Manajemen internet sharing di jaringan lokal

Saat ini sebagian besar kantor, sekolah, ataupun kampus sudah menyediakan akses internet bagi karyawan, siswa, ataupun mahasiswanya. Akses ini biasanya menggunakan satu atau lebih akses dari provider tertentu yang kemudian dibagi atau di-sharing. Jadi semua komputer yang mengakses internet melalui jaringan lokal akan saling berbagi bandwidth atau kapasitas akses internet yang dimiliki. Klo tiap pengguna internet memiliki kesadaran bahwa internet yang digunakannya merupakan fasilitas bersama maka tentu tidak akan masalah. Dengan mengakses konten yang wajar, serta penggunaan bandwith secara efisien tentu tidak akan menimbulkan masalah. Namun justru sebagian besar pengguna internet sharing tidak memiliki kesadaran tersebut. Bahkan terkadang administrator jaringan juga memanfaatkan internet publik untuk kepentingan dia sendiri. Bila tidak dilakukan menajemen akses internet sharing dengan baik maka bisa merugikan pengguna internet sharing tersebut. Contohnya bila ada pengguna internet sharing yang melakukan download besar-besaran, hingga menggunakan aplikasi file-sharing seperti kazaa, bit torrent, emule, dan sebagainya tentu akan menyedot bandwidth sangat besar untuk penggunaan dia sendiri. Akibatnya pengguna lain akan kesulitan mengakses internet karena keterbatasan bandwith internet.
Untuk mengatur akses internet sharing sehingga pengguna dapat menikmatinya maka dapat dilakukan beberapa langkah berikut:

  1. Penggunaan proxy cache, salah satunya dengan aplikasi squid yang berjalan pada linux. Proxy merupakan aplikasi yang berjalan pada salah satu komputer dan membagi akses internet kepada komputer lain yang terhubung dengan dirinya. Berbeda dengan nat dimana nat hanya melewatkan permintaan akses internet dengan mentranslate permintaan dari jaringan lokal agar bisa mengakses internet. Sedangkan proxy mengambilkan content dari internet dan memberikan pada client yang memintanya. Pada squid kita dapat menyimpan sementara content tertentu yang sebelumnya telah diambilkan kemudian memberikannya lagi pada client yang meminta content yang sama. Dengan demikian akses lebih cepat karena tidak perlu melakukan permintaan ke internet untuk content yang sama. Jangan lupa akses ke proxy harus dibatasi pada user yang telah terdaftar sehingga dapat mencegah pengguna luar.
  2. Manajemen bandwidth per client. Dengan squid kita dapat mengatur kapasitas akses per client. Misalnya dengan kapasitas maksimal 128 kbps kita dapat mengatur akses per client maksimal 16 kbps sehingga client yang melakukan download file yang berukuran besar tidak akan menggunakan keseluruhan bandwidth. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan konfigurasi delay pool dan access control list (ACL) pada file konfigurasi squid. Selain per client squid juga bisa dikonfigurasi untuk pembatasan bandwidth per network atau per tipe file yang diakses.
  3. Melakukan content filtering dengan dans guardian yang dapat dipasang pada proxy server. Dengan dans guardian kita dapat melakukan penyaringan content apa saja yang bisa diakses. Kita juga dapat memblokir website tertentu sehingga client tidak dapat mengakses content yang tidak perlu. Dengan demikian bandwidth dapat dihemat karena akses ke website tertentu yang tidak perlu tidak dapat diakses.
  4. Menutup port-port yang tidak perlu pada firewall yang melindungi jaringan lokal dari jaringan internet. Dengan menutup port tertentu maka akses yang tidak diinginkan dapat dicegah. Selain itu juga dapat mencegah penggunaan aplikasi tertentu yang dapat menghabiskan bandwidth seperti aplikasi filesharing.
  5. Terakhir, dan yang terpenting yaitu edukasi pengguna. Kita harus memberi pengertian kepada user bahwa akses internet yang diberikan merupakan fasilitas bersama yang sebaiknya penggunaannya ditujukan untuk kegiatan yang bermanfaat, bukan untuk kesenangan pribadi. Perlu adanya peraturan serta prosedur yang baik akan penggunaan internet sehingga user dapat menggunakan internet sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Comments are closed.

Connect with us

thinkrooms on Facebook

Related Post