terus menerus tanpa saran, menghujat…kayaknya orang-orang seperti ini KUDU HARUS WAJIB baca artikel ini..
Okto Silaban
Bener.. saya juga baru 3 tahun belakangan ini menyadari itu. Dan yang paling parah, saya tidak tahu mimpi saya apa.. Saya tidak punya mimpi.. Cuma ngalir ajah.. Jadinya kosong..
Btw,
“Saya bermimpi untuk melanjutkan S2 di Eropa yaitu di Belanda, lalu mendirikan perusahaan sekelas Google dan memperkerjakan banyak orang, dan memberi kebahagian buat keluarga, teman, dan semuanya”
Hmm.. seperti petunjuk diatas. Detailnya kaya apa? S2 di jurusan apa, beasiswa atau biaya sendiri. Lalu mendirikan perusahaan di bidang apa? IT kah? Kalau di bidang IT, spesifiknya apa? Search Engine juga? Web App?
Cuma pengen tahu aja kok.., saya tahu dari situ saya dapet ide mau mimpi jadi apa. Tapi kalau memang tidak untuk konsumsi publik tidak apa – apa, saya maklum kok.
tyohan
Sedikit bocoran detailnya nih. Hehehe
S2 ya jurusan ilmu komputer lagi, mungkin klo ada focus ke web.
Biaya, syarat beasiswa ribet. Harus ada pengalaman kerja 2 tahun. Susah donk untuk freelancer seperti saya.
Perusahaan di bidang IT, media, dan kreatif. Yang utama sih IT, focus ke web application product.
Lebih detail lagi? Wah saya lagi berusaha menggali detailnya. Biar lebih jelas. Btw makasih komentarnya.
A. Zulkiflie, Dj
uuuuhhhh…
sewaktu kecil temen2 sy bnyak yang berpikir “menggantungkan cita2nya setinggi langit”..
swear.. sy ngga pernah berpikir segitu tinggi bro…
dan prinsip itu yang mereka pegang teguh sampai di “persimpangan jalan” mereka bro
sekarang???
mereka ngomong kalau cita2 mereka itu tetap tergantung di langit… malah kian tinggi bro
sampai2 mereka udah ga’ bisa lagi melihatnya…
kasihan mereka bro…
tyohan
Tapi dengan adanya cita-cita itu mereka masih punya tujuan hidup, masih ada mimpi yg harus dikejar walaupun jalan kesana masih terlihat kabur. Daripada hanya menjalani kehidupan dengan mengikuti arus dan waktu yang berjalan.
Eko Setiawan
Makasih banyak mas, tulisannya menggugah saya tuk kembali mengejar mimpi-mimpi saya. Semoga Allah memudahkan…Amiin